Tim Pengabdi Direktorat Riset dan PKM UNY Melakukan Pelatihan Mitigasi Bencana Alam Hidrometeorologi

beritabernas.com – Sebuah tim pengabdi dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (PKM UNY) mengadakan pelatihan mitigasi bencana alam Hidrometeorologi kepada warga RT 10 Perumahan Citra Ringin Mas, Dusun Karangmojo, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Minggu 19 Juli 2026.

Tim pengabdi dari Direktorat Riset dan PKM UNY yang terdiri dari Dr Drs Yusman Wiyatmo MSi, Dr Febrina Siska Widyaningtyas SPd MPd, Dr Tsania Nur Diyana SPd MPd dan Pramudya Wahyu Pradana MPd ini menjelaskan segala hal terkait bencana alam hidrometeorologi agar masyarakat mengenal dan mampu mengantisipasi serta menghindari dampak bencana alam tersebut.

Dr Drs Yusman Wiyatmo MSi selaku Ketua Tim Pengabdi dari Direktorat Riset dan PKM UNY dalam pelatihan itu mengatakan, pelatihan dimaksudkan untuk mensosialisasikan jenis-jenis bencana hidrometeorologi kepada warga RT 10 Dusun Karangmojo.

Peserta pelatihan menyimak materi yang disampaikan Tim Pengabdi dari UNY. Foto: Dok PKM UNY

Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran warga RT 10 Dusun Karangmojo terhadap bencana alam hidrometeorologi dan meningkatkan kemampuan mitigasi warga untuk meminimalkan resiko terhadap bencana alam hidrometeorologi.

Menurut Yusman Wiyatmo, bencana hidrometeorologi disebabkan oleh faktor cuaca (meteorologi) dan air (hidrologi). Bencana ini terjadi akibat interaksi antara atmosfer, air dan daratan, yang seringkali dipengaruhi oleh perubahan iklim. Bencana ini terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi) atau lautan (oseanografi).

Sementara parameter-parameter sebagai penyebab utama bencana meteorologi adalah curah hujan, kelembaban, cuaca dan angin. Penyebab lainnya karena adanya perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Beberapa contoh bencana hidrometeorologi di musim penghujan adalah banjir, tanah longsor, curah hujan ekstrem. Sedangkan contoh bencana hidrometeorologi di musim pancaroba adalah angin kencang dan angin puting beliung serta di musim kemarau adalah kekeringan, kebakaran hutan dan kualitas udara buruk

Dampak dari bencana Hidrometeorologi, menurut Yusman, antara lain hilangnya nyawa, cedera atau dampak kesehatan lainnya, kKerusakan harta benda, hilangnya mata pencaharian dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi dan kerusakan lingkungan.

Baca juga:

Cara mencegah bencana hidrometeorologi, menurut Yusman, dengan memangkas ranting dan dahan pohon-pohon besar yang berumur, menerapkan kebiasaan membaca informasi prakiraan cuaca, membersihkan saluran air dari tempat pemukiman hingga pantai, membuang sampah pada tempat sampah dan melakukan penanaman pohon yang dapat mencegah terjadinya longsor.

Pastikan juga talang air bersih dan lancar serta pastikan atap tidak bocor, periksa kondisi pintu rumah dan perbaiki jika rusak, periksa jendela dan pastikan tidak rusak atau retak, perhatikan lingkungan sekitar. Pantau kondisi pohon, tiang listrik, papan reklame, dan PJU, cari tahu tentang potensi bencana di lingkungan sekitar, ikuti laporan cuaca terkini, siapkan perlengkapan darurat dan cari tahu cara tanggap bencana.

Sedangkan cara memitigasi bencana Hidrometeorologi, menurut Yusman, adalah mencari tahu dan memahami tentang potensi bencana hidrometeorologi di lingkungan sekitar tempat tinggal dan melakukan mitigasi struktural, seperti pengerukan atau normalisasi sungai, rehabilitasi embung dan pembuatan sumur resapan.

Selain itu, mitigasi non-struktural, seperti penyuluhan sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan untuk aparatur dan relawan untuk simulasi evakuasi mandiri, aktivasi posko siaga darurat bencana di tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, terutama di daerah yang rawan bencana, memantau informasi prakiraan cuaca dan diseminasi peringatan dini bencana hidrometeorologi serta kesiapsiagaan sumber daya dan peralatan.

“Siapkan juga jalur-jalur evakuasi dan tempat pengungsian serta pemasangan rambu evakuasi sebagai tanda bahaya di desa rawan bencana,” kata Yusman.

Warga serius menyimak materi pelatihan yang disampaikan Tim Pengabdi dari UNY. Foto: Dok PKM UNY

Cara lain memitigasi bencana Hidrometeorologi adalah dengan melakukan gladi dan simulasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi, melakukan pengecekan tebing, tanggul dan saluran-saluran air lainnya, melakukan operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) pada saat terjadi bencana hidrometeorologi serta kaji cepat/assessment kebutuhan Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan melalukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dan evakuasi, melakukan perlindungan kelompok rentan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Kemudian, melakukan rehabilitasi darurat sarana dan prasarana vital, menyiapkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, memperhatikan saran dan himbauan dari saluran resmi pemerintah dan segera koordinasi dengan pihak terkait penanganan bencana hidrometeorologi.

Kegiatan pelatihan mitigasi bencana alam hidrometeorologi ini mendapat sambutan yang baik dari warga. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang hadir dan menyampaikan pertanyaan terkait bencana alam hidrometeorologi. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *