beritabernas.com – Semangat kemerdekaan masih terasa di RT 21 RW 07 Desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Warga menggelar Festival Gemblong #4 dan Pentas Seni pada Sabtu 29 Agustus 2026 malam sebagai puncak rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kepala Desa Tlogo, Raksono, mengapresiasi inisiatif warga yang mengangkat makanan tradisional sebagai tema utama. “Ini kegiatan tujuhbelasan. Pemerintah desa mengapresiasi Festival Gemblong. Temanya gemblong. Gemblong sendiri terbuat dari bahan khusus ketela yang diolah menjadi berbagai macam makanan,” kata Raksono kepada beritabernas.com.
Menurutnya, gemblong memiliki akar sejarah panjang. Pada zaman Mataram Kuno, gemblong sudah dikenal sebagai makanan olahan dari ketela. “Ini bisa dikembangkan khususnya untuk UMKM. Kami mengangkat hasil bumi. Ini festival gemblong yang ke-4 kalinya diadakan,” ujarnya.

Festival ini sepenuhnya swadaya warga. Sekitar 200 warga dari 70 kepala keluarga di RT 21/ RW 07 terlibat langsung dalam persiapan dan pelaksanaan. Kepala Desa Tlogo secara resmi melepas arak-arakan gunungan gemblong.
“Festival ini bisa menjadi sarana mempererat semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air. Juga melestarikan budaya dan kesenian serta menumbuhkan semangat kebersamaan bagi masyarakat,” kata Raksono.
Target pemerintah desa ke depan, kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi penggerak ekonomi UMKM berbasis bahan lokal.
Baca juga:
- Pentas Seni Ketoprak di Gereja Katolik Babadan Mampu Menghibur dan Menyatukan Umat
- Blink Models Meriahkan Festival Merah Putih di Hotel Borobudur
- FSY 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan Hadirkan Dee Lestari hingga 100 Pembicara
Ketua Panitia Festival Gemblong, Setiadi Nugroho mengatakan, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. “Festival ini bukan sekadar acara untuk berkumpul dan bersenang-senang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan dan melestarikan makanan dan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat kita, terutama di RT 21,” ujarnya.
Ia bersyukur acara ini sudah berjalan empat kali dan mendapat dukungan luas. “Kita bersyukur kegiatan ini berjalan sudah yang ke-4 kalinya dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Semoga semangat kebersamaan dari tahun ke tahun bisa kita tingkatkan. Terima kasih kepada warga RT 21 karena telah mendukung acara ini,” ucap Setiadi.

Ketua RT 21, Jamal Arifin, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga. Ia juga mengumumkan akan ada kegiatan lanjutan. “RT 21 sering ada kegiatan. Usai HUT kemerdekaan ini masih ada kegiatan yang sudah dipersiapkan oleh teman-teman yang disengkuyung oleh warga RT 21. Jadi nanti di bulan Oktober 2026 saya ingin memantik semangat warga RT 21. Terima kasih atas dukungan, semangat, kekompakan, dan kerukunannya,” kata Jamal.
Acara dihadiri Kepala Desa Tlogo, Ketua RW 07, Ketua RT 22, Ketua RT 23, dan Ketua RT 24. Rangkaian festival meliputi arak-arakan gunungan gemblong dan pentas seni. Dengan menjadikan gemblong sebagai ikon, warga RT 21 berharap makanan dari singkong ini terus lestari dan menjadi identitas kuliner sekaligus potensi ekonomi baru di Kalurahan Tlogo. (Clementine Roesiani)
There is no ads to display, Please add some