beritabernas.com – Untuk memperkuat sumber daya akademik dalam mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dosen UII yang memiliki jabatan akademik tertinggi yakni Profesor atau Guru Besar terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah profesor aktif di UII menjadi 49 orang pada tahun 2026.
Hal ini menyusul diterimanya Surat Keputusan (SK) kenaikan jabatan akademik sebagai Profesor/Guru Besar oleh Ir Dhomas Hatta Fudholi ST M.Eng PhD IPM ASEAN Eng, Dosen Program Studi Informatika, FTI UII dalam bidang Penambangan Data dan Penemuan Pengetahuan.
Baca juga:
- Prosentase Jumlah Guru Besar UII Jauh di Atas Angka Nasional
- Sri Kusumadewi, Perempuan Pertama jadi Guru Besar Prodi Informatika Program Magister, FTI UII
Surat keputusan kenaikan jabatan akademik tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY Prof Setyabudi Indartono MM PhD kepada Rektor UII Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU ASEAN Eng, yang selanjutnya diserahkan kepada Dhomas Hatta Fudholi di Gedung Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Kamis 22 Oktober 2026.
Menurut Rektor UII Prof Hari Purnomo, penambahan dosen dengan jabatan akademik tertingi Profesor/ Guru Besar memperkuat sumber daya akademik UII dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Potensi penambahan profesor masih terbuka seiring dengan peningkatan kualifikasi pendidikan dan jabatan akademik dosen. Saat ini, UII memiliki 773 dosen, dengan 211 di antaranya bergelar doktor. Sebanyak 129 dosen telah menduduki jabatan akademik lektor kepala, 58 dosen eligible untuk diusulkan mendapatkan jabatan akademik Profesor, yang saat ini secara intensif telah dilakukan pendampingan melalui program percepatan baik di universitas maupun di fakultas. Selain itu, saat ini 5 orang sedang menunggu hasil penilaian pengajuan jabatan akademik Profesor.
Menurut Rektor UII, peraihan gelar profesor tersebut merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan riset bagi UII. Ia berharap peraihan gelar profesor tersebut dapat menginspirasi bagi dosen UII lainnya agar terus meningkatkan kinerja akademik serta kontribusi keilmuan bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan umat.
“Dhomas Hatta memaknai jabatan profesor sebagai amanah yang menandai babak baru untuk mengembangkan ilmu yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, tanggung jawab itu juga mencakup upaya menjaga ketelitian berpikir, memahami keterbatasan teknologi, dan membiasakan verifikasi,” kata Dr Edy Widodo SSI MSi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Sekolah Kepemimpinan UII.

Ia mengatakan, perjalanan akademik Dhomas dimulai dengan menempuh pendidikan sarjana di UGM pada 2003, dilanjutkan studi magister di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand, pada 2008–2010. Ia meraih gelar doktor bidang ilmu komputer dan rekayasa komputer dari La Trobe University, Australia, pada 2016, sebelum kembali mengabdi di UII.
Dhomas Hatta menjadi lektor pada 2018, lektor kepala pada 2022, dan profesor pada Oktober 2026. Kegiatan mengajar, meneliti, menulis, mengabdi dan mengelola program studi mengajarkannya bahwa betapa pentingnya konsistensi dan kesediaan untuk terus belajar.
Rektor UII Prof Hari Purnomo menambahkan, hasil penelitian yang dilakukan tidak cukup hanya untuk dimuat jurnal ilmiah bereputasi seperti Scopus, tapi juga harus bermanfaatkan bagi masyarakat. Karena itu, Prof Hari berharap hasil penelitian yang ada perlu diimplementasikan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (phj)
There is no ads to display, Please add some