beritabernas.com – Pentas seni ketoprak di area parkir belakang Gereja pada Senin 24 Agustus 2026 mulai pukul 19.00 malam ini akan menjadi gong penutup rangkaian kegiatan peringatan Tumbuk Ageng atau 64 tahun Gereja Katolik Babadan dan 15 tahun sebagai paroki mandiri.
Pentas seni ketoprak bertajuk Mbangun Padhepokan Tresna Jati ini semakin menambah kesemarakan puncak perayaan Tumbuk Ageng atau 64 tahun Gereja Katolik Babadan terhitung sejak pemberkatan gereja pada 15 Agustus 1962 oleh Rm Justinus Darmayuwono Pr.
Menurut Romo Martinus Joko Lelono Pr, Romo Vikaris Paroki St Petrus dan Paulus Babada, pementasan ketoprak ini merupakan bagian dari rangkaian panjang momentum perayaan syukur yang membalut kebersamaan umat. Sebelumnya, Paroki Babadan menyemarakkan peringatan ini melalui Festival Gamelan Lagu Ardas IX Keuskupan Agung Semarang (KAS) se-Kevikepan Yogyakarta Timur, Pameran Lukisan Rohani di aula gereja dan Expo Panggilan bagi generasi muda, perayaan Ekaristi Misa Puncak Syukur pada Minggu 23 Agustus 2026. “Umat akan menyajikan pergelaran seni dan budaya yang sarat makna,” kata Romo Joko Lelono.
Baca juga:
- Pesta Umat dan Pentas Ketoprak akan Menutup Perayaan Tumbuk Ageng 64 Tahun Gereja Katolik Babadan
- Pameran Lukisan Rohani, Ruang Perjumpaan Antara Seni dan Spiritualitas
- Pertama Kali di Keuskupan Agung Semarang, Pameran Lukisan Rohani Digelar di Gereja Katolik Babadan
Ia mengatakan bahwa di tengah deretan kegiatan agung tersebut, pementasan ketoprak “Mbangun Padhepokan Tresna Jati” hadir menjadi ruang perjumpaan budaya yang inklusif dan mempererat persaudaraan lintas komunitas. Kehangatan srawung ini kian terasa dengan hadirnya para tamu undangan dari unsur pemerintah lokal, tokoh lintas agama dan masyarakat sekitar, di antaranya Lurah Wedomartani Teguh Budianto, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama Rembug Lintas Agama (FKUB-Rela) Kelurahan Wedomartani dan warga masyarakat terdekat dari Padukuhan Dolo dan Pokoh.
Naskah pementasan yang dirakit oleh Sambodo dan disempurnakan oleh Ki Wardjudi Wignyosworo ini mengangkat babad nyata perjuangan para pendahulu dalam merintis Gereja Babadan. Seluruh pertunjukan dibawakan langsung oleh umat yang menyatukan diri dalam wadah Pentas Ketoprak Sembada Budaya dan diramaikan oleh bintang tamu seperti Ki Wahjudi Wignyosworo, Purwanti, Kasilah, Rm. Ignatius Fajar Kristianto dan Rm FX Merry Christian Putra.
Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Rm Antonius Saptono Hadi Pr mengatakan bahwa pementasan ini adalah ruang refleksi dan perjumpaan iman bersama masyarakat.

“Pementasan ketoprak maupun seluruh rangkaian festival ini bukan sekadar panggung hiburan atau perayaan seremonial belaka. Melalui lakon ‘Mbangun Padhepokan Tresna Jati’, kita diajak melihat kembali akar sejarah dan dedikasi para pendahulu yang telah berjuang meletakkan batu pertama iman serta mendirikan Gereja ini,” ungkap Rm Antonius Saptono Hadi Pr.
Ia menekankan pentingnya integrasi antara kebudayaan lokal, pembinaan iman, dan kerukunan kemasyarakatan. “Harapan besar kami, rangkaian acara dari pameran, festival gamelan, hingga pementasan ketoprak ini menjadi jembatan pewarisan pengetahuan, nilai-nilai perjuangan, serta pendidikan iman bagi generasi penerus. Ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk terus nguri-uri kebudayaan Jawa sekaligus merawat tali silaturahmi dengan pemerintah, tokoh agama, dan warga sekitar Dolo serta Pokoh. Sungguh membanggakan melihat antusiasme umat-bahkan banyak yang baru pertama kali main ketoprak-tetapi mau berproses bersama melalui latihan yang mempererat rasa persaudaraan,” tegasnya.
Melalui dinamika kebersamaan ini, umat Paroki St Petrus dan Paulus Babadan diharapkan semakin solid, menghargai warisan sejarah dan semakin teguh melanjutkan warta kasih dan kerukunan di tengah masyarakat. (phj)
There is no ads to display, Please add some