Pertama Kali di Keuskupan Agung Semarang, Pameran Lukisan Rohani Digelar di Gereja Katolik Babadan

beritabernas.com – Untuk pertama kali di lingkungan Keuskupan Agung Semarang (KAS), digelar pameran lukisan rohani di Gereja Katolik Paroki St Petrus dan Paulus Babadan, Sleman mulai Minggu 2 Agustus hingga Minggu 9 Agustus 2026.

Pameran Lukisan Rohani yang diadakan oleh Paroki St Petrus dan Paulus Babadan, Sleman ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Tumbuk Agung 64 Tahun Pemberkatan Gereja St Petrus dan Paulus Babadan.

“Iman tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata dan doa, tetapi juga dapat hadir melalui keindahan. Melalui goresan kuas, permainan warna dan ekspresi artistik, pengalaman iman diterjemahkan menjadi karya yang mengajak manusia berhenti sejenak, merenung dan menemukan kedalaman makna kehidupan,” kata Romo Joko Lelono Pr, Pastor yang bertugas di Paroki St Petrus dan Paulus Babadan, kepada media, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Romo Joko Lelono, pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara seni dan spiritualitas. Melalui karya-karya yang ditampilkan, para seniman mengajak pengunjung untuk melihat kembali pengalaman iman, kisah Kitab Suci, pergulatan manusia dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Pastor Kepala Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Rm Antonius Saptana Hadi Pr mengundang umat dan masyarakat luas untuk hadir menikmati karya seni yang menjadi perjumpaan antara iman dan keindahan.

“Ibu bapak dan saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan, Pameran Lukisan Rohani yang pertama di Keuskupan Agung Semarang ini diselenggarakan di Paroki St Petrus dan Paulus Babadan, Sleman. Mari datang, Minggu 2 Agustus sampai Minggu 9 Agustus 2026. Keindahan karya seni lukis ini mari kita nikmati bersama-sama,” ajak Rm Sapto.

Dalam Pameran Lukisan Rohani kali ini,b erbagai seniman ikut ambil bagian. Dari kalangan imam hadir Rm Antonius Padua Danang Bramasti SJ dari Muntilan, Rm Ignatius Andita Triayanto MSF dari Parakan, Rm Antonius Saptana Hadi Pr dari Babadan, Rm Heribertus Budi Purwantoro dari Ungaran, dan Rm Yustinus Slamet Witokaryono Pr dari Sukoharjo.

Baca juga:

Sementara dari kalangan umat dan seniman awam, pameran ini menghadirkan karya MM Nanik Sri Gunarni dari Solo, Arwan Akik dari Solo, pasangan Ratih dan Susyanto dari Kumetiran, serta Alertoes Papiek dari Gunung Sempu/Pugeran. Para peserta kegiatan Babadan Melukis 1, 2 dan 3 juga turut mempersembahkan karya mereka.

Menurut Romo Joko Lelono, dalam penyelenggaraan pameran ini, aspek artistik mendapatkan perhatian khusus. Antonius Subianto dari Bonum Art, Granting, Jogonalan, Klaten dan Hermanu (Master of Lawasan) pengelola senior Bentara Budaya Yogyakarta berperan sebagai konsultan seni sekaligus penata artistik yang membantu menghadirkan konsep visual dan tata ruang pameran agar karya-karya yang ditampilkan dapat dinikmati secara lebih mendalam.

Sementara itu, proses kurasi karya dipercayakan kepada Petrus Agus Herdjaka sebagai kurator pameran. Melalui proses kurasi, setiap karya dipilih dan ditata agar mampu membangun sebuah narasi artistik yang menghubungkan pengalaman seni dengan refleksi iman.

Tidak hanya menjadi ruang untuk melihat karya seni, pameran ini juga mengajak pengunjung untuk terlibat secara langsung dalam proses kreatif. Sebagai bentuk partisipasi bersama, pengunjung diberi kesempatan untuk memberikan warna pada sebuah sketsa lukisan yang telah disiapkan. Melalui sentuhan banyak tangan, sketsa tersebut secara perlahan akan berkembang menjadi sebuah karya lukisan rohani bersama.

“Inisiatif ini menjadi simbol bahwa pengalaman iman dan kehidupan Gereja dibangun melalui keterlibatan banyak orang, di mana setiap pribadi memiliki bagian untuk memperindah karya bersama,” kata Romo Joko Lelono.

Pembukaan pameran akan dilaksanakan bersamaan dengan Perayaan Ekaristi Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB di Gereja Katolik St Petrus dan Paulus Babadan. Setelah itu, masyarakat dapat menikmati karya-karya yang dipajang hingga Minggu, 9 Agustus 2026. Jam kunjungan pameran berlangsung setiap hari selama masa pameran, yaitu pukul 09.00–12.00 WIB dan 16.00–21.00 WIB.

Selain menjadi kesempatan untuk menikmati karya seni rohani, pameran ini juga menjadi bentuk kebersamaan dan kepedulian. Umat dan masyarakat yang hadir diajak untuk berpartisipasi melalui donasi bagi pelayanan pastoral paroki, khususnya untuk pembelian tanah bagi kebutuhan parkir dan berbagai kegiatan pastoral lainnya. Pengunjung yang tertarik juga dapat membeli karya lukisan yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan Gereja.

“Melalui pameran ini, Paroki St Petrus dan Paulus Babadan ingin menunjukkan bahwa seni memiliki tempat penting dalam perjalanan iman. Keindahan karya manusia dapat menjadi jalan untuk menghadirkan pengalaman akan keindahan Allah, menggerakkan hati dan memperkaya kehidupan bersama,” tambah Romo Joko Lelono.

Pameran Lukisan Rohani berlangsung di Gereja Katolik St Petrus dan Paulus Babadan, Jalan Raya Tajem, Dolo, Pucanganom, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *