beritabernas.com – Rektor UII Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU ASEAN Eng mengatakan, UII berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global di dunia industri maupun profesional. Untuk itu, standarisasi kompetensi sangat penting.
Menurut Prof Hari Purnomo, standarisasi kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses, mulai dari manajemen pendidikan tinggi seperti ISO 21001 dan ISO 9001:2015 hingga implementasinya di dunia kerja. Sebagai perguruan tinggi yang telah meraih Akreditasi Unggul, UII memandang standarisasi sebagai landasan untuk melangkah lebih jauh menuju international standard (standar internasional).
Hal itu disampaikan Rektor UII Prof Hari Purnomo dalam acara bertajuk SNI Goes to Campus di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII, Selasa 7 Juli 2026, yang menghadirkan sinergi multi-sektor yang lengkap, mulai dari jajaran akademisi hingga perwakilan regulasi/badan standarisasi.
Tampil sebagai pembicara di antaranya Hendro Kusumo selaku Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Dini Maestirani ST MM (Direktur Operasional PT Citra Warna Abadi dan Johanita Anggia Rini ST MT PhD (Dosen Jurusan Arsitektur UII).

Menurut Prof Hari Purnomo, sinergi perguruan tinggi, dalam hal ini UII dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman standar yang kuat. Sebab, jika lulusan saat ini keluar tanpa mengantongi kompetensi, mereka akan sulit bersaing.
Oleh karena itu, menurut Prof Hari, pihaknya telah menginstruksikan agar setiap mahasiswa yang lulus setidaknya memiliki sertifikasi kompetensi. Kolaborasi dengan lembaga standarisasi seperti BSN menjadi kunci agar lulusan mampu bersaing secara global,
Sementara Dekan FTSP UII Miftahul Fauziah ST MT PhD menyebut acara ini sebagai langkah nyata untuk lebih “membumikan” dan mendekatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) ke dalam dunia akademik. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap regulasi dan standarisasi merupakan pilar penting bagi akuntabilitas mahasiswa, baik saat menempuh proses bisnis akademik maupun ketika kelak terjun ke dunia profesional industri.
Baca juga:
- Perkuat Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional, Farmasi UII Bersama BRIN Resmikan Pusat Kolaborasi Riset Mikroba Endofit
- Teguhkan Komitmen Cetak Pemimpin Unggul, Pondok Pesantren UII Wisuda 29 Santri
“Di lingkungan FTSP, mahasiswa banyak berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan infrastruktur, perumahan, pengairan, hingga lingkungan binaan. Oleh karena itu, semua proses harus mengikuti aturan mutu yang diwujudkan dalam standarisasi,” kata Miftahul.
Ia menambahkan, melalui acara ini pihakynya ingin menanamkan kesadaran (awareness) tersebut kepada mahasiswa sejak dini, bahkan sejak semester awal ketika mereka mulai mengenal pengujian material hingga metode pelaksanaan bangunan. Ini adalah bekal utama bagi mereka untuk tumbuh menjadi engineer (insinyur) dan arsitek yang siap kerja.
Acara ini disambut antusias oleh para mahasiswa. Hal ini terbukti dengan kehadiran lebih dari 190 peserta dari berbagai program studi di lingkungan FTSP UII. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk lebih “membumikan” dan mendekatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada para calon insinyur dan arsitek masa depan.

Di dunia profesional, khususnya dalam bidang teknik sipil, arsitektur, dan industri, para lulusan akan selalu bergesekan dengan peraturan, metode pengujian material, serta standar pelaksanaan bangunan dan lingkungan binaan. Memahami standarisasi sejak bangku kuliah akan membangun akuntabilitas dan kesiapan kerja yang matang.
UII juga berencana untuk semakin mengintegrasikan materi standarisasi ini secara mandiri ke dalam kurikulum mata kuliah khusus di masa mendatang, tidak sekadar menyisipkannya di beberapa mata kuliah seperti yang berjalan saat ini.
Berbeda dengan kuliah umum formal pada umumnya, rangkaian acara SNI Goes to Campus di UII dikemas secara interaktif dan disesuaikan dengan bahasa anak muda. Selain sesi talk show bersama para pakar , acara ini juga memuat kompetisi lomba poster. Melalui media poster dan presentasi, para mahasiswa ditantang untuk mendiskusikan serta mengeksplorasi isu-isu standarisasi dengan cara yang kreatif, seru, dan inovatif.
Melalui kegiatan ini, BSN dan UII berharap kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya standar mutu dapat meningkat sejak semester awal , sehingga saat lulus nanti mereka tidak hanya membawa ijazah, melainkan juga kualifikasi kompetensi yang diakui secara global. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some