beritabernas.com – Untuk mendukung program ketahanan pangan, termasuk buah-buahan, seorang pensiunan PNS/ASN Hendricus Mulyono yang akrab disapa Mbah Mul, melakukan penanaman pohon klengkeng kristal di lahan yang cukup luas di Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Pohon klengkeng yang ditanam sejak Pebruari 2025 tersebut kini sudah berbuah lebat dan siap dipanen.
Hendricus Mulyono alias Mbah Mul ketika ditemui beritabernas.com di kebun klengkeng miliknya di Dusun Juwangen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Minggu 13 September 2026, mengatakan, program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah, termasuk jenis buah-buahan, sebenarnya bisa terwujud. Yang penting ada dukungan konkrit dari pemerintah, seperti penyediaan pupuk yang mudah dan murah serta pendampingan dan pembinaan yang terus menerus dengan memanfaatkan tenaga penyuluh pertanian yang ada.

Mbah Mul yang melakukan penanaman pohon klengkeng di beberapa tempat, termasuk di Dusun Juwangen, sudah memasuki masa panen. Proses penanaman, perawatan dan pemeliharaan yang baik dan konsisten memungkinkan tanaman klengkeng bertumbuh subur dan berbuah lebat.
Klengkeng kristal yang ditanam di lahan seluas sekitar 1.200 meter di Dusun Juwangen sejak Pebruari 2025 yang bertumbuh subur dan berbuah lebat kini memasuki masa panen. “Untuk buah perdana, satu pohon bisa menghasilkan 20 kilogram dengan harga Rp 40.000 per kilogram atau Rp 800.000 per pohon,” kata Mbah Mul.
Baca juga:
- Sleman Bisa Mewujudkan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Aneka Tanaman Buah
- BUMKal Semar Margorejo Kembangkan Budidaya Pohon Buah Klengkeng
Menurut Mbah Mul, proses pembuahan tanaman klengkeng bisa diatur sehingga tidak tergantung musim seperti tanaman lainnya. Artinya, kapan kita mau panen bisa diatur, sehingga kapan saja kita butuh buah klengkeng bisa dipenuhi. Bukan hanya soal waktu kapan bisa dipanen, tapi juga bisa diatur berapa pohon boleh dan bisa berbuah dalam satu bulan juga bisa diatur melalui pemupukan.
“Bahkan satu pohon bisa menghasilkan berapa kilogram juga biasa diatur dengan memperbanyak ranting pohon klengkeng. Semakin banyak ranting maka semakin banyak buah yang dihasilkan,” kata Mbah Mul yang pensiunan PNS/ASN bidang penyuluh pertanian Kabupaten Sleman.

Ketika beritabernas.com mencoba beberapa buah klengkeng kristal yang sudah tua dan masak/matang di kebun Mbah Mul, Minggu sore, rasanya sangat manis dan daging buahnya tebal. Untuk pemasaran, menurut Mbah Mul, selama ini lebih banyak dipasarkan secara online dan banyak yang membeli secara online juga. “Jadi tidak sulit memasarkan buah klengkeng,” kata Mbah Mul.
Dengan pengalaman panjang yang dimiliki dan hasil yang memuaskan, Mbah Mul berharap pemerintah mendorong masyarakat untuk melakukan penanaman pohon klengkeng, minimal di pekarangan rumah masing-masing guna mendukung terwujudnya program ketahanan pangan.
Sementara itu, beberapa warga Jepang yang berkunjung dan tertarik untuk bekerjasama dengan Mbah Mul untuk mengembangkan tanaman klengkeng dan memasarkan buahnya. (phj)
There is no ads to display, Please add some