Pinjol dan Perdagangan Manusia, Dua Isu Krusial Ikut Dibahas dalam Rapat Pleno KPKC KAS

beritabernas.com – Masalah kemanusiaan, seperti migrasi dan human trafficking (perdagangan orang) maupun pinjaman online (pinjol) merupakan dua isu krusial yang ikut dibahas dalam pertemuan pleno Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) dan jejaring terkait Keuskupan Agung Semarang (KAS) di Rumah Retret Santa Maria Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah pada 26-27 September 2026.

Migrasi dan perdagangan manusia (human trafficking) terjadi karena mobilitas masyarakat untuk mencari pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan maupun memenuhi kebutuhan hidup. Selain membuka peluang yang positif, tetapi pada saat yang sama migrasi juga menghadirkan berbagai kerentanan seperti perdagangan manusia.

Di wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS), persoalan migran dan perdagangan orang dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain perekrutan tenaga kerja secara tidak bertanggung jawab, penipuan lowongan pekerjaan, pemberangkatan pekerja tanpa prosedur yang memadai, eksploitasi tenaga kerja, upah yang tidak layak atau tidak dibayarkan, penahanan dokumen, kekerasan, eksploitasi seksual, eksploitasi terhadap anak, perdagangan bayi dan berbagai bentuk pemaksaan dan jeratan utang.

Patricius Kianto Atmodjo, salah satu narasumber dalam pertemuan KPKC KAS. Foto: Dok KPKC

Terkait isu ini (perdagangan manusia), KKPKC masing-masing Kevikepan diminta melakukan pendataan yang akan dipergunakan untuk pemetaan kasus migrasi dan human trafficking. Pengalaman advokasi yang dibagikan oleh Talitakum dan KKPKC Kevikepan Yogyakarta Timur menjadi pemantik peserta untuk lebih mendalami permasalahan ini dari ragam modus dan cara identifikasi kasus. Selanjutnya diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan juga dapat membantu melakukan pendampingan.

Sementara isu krusial lain yang dibahas dan menjadi pusat perhatian pada pertemuan kali ini adalah tentang masalah pinjaman online dan judi online yang menjadi trigger berbagai permasalahan dalam keluarga-keluarga Katolik.

Baca juga:

Dalam pertemuan ini juga terungkap bahwa KKPKC sudah menjadi salah satu Komisi yang diakui di KWI dan Keuskupan. Selain itu, pertemuan kali ini juga membahas kemajuan KKPKC di masing-masing Kevikepan mengenai pelaksanaan Paroki Hijau yang ternyata menunjukkan langkah positif yaitu adanya buku panduan yang dibuat oleh KKPKC Kevikepan Surakarta dan Tim Formasi Gerakan Paroki Hijau gabungan dari beberapa komisi antara lain HAK, KKPKC, PK3, Komsos Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat.

Kemudian, adanya sinergi yang telah dilakukan masing-masing Kevikepan baik antarkomisi, akademisi, pemerintah maupun komunitas ataupun ormas untuk mendorong Gerakan Paroki Hijau diharapkan dapat dilanjutkan sampai menjadi kebiasaan baik di tingkat keluarga.

Salah satu narasumber menyampaikan materi dalam pertemuan pleno KPKC dan jejaring terkait Keuskupan Agung Semarang (KAS) di Rumah Retret Santa Maria Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Dok KPKC

Pada akhir pertemuan KKPKC masing-masing Kevikepan mempresentasikan programasi yang akan dilaksanakan dalam sisa tahun 2026 sampai tahun 2027. Beberapa program kerja yang akan dilaksanakan adalah pemetaan kerawanan wilayah di Kevikepan, penyuluhan anti narkoba dan anti seks bebas, pencegahan dan pendampingan kasus dan advokasi, melaksanakan program Paroki Hijau untuk anak dan remaja yaitu Program Kita Penyelamat Bumi dengan sasaran anak Sekolah Dasar, animasi penggerak gender, pendataan dan regenerasi paralegal.

Sebagai peneguhan pada misa penutup Romo Antonius Bagas S.J mengingatkan kembali bahwa programasi ini hendaknya dijalankan dengan semangat pertobatan ekologis, tentu saja tidak dapat dikerjakan sendiri. Karena itu, diharapkan adanya sinergi antarkomisi, jejaring baik dengan akademisi, layanan kesehatan, layanan pendidikan, organisasi masyarakat dan pemerintah dapat dilakukan untuk mendorong pelaksanaan program.

Regenerasi dan melibatkan anak serta orang muda juga mutlak dilakukan agar nilai-nilai yang dihidupi oleh KKPKC dapat terjaga keberlangsungannya. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *