beritabernas.com – Paskalis Korain, Kepala Kampung Wayane, Distrik Aifat Utaram Kabupaten Maybrat, Propinsi Papua Barat Daya, mempertanyakan kejelasan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel) di Kabupaten Maybrat.
Sebab, sejak Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tentang Kopdeskel hingga pengurusan akta notaris, sampai hari ini, pemerintah Kampung Wayane belum mendapat kejelasan terkait perkembangan pembangunan Kopdeskel. Sementara dana desa sudah dipotong untuk jaminan modal Kopdestel mulai tahun ini.
Baca juga:
- Kepala Dinas dan Ketua DPRD Turun Tangan, Masalah SD YPPK St Agustinus Mosun Selesai
- Kepala Kampung Wayane Desak Penyelesaian Segera Konflik di SD YPPK Santo Agustinus Mosun Wayane
“Kami berharap dinas terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Kabupaten Maybrat, agar berkomunikasi berjenjang untuk memastikan apa kendalanya. Terutama Dinas Koperasi agar bergerak bersama pendamping Kopdeskel untuk memastikan lahan yang selama ini menjadi kendala utama pembangunan Kopdeskel,” kata Paskalis Korain, Kepala Kampung Wayane, dalam rilis yang dikirim kepada beritabernas.com, Sabtu 25 Juli 2026.
Menurut Paskalis Korain, sudah tiga kali pergantian pendamping, tapi sampai saat ini belum ada perkembangan terkait kapan pembangunan Kopdeskel itu dimulai. Jika belum ada kejelasan, sebaiknya dana desa dikembalikan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Karena sejatinya di Papua secara umum dan Maybrat khususnya, segala kebutuhan masyarakat seperti rumah layak huni, jalan lingkungan, air bersih, UMKM dan kebutuhan pendidikan hanya bisa dijawab dengan dana desa. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some