Mlampah Ziarah Pereng-Merbabu, Belajar dari Kesabaran dan Kesetiaan Bunda Maria

beritabernas.com – Kegiatan mlampah ziarah kelima (MZ#5) Salatiga Chapter dari Gua Maria Pereng ke Gua Maria Merbabu yang diadakan oleh MZ Chapter Salatiga telah berlangsung pada Minggu 18 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti 148 peserta dari berbagai kota di Indonesia dengan total jarak 24 kilometer (pergi pulang) itu meninggalkan banyak cerita dan pengalaman menarik dari setiap peserta.

Bagi saya peribadi, dari sekian puluh kali mengikuti kegiatan MZ baik di DIY maupun luar DIY, rute MZ#5 Salatiga Chapter dari Gua Maria Pereng-GM Merbabu ini paling menantang, bahkan lebih menantang dari WMSS Special dari Muntilan ke Gua Maria Sendangsono yang berjarak total 34 kilometer.

Para peserta MZ#5 Chapter Salatiga, Minggu 18 Oktober 2026. Foto: Dok MZ Chapter Salatiga

Hal ini juga diakui oleh suami-istri Siswo Prayitno-Rosa Delima yang ikut bersama tim survey rute tersebut. Mereka mengaku rute MZ#5 Salatiga Chapter dari Pereng-Merbabu yang dilewati para peserta pada Minggu 18 Oktober 2026 lebih berat dibanding yang lain. Bahkan rute yang sedianya digunakan untuk MZ perdana atau MZ#1 Chapter Salatiga itu dibatalkan karena dianggap lebih berat. Namun, dengan berbagai pertimbangan, rute tersebut akhirnya baru digunakan pada MZ#5 Chapter Salatiga pada Minggu 18 Oktober 2026.

Meski lebih menantang, namun hampir seluruh peserta MZ#5 Chapter Salatiga bisa melewatinya dengan sukses dan penuh sukacita. Sebab, kegiatan mlampah ziarah ini bukan sekadar pergerakan fisik dari titik start ke titik finish. Ada suasana batin yang penuh sukacita dan rasa bahagia pada diri peserta membuat jarak yang begitu panjang terasa pendek dan rute yang begitu menantang terasa mudah dan ringan.

Romo Silvester Susianto Nugroho Pr. Foto: Dok MZ Chapter Salatiga

Romo Silvester Susianto Nugroho Pr dalam kotbah pada misa penutupan MZ#5 Chapter Salatiga, mengatakan, dalam mengikuti MZ Pereng-Merbabu, para peserta tentu memiliki motivasi dan itensi yang berbeda-beda. Namun, satu hal yang pasti dan sama yakni mengikuti teladan Bunda Maria tentang kesabaran dan kesetiaan. Bunda Maria selalu sabar dan setia menemani Yesus dari awal sampai akhir. Bunda Maria setia menemani Yesus, Puteranya, tidak hanya dalam suka tetapi dalam duka.

Baca juga:

Mlampah ziarah, dengan rute yang naik dan turun tajam, merupakan gambaran dan variasi atau dinamika hidup manusia. Ada suka dan duka, ada susah dan senang dan sebagainya. “Sepanjang jalan kita bisa naik turun. Itulah dinamika hidup kita, itulah perjuangan hidup kita, itulah suka duka kita. Kita bisa bertahan sampai finish karena ada kesabaran dan kesetiaan mengikuti mlampah ziarah bersama,” kata Romo Silvester.

Ya, kesabaran menghadapi kenyataan, seperti cuaca atau udara yang panas, jalan yang naik dan turun tajam serta setia menemani atau mendampingi teman yang lelah, letih dan lesu selama dalam perjalanan. Kita bersyukur karena boleh memiliki kesempatan yang luar biasa, sebuah perjalanan yang luar biasa.

Ketua MZ Chapter Salatiga Mahendro. Foto: Dok MZ Chapter Salatiga

“Dari jauh sampai ke sini pasti ada niat yang kuat, ada motivasi yang kuat, untuk berjalan. Entah motivasi kesehatan, menurunkan kolesterol dan sebagainya. Itulah yang membuat kita semangat berjalan kaki puluhan kilometer sejak jam 05.00 pagi sampai jam 05.00 sore,” kata Romo Silvester.

Ketua MZ Chapter Salatiga Yohanes Mahendro pun berterima kasih kepada seluruh peserta atas kesabaran dan kesetiaannya mengikuti kegiatan mlampah ziarah sejak awal hingga akhir. Itu semua terjadi karena ada niat dan motivasi yang kuat dari seluruh peserta untuk mengikuti perjalanan yang melelahkan namun membahagiakan itu. (phj)




There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *