beritabernas.com – ISEI Cabang Yogyakarta/ISEI DIY bersama Kadin DIY akan meluncurkan event Jogja Inspira untuk menjaga dan memelihara Kota Yogyakarta sebagai episentrum kreativivitas seni dan budaya, termasuk musik, sketsa dan puisi.
Untuk edisi perdana event Jogja Inspira menampilkan Anggito Abimanyu (Ketua Dewan Komisioner LPS/Guru Besar UGM/Musisi/Penyair), Bambang Herras (Pelukis Sketsa) dan Ova Emilia (Rektor UGM/Pembaca Puisi). Di samping itu juga Brian Prasetyoadi (Penyanyi) dan Afriza Animawan (Musisi).
Menurut Y Sri Susilo, Ketua Panitia “Jogja Inspira #01, pergelaran Jogja Inspira diselenggarakan di Ndalem Poenokawan Cafe dan Gallery Yogyakarta, Minggu 30 Agustus 202 “Jogja Inspira lahir dengan semangat untuk mendorong pergelaran musik yang dikolaborasikan dengan seni yang lain, seperti puisi dan sketsa lukisan.
Robby Kusumaharta, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang 1 Kadin DIY yang juga salah satu penggagas lahirnya Jogja Inspira, mengatakan, pengurus Jogja Inspira harus bekerja keras agar Jogja Inspira dapat berlanjut dan berkesinambungan secara periodik menampilkan kolaborasi musisi dan seniman.

“Sebagai salah satu kota barometer musik di Indonesia, pergelaraan musik dengan berbagai skala harus didorong untuk dapat berkembang,” ujar Anggito Abimanyu yang juga penggagas Jogja Inspira.
Selanjutnya, menurut Anggito, gelar musik dan seni Jogja Inspira diselenggarakan di tempat (cagar budaya) yang mempunyai sejarah dengan Kota Yogyakarta. Kali ini dipilih Ndalem Poenokawan (Balaikota lama) yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Dalam “Jogja Inspira #01” Anggito Abimanyu membagikan buku kumpulan puisi atau syair yang berjudul Pelita Hati: Untaian Syair Cinta Tanpa Syarat. Buku ini merangkum 11 syair religi bercorak Islami yang ditulis oleh Anggito dalam kurun waktu 13 tahun (2009–2022). Syair-syair di dalamnya mengandung refleksi kontemplatif, doa, nasihat kehidupan, serta dakwah kebaikan.
Baca juga:
- Festival Gemblong #4 di RT 21 Tlogo Prambanan Perkuat UMKM dan Lestarikan Budaya
- Pentas Seni Ketoprak di Gereja Katolik Babadan Mampu Menghibur dan Menyatukan Umat
Menurut Anggito, keindahan lirik dan bait syair dalam buku ini telah menginspirasi berbagai musisi besar Indonesia untuk menggubahnya menjadi karya musik orkestra dan religi. Lagu-lagu tersebut diaransemen oleh tokoh musik seperti Erwin Gutawa, Dwiki Dharmawan, dan Singgih Sanjaya dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama seperti Dira Sugandi, Brian Jikustik, hingga grup Nasyid Snada.
Salah satu puisi karya Anggito Abimanyu yang berjudul “Hadiahkanlah NirwanaMu” dibaca dan dibawakan dengan sendu oleh Ova Emilia (Rektor UGM). Lagu “Syair Indah” yang merupakan salah satu puisi karya Anggito, dinyanyikan dengan apik oleh Brian Prasetyoadi (d/h dikenal sebagai Brian Jikustik). Lagu lain yang dinyanyikan oleh Brian adalah “Damai Bersamamu”.
Pada saat lagu tersebut Bambang Herras mebuat lukisan yang menggambarkan lagu tersebut. Dalam menyanyikan lagu karya Anggito, Brian ditemani oleh musisi Afriza Animawan (keyboardist). Acara “Jogja Inspira #01” ditutup persembahan lagu “Simponi Raya” (Karya Guruh Sukarnopoetra) yang dibawakan oleh Brian Prasetyoadi.

Pergelaran “Jogja Inspira #01” dihadiri oleh 60 tamu undangan yang merepresentasikan Pengurus KADIN DIY, ISEI Cabang Yogyakarta, Akademisi, Seniman Budayawan dan Media. Hadir dalqam kesempatan tersebut antara lain GKR Mangkubumi (Ketua Umum KADIN DIY), Didi Achjari (Ketua ISEI Cabang Yogyakarta), Wawan Harmawan (Wawali Yogyakarta), Hermanto (Deputi Deputi Kepala BI DIY), Eko Junianto (Kepala OJK DIY), Santosa Rochmat (Dirut Bank BPD DIY), Wiendu Nuryanti, Agus Maryono, Titik Murtiningsih (Guru Besar UGM) dan Dorothea Wahyu Ariani (Guru Besar UMBY). “Untuk “Jogja Inspira #02” mendatang akan tampil musisi Nano Tirta”, jelas Y. Sri Susilo (Ketua Panitia) yang juga Dosen FBE UAJY.
Menurut Y Sri Susilo, Kota Yogyakarta memiliki hubungan yang sangat erat dengan dunia musik. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu episentrum kreativitas seni paling hidup di Indonesia. Dari alunan tradisional Keraton hingga distorsi musik eksperimental bawah tanah, Yogyakarta adalah rumah bagi ekosistem musik yang inklusif, unik, dan terus berevolusi.
Selain itu, Kota Yogyakarta adalah pusat kebudayaan Jawa yang terkenal dengan tradisi seni yang hidup, seperti Taman Budaya Yogyakartam, kawasan Malionoro dan Museum Sonobudoto. Kota ini menjadi rumah bagi para seniman dan pelestari tradisi.Di samping itu, Kota Yogyakarta adalah pusat budaya Jawa yang penting, terkenal dengan tradisi keraton, seni, dan filosofi hidup yang kuat. (phj)
There is no ads to display, Please add some