BPD API DIY Merajut Solidaritas Menuju Jogja sebagai Kota Pusat Fashion Dunia

beritabernas.com – Badan Pengurus Daerah Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPD API) DIY ingin merajut solidaritas menuju Jogja sebagai kota pusat fashion dunia.

Untuk mewujudkan hal itu, BPD API DIY akan bersinergi dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, seperti Kemeneterian, Pemda DIY, Pemkab/Pemkot di wilayah DIY, Bank Indonesia dan perbankan.

BACA BERITA TERKAIT:

“Yogyakarta sebagai kota fashion dunia bukan sekadar impian. Karena itu, BPD API DIY akan mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota fashion dunia,” kata Suyatman Nainggolan dalam jumpa pers di Punokawan Café & Resto Yogyakarta, Selasa 28Mei 2024.

Suyatman Nainggolan terpilih sebagai Ketua Umum BPD API DIY periode 2024-2029 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) di Hotel Ros-In, Ringroad Selatan Yogyakarta, Sabtu 25 Mei 2024). Musprov dihadiri oleh sekitar 100 pengurus dan anggota API DIY.

Pengurus BP API DIY periode 2024-2029. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Menurut Robby Kusumaharta, Penasehat BPD API DIY, obsesi Jogja sebagai kota fashion dunia cukup beralasan. Karena industri TPT DIY mempunyai kekhasan yakni Jogja memiliki produk tekstil kreatif seperti produk batik, rajut, lurik dan sejenisnya yang mayoritas diproduksi oleh UMKM. Karena itu, produk kreatif UMKM tersebut perlu dibantu dan didukung baik dari aspek finansial, produksi dan pemasaran.

Dikatakan, tantangan yang dihadapi industri TPT DIY antara lain adanya penurunan permintaan di pasar dunia. Sementara di sisi lain, masuknya produk TPT impor menjadikan produk TPD domestik harus bersaing ketat dengan produk impor di pasar domestik.

Untuk itu, Robby berharap regulasi pemerintah mampu melindungi produk TPT domestik. Robby berharap Permendag Nomor 8 tahun 2024 tentang relaksasi impor produk tekstil harus direvisi agar tidak menambah beban kesulitan IKM TPT domestik.

Robby Kusumaharta (paling kanan) didampingi Iwan Susanto, Wakil Ketua Umum API Pusat yang juga mantan Ketua Umum BPD API DIY (kedua dari kanan), Suyatman Nainggolan selaku Ketua Umum BPD API DIY periode 2024-2029 (kedua dari kiri) dan Wakil Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan Timothy Apriyanto (paling kiri) saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

“Pasar TPT domestik saat ini dibanjiri produk impor sehingga kompetisinya sangat ketat,” kata Iwan Susanto, Wakil Ketua Umum API Pusat yang juga mantan Ketua Umum BPD API DIY.

Menurut Iwan, kondisi tersebut menjadikan produk industri kecil menengah (IKM) TPT domestik saat ini sulit berkembang. Berkaitan dengan hal itu, Iwan sependapat dengan Robby terkait dengan revisi Permendag Nomor 8 tahun 2024 yang berisi pelonggaran impor dan pengurangan persyaratan impor dengan peraturan teknis.

Sementara Dr Y Sri Susilo, Wakil Ketua Bidang Ekonomi BPD API DIY, mengatakan, program kerja BPD API DIY periode 2024-2029 sebagian melanjutkan program kerja periode sebelumya. Program kerja jangka pendek fokus menyiapkan event pameran TPT internasional di Yogyakarta pada tahun 2025. Sedangkan program jangka panjang adalah membantu mewujudkan harapan Sri Sultan Hamengku X (Gubernur DIY) yakni menjadikan Yogyakarta sebagai pusat fashion dunia. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *