KSP CU Dharma Prima Kita Ikut Berperan Membangun Ekonomi Lewat Jasa Simpan Pinjam

beritabernas.com – Koperasi Simpan Pinjam Credit Union (KSP CU) Dharma Prima Kita ikut berperan dalam membangun ekonomi keluarga sebagai fondasi ekonomi nasional lewat usaha jasa simpan pinjam. Melalui jasa simpan pinjam, para anggota dapat membantu dirinya sendiri, menolong sesama dan merencanakan masa depan.

Melalui kerja sama yang baik dari pengurus, pengawas dan anggota dengan dasar saling percaya, KSP CU Dharma Prima Kita terus maju dan berkembang hingga sekarang. Dengan jumlah anggota hampir 4.000 orang atau tepatnya 3.828 orang, koperasi ini berkembang pesat dan eksis hingga sekarang.

Baca juga:

Hal itu disampaikan Yofef F Semana SH MH, Ketua KSP CU Dharma Prima Kita, pada Rapat Anggota Tahunan Tutup Buku Tahun 2025 KSP CU Dharma Prima Kita di Gedung KSP CU Dharma Prima Kita Jalan Kebon Agung Dusun Nganti, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Sabtu 7 Pebruari 2026.

Yosef F Semana yang juga pendiri KSP CU Dharma Prima Kita mengatakan, sebelum pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 8 tahun 2023 tentang Pengelolaan Koperasi Simpan Pinjam yang mewajibkan semua pengurus memiliki Sertifikat Kompetensi, Surat Uji Kepatutan dan Kelayakan, semua pengurus dan pengawas KSP CU Dharma Prima Kita sudah memiliki kedua sertifikat tersebut dengan nilai yang luar biasa yakni di atas 90.

Para pengurus, pengawas dan pejabat Muspika foto bersama Asisten Deputi bidang Kelembagaan Kemenkop dan Digitalisasi Ri Jatmiko (tengah) usai membuka RAT KSP CU Dharma Prima Kita, Sabtu 7 Pebruari 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Karena itu, menurut Yosef F Semana, masyarakat tidak keliru atau tidak salah memilih KSP CU Dharma Prima Kita dan menjadi anggota. Sebab, pengurus dan pengawas KSP CU Dharma Prima Kita sudah mengusai pengetahuan (knowledge), memiliki skil yang memadai dan sikap mental yang baik dalam mengelola koperasi tersebut.

Yosef kembali menegaskan bahwa KSP CU Dharma Prima Kita merupakan milik anggota, bukan milik pengurus dan pengawas. Dan sesuai pengertian Credit Union (CU) yakni kumpulan orang-orang yang bersepakat untuk menabungkan (simpan) uangnya lalu dikelola secara bersama dan dipinjamkan (pinjam) kepada sesama anggota yang membutuhkan untuk tujuan produktif dan kesejahteraan.

Sampai saat ini, KSP CU Dharma Prima Kita memiliki aset sebesar Rp 56,333 miliar lebih aset. Untuk melindungi uang anggota, baik simpanan maupun pinjaman, maka semua tabungan dan pinjaman dilindungi asuransi. Bahkan anggota tidak perlu membayar premi asuransi tersebut karena yang membayar adalah KSP CU Dharma Prima Kita yang diambil dari margin pendapatan setiap bulan.

Diapresiasi pemerintah

Kebijakan KSP CU Dharma Prima kita yang mengasuransikan anggota maupun simpanan dan pinjaman diapresiasi oleh pemerintah melalui Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Digitalisasi RI Henra Saragih SH MH S.Kn yang diwakili Jatmiko selaku asistennya. Menurut Jatmiko, apa yang dilakukan KSP CU Dharma Prima Kita yang tidak hanya mengansuransikan anggota tapi juga simpanan dan pinjamannya merupakan langkah yang tepat dan benar. Apalagi, perusahaan asuransi yang dipilih adalah dari pihak ketiga atau perusahaan di luar koperasi, bukan dari koperasi itu sendiri.

Ketua KSP CU Dharma Prima Kita Yosef F Semana SH MH (memegang mic) memimpin RAT KSP CU Dharma Prima Kita, Sabtu 7 Pebruari 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

“Ini sudah benar dan tepat. Tidak hanya mengasuransikan anggota tapi juga simpanan dan pinjaman. Hal ini untuk memberi keamanan dan kenyamanan bagi anggota atas simpanan dan pinjamannya. Pemilihan asuransi juga sudah tepat yakni dari luar koperasi, bukan dari koperasi itu sendiri. Karena koperasi memang tidak diperkenakan untuk menjalankan usaha jasa asuransi,” kata Jatmiko dalam sambutan pada pembukaan RAT KSP CU Dharma Prima Kita.

Henra Saragih juga mengapresiasi KSP CU Dharma Prima Kita yang secara rutin menyelenggarakan RAT setiap tahun. Karena tidak semua koperasi melaksanakan RAT secara rutin dengan berbagai alasan, antara lain enggan dan takut melaksanakan RAT. Bahkan data tahun 2023, dari 131.000 koperasi di Indonesia, hanya 38 persen yang melaksanakan RAT termasuk di dalamnya KSP CU Dharma Prima Kita.

“Koperasi yang tidak mengadakan RAT secara rutin kemungkinan ada yang disembunyikan sehingga tidak mau mempertanggunjawabkan kepengurusan dalam forum RAT. Padahal RAT merupakan momen penting bagi kita semua dalam mewujudkan prinsip koperasi yakni transparan, kredibel dan akuntabel,” kata Henra Saragih.

Dalam RAT KSP CU Dharma Prima Kita, selain pembagian SHU kepada semua anggota baik yang hadir maupun tidak hadir serta pembagian puluhan doorprize menarik kepada anggota yang hadir dan beruntung melalui undian. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *