Dari Boyolali, Alarm Karhutla Jawa Tengah Dibunyikan

beritabernas.com – Langit Boyolali tampak diselimuti awan ketika sekitar 400 peserta berkumpul mengikuti Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Rabu 24 Juni 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi momentum memperkuat kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa, Eduward Hutapea bersama jajaran staf.

Apel kesiapsiagaan ini digagas oleh Kementerian Kehutanan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi pengendalian karhutla secara nasional. Bertindak sebagai inspektur apel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmika.

Kapusdal LH Jawa, Eduward Hutapea (kiri) bersama Kepala DLHK Jawa Tengah Heru Djatmika (kanan kemeja putih) saat menghadiri Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Boyolali, 24 Juni 2026. Foto Fery

Heru Djatmikamenegaskan bahwa hutan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekologis, keberlanjutan sumber daya alam, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kawasan hutan dan mencegah kebakaran tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi seluruh pihak.

Ia menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki kawasan hutan seluas sekitar 1.385.039 hektare atau sekitar 42,56 persen dari luas wilayah provinsi. Besarnya kawasan tersebut menjadikan hutan sebagai penyangga kehidupan, mulai dari menjaga tata air, keanekaragaman hayati, hingga mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Diperlukan kesiapsiagaan, kepedulian, dan kerja kolaboratif seluruh unsur untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menurut Heru, potensi karhutla harus diantisipasi sejak dini, terutama menghadapi musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko munculnya titik panas (hotspot) dan kebakaran di wilayah rawan. Pencegahan menjadi kunci agar kejadian kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Baca juga:

Senada dengan itu, Kepala Pusdal LH Jawa Eduward Hutapea mengingatkan bahwa dampak fenomena El Niño perlu diwaspadai karena dapat memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah titik panas, mempercepat penyebaran api, serta memperbesar risiko gangguan kualitas udara dan kesehatan masyarakat akibat asap kebakaran.

“Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa ketika kemarau berlangsung lebih panjang akibat pengaruh El Niño, risiko kebakaran cenderung meningkat. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas bersama sebelum kebakaran terjadi,” kata Eduward.

Sejumlah langkah strategis terus diperkuat, mulai dari pemantauan hotspot, identifikasi wilayah rawan kebakaran, peningkatan patroli, hingga edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, seperti pembakaran lahan secara terbuka.

Perserta Apel Siaga tengah berfoto bersama. Foto. Fery

Selain aspek pencegahan, kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman juga menjadi perhatian. Seluruh unsur diminta memastikan koordinasi berjalan efektif sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kebakaran.

Apel tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kawasan hutan dan mencegah dampak karhutla terhadap lingkungan, masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem.

Dari Boyolali, pesan kesiapsiagaan dikirim: sebelum api datang, seluruh elemen harus sudah berada dalam satu barisan. (Yustinus Ade, Pusdal LH Jawa)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *