Komunitas Yuk Menulis Serahkan Buku Antologi Puisi Pramuka di Muscab Bantul

beritabernas.com – Gerakan literasi dan Pramuka bertemu dalam sebuah karya dalam bentuk buku. Buku berisi 10 jilid Antologi Puisi Pramuka “Swara Dharma Bhumi Satria” diserahkan Founder Komunitas Yuk Menulis (KYM) Vitriya Mardiyati kepada jajaran pimpinan Gerakan Pramuka pada pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Bantul di Aula Pemkab II Manding, Bantul, Selasa 8 September 2026.

Buku tersebut diterima Bupati Bantul Abdul Halim Muslih selaku Kamabicab, disaksikan oleh Wakil Ketua Kwarda DIY Danang Setiadi, Ketua Kwarcab Bantul Emi Masruroh, Plt Kepala Disdikpora Bantul Titik Sunarti Widyaningsih dan Kusmardiono.

“Swara Dharma Bhumi Satria” merupakan antologi yang menghimpun karya puisi anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Bantul. Isinya merekam gagasan, pengalaman, nilai moral, serta semangat pengabdian para pramuka, mulai dari peserta didik, pembina, pelatih hingga pengurus kwartir.

Baca juga:

Ketua Panitia Muscab sekaligus editor buku Sutanto mengatakan kehadiran antologi tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas kepramukaan dapat dikembangkan melalui gerakan literasi. “Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi menjadi ungkapan ajaran moral dan pengabdian para pramuka yang dituangkan dalam karya sastra,” kata Sutanto.

Menurut Sutanto, buku tersebut berawal dari workshop menulis puisi Pramuka yang digelar pada 1 Mei 2025. Karya para peserta kemudian dihimpun dan diterbitkan menjadi antologi yang terdiri atas 10 jilid.
Antologi tersebut selanjutnya diluncurkan dalam rangkaian Musyawarah Daerah Kwarda DIY pada Oktober 2025.

Bagi Pramuka Bantul, buku tersebut memiliki makna khusus. Selain menjadi dokumentasi karya literasi para pramuka, antologi itu juga dipersembahkan sebagai kado untuk GKR Mangkubumi, Ketua Kwarda DIY. “Buku ini menjadi kado persembahan Pramuka Bantul untuk GKR Mangkubumi selaku Ketua Kwarda yang telah memimpin Pramuka selama dua periode,” ujar Sutanto.

Literasi bukan sekadar jargon

Sementara Founder KYM Vitriya Mardiyati menegaskan bahwa semboyan Komunitas Yuk Menulis “Nyatakan Literasi untuk Negeri”, bukan sekadar slogan. Menurut Vitriya, literasi harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan dan karya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Founder KYM Vitriya Mardiyati (ketiga dari kiri) bersama Waka Bidang Orgakum Kwarda DIY, Bupati Bantul (ketiga dari kanan), Ka Kwarcab, Ketua LPK, Plt Kepala Disdikpora Bantul usai penyerahan buku puisi pramuka, Selasa (8/9/2026). Foto: Istimewa

“KYM tidak ingin literasi berhenti sebagai jargon. Kami berusaha mengimplementasikannya melalui karya nyata dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Vitriya.

Ia menyebut kolaborasi KYM telah dilakukan bersama berbagai lembaga dan komunitas, mulai dari kementerian, lembaga pendidikan, pemerintah kabupaten/kota, hingga komunitas literasi di berbagai daerah. Dengan dukungan ribuan anggota, KYM, kata Vitriya, akan terus memperluas gerakan literasi ke berbagai pelosok negeri.

“Kami berkomitmen untuk terus menyalakan literasi ke berbagai pelosok negeri, sekaligus tidak lupa melaksanakan program berbagi,” kata Vitriya.

Penyerahan “Swara Dharma Bhumi Satria” di forum Muscab Kwarcab Bantul menjadi momentum penting bahwa gerakan Pramuka tidak hanya membentuk karakter melalui kegiatan di lapangan. Kegiatan membaca, menulis, dan menghasilkan karya juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berkarakter, kreatif, dan mampu mendokumentasikan nilai-nilai pengabdian. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *