beritabernas.com – Lebih dari 1.000 peserta dari 30 negara dari berbagai benua mengikuti World Union of Jesuit Alumni (WUJA) yang digelar di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD) mulai Rabu 30 Juli 2026. Kongres XI Alumni Sekolah Jesuit se-Dunia (WUJA) 2026 yang juga dihadiri Arturo Sosa, Superior General of the Society of Jesus ini, dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X).
Menurut Romo Albertus Bagus Laksana SJ, Provinsial Serikat Jesus Indonesia yang juga Rektor Universitas Sanata Dharma (USD), Kongres WUJA 2026 dihadiri lebih dari 1.000 peserta secara langsung dari berbagai negara dan benua. Kongres ini disebut-sebut menjadi rekor pertemuan alumni Jesuit terbesar sejauh ini.
Romo Bagus pun mengucapkan terima kasih kepada Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X atas dukungan dan keramah-tamahan Pemerintah DIY serta keluarga Keraton dalam menyambut kongres dan menerima para tamu dari berbagai negara.

“Ngarso Dalem, terima kasih atas dukungan yang luar biasa dan kehadiran Ngarso Dalem untuk kami semua, para alumni Jesuit seluruh dunia yang berkumpul hari-hari ini di Kota Yogyakarta. Teristimewa, terima kasih juga telah mempercayai sekolah Jesuit sebagai tempat pendidikan untuk cucu Ngarso Dalem, terutama Mas Marel Suryokusumo, alumni SMA De Britto yang kami banggakan,” ujar Romo Bagus.
Selain dihadiri Pimpinan Tertinggi Serikat Yesus se-Dunia, Romo Arturo Sosa SJ, kongres ini juga dihadiri anggota Kuria dari Roma Romo Yojo Magadia, Romo Thomas Smolich, Romo Robert Ballecer, Romo Joseph Christie,dan Romo Jimmy Bartolo.
Kehadiran para anggota Serikat Yesus dan alumni Jesuit dari seluruh dunia turut mewarnai suasana kongres kali ini. Hadir pula Francisco Guarner selaku Presiden WUJA, Purnomo Yusgiantoro selaku Ketua Dewan WUJA Indonesia serta Elman dan Hendra yang menjadi motor penggerak penyelenggaraan kongres di Yogyakarta.
Baca juga:
- Sultan HB X: Pendidikan Jesuit Menanamkan Benih Ilmu dan Membesarkan Watak
- Perubahan Desain Pembelajaran jadi Fokus Pendidikan dan Pelatihan LEKAS Batch 3
Dengan mengusung tema United in Spirit, Leading with Purpose atau Bersatu dalam Roh, Memimpin dengan Tujuan, kongres ini menekankan pentingnya peran alumni Jesuit sebagai mitra dalam misi dan pemimpin yang berakar pada nilai iman, namun juga responsif terhadap isu global.
“Di dunia yang terpecah oleh perpecahan, konflik, dan ketegangan, ketulusan kita untuk bertemu di Yogyakarta ini mengirimkan pesan persatuan yang kuat kepada dunia,” tegas Romo Bagus.
Ia menambahkan, Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai sebagai kota budaya dan pendidikan yang lahir dari pertemuan berbagai tradisi budaya dan agama selama berabad-abad. Jaringan Katolik dan Jesuit disebut turut berperan dalam pembentukan sosial dan pendidikan di wilayah ini.

Menurut Romo Bagus, meskipun tidak pernah menggunakan istilah “kewarganegaraan global”, filsafat Romo Driyarkara SJ, pendiri Universitas Sanata Dharma, menekankan dimensi sosial dan budaya manusia serta kemampuan untuk melampaui batas dan bekerja sama demi kebaikan bersama.
Kongres ini juga mengacu pada seruan Paus Leo XIV dalam ensiklik Magnifica Humanitas untuk menjunjung tinggi martabat manusia dan melawan “sindrom Babel”-perpecahan yang memisahkan umat manusia.
“Sebagai jaringan global alumni Jesuit, kita harus menguatkan persatuan dan bekerja untuk perdamaian di dunia,” kata Romo Bagus seraya menyebutkan bahwa Kongres WUJA 2026 di Yogyakarta akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan menghadirkan pembicara-pembicara unggulan yang akan membahas peran alumni Jesuit dalam menjawab tantangan zaman. (phj)
There is no ads to display, Please add some