beritabernas.com – Mahasiswa Program Internasional Program Studi (Prodi) Hukum Program Sarjana FH UII melaksanakan kegiatan kuliah lapangan (industri) di Panasonic Industrial Devices Batam, Senin 27 April 2026. Mereka mempelajari secara langsung proses manufacturing sekaligus memahami dimensi/aspek hukum yang mendukung keseluruhan aktivitas industri di perusahaan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kesempatan bagi mahasiswa Program Internasional Prodi Hukum Program Sarjana FH UII untuk mempelajari secara langsung proses manufacturing sekaligus memahami dimensi/aspek hukum yang mendukung keseluruhan aktivitas industri di Panasonic Industrial Devices Batam. Sebab, selama ini mahasiswa memperoleh pembelajaran hukum secara teoritis. Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa dapat mengamati secara empiris bagaimana hukum berperan dalam menopang kompleksitas situasi manufacturing pada perusahaan berskala besar seperti Panasonic,” kata Dodik Setiawan Nur Heriyanto SH MH LLM PhD, Ketua Program Studi (Kaprodi), yang didampingi Dr Aroma Elmina Martha SH MH (Sekretaris Program Studi Hukum Program Internasional) ana Eko Rial Nugroho SH MH (Dosen Departemen Hukum Perdata), yang mendampingi para mahasiswa dalam kunjungan itu.
Menurut Dodik, inisiatif ini diharapkan membuka peluang kontribusi alumni UII dalam penguatan sumber daya manusia di PT Panasonic Industrial Devices. Secara khusus, FH UII melalui Dekan juga menyampaikan harapan agar mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melaksanakan pemagangan dan berkontribusi dalam aktivitas kerja hukum di Panasonic Industrial Devices.
Menurut rencana, Direktur PT Panasonic Industrial Devices akan melakukan kunjungan ke UII sekaligus melaksanakan penandatanganan kerja sama.
Baca juga:
- Untuk Riset Berdampak Global, FH UII Buka Program Postdoctoral
- Empat Akademisi FH UII Diundang JIPII untuk Mengikuti IP Collaqium Tokyo 2026
- Gelar Workshop, FH UII dan Universiti Kebangsaan Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset
Adityo Putro, Pimpinan Manajemen Panasonic Industrial Devices yang mewakili Manajemen Panasonic Industrial Devices Batam didampingi Budisila Hutasuhut beserta sejumlah staf perusahaan yang menerima kunjungan tersebut, mengatakan, ini merupakan kunjungan pertama dari luar Batam sekaligus yang berasal dari wilayah paling jauh, yaitu Pulau Jawa.
Menuut Adityo Putro, Panasonic Industrial Devices Batam merupakan salah satu entitas di bawah Panasonic Group. Perusahaan ini berasal dari Jepang dengan status Penanaman Modal Asing (PMA). Produk yang dihasilkan mencakup komponen induktor, kapasitor dan resistor, seluruhnya diproduksi di fasilitas ini serta diekspor ke luar negeri.
Komponen tersebut berfungsi sebagai komponen utama yang mendukung berbagai produk Panasonic. Perusahaan ini juga memerlukan dukungan aspek hukum, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual dan pengelolaan kontrak.
Dikatakan, perusahaan ini mulai dibangun tahun 1995. Saat ini ada tiga pabrik dengan total luas area mencapai 83 hektar. Produk yang dihasilkan meliputi kapasitor, varistor dan resistor. Perusahaan juga mengembangkan aplikasi digital dan melakukan transformasi teknologi agar berbagai inovasi dapat diimplementasikan secara aktual.
Penerapan Artificial Intelligence System digunakan dalam otomatisasi operasional perusahaan. Selain itu, terdapat Robotic Automatic System guna mendukung efisiensi proses manufaktur. Kegiatan perusahaan tidak hanya mencakup manufacturing, tetapi juga sektor non-manufacturing seperti manajemen, hukum dan finansial.
Kegiatan kuliah lapangan diawali dengan pengantar keselamatan atau keamanan guna memastikan seluruh tamu/visitor memahami prosedur selama berada di lingkungan perusahaan. Tahapan berikutnya berupa penayangan video profil perusahaan. Seluruh mahasiswa diterima dengan baik dan pendampingan langsung oleh Adityo Putro selaku perwakilan manajemen Panasonic Industrial Devices Batam, Budisila Hutasuhut beserta sejumlah staf perusahaan.
Selanjutnya seluruh mahasiswa diarahkan menuju ruangan khusus yang memuat rangkaian informasi komprehensif terkait penyelenggaraan proses manufacturing di Panasonic Industrial Devices Batam. Melalui papan-papan informasi yang tersedia, berbagai aspek dapat diidentifikasi secara sistematis, antara lain pengelolaan sampah, proses pemilahan, capaian daur ulang hingga 100 persen dan mekanisme penelusuran (traceback) terhadap total berat masing-masing jenis sampah berikut tingkat pendaurulangannya. Papan informasi tersebut juga menjelaskan penerapan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan keseluruhan proses manufaktur berjalan secara otomatis dan terintegrasi. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some