beritabernas.com – Keberlanjutan usaha pengelolaan sampah membutuhkan jejaring bisnis yang mampu menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, industri, pemerintah, komunitas, dan off-taker. Karena itu, PERSADA Langgeng Makmur (PLM) memperkuat jejaring tersebut melalui Business Networking Luncheon yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan program Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM), Rabu 7 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan di THE 101 Yogyakarta Tugu Hotel, Sleman, DIY tersebut mempertemukan sekitar 40 mitra dan pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha pengelolaan sampah, pemerintah, komunitas lingkungan, off-taker, sektor HORECA hingga mitra bisnis lainnya.
Direktur PERSADA Langgeng Makmur Bernadetta Widiandayani mengatakan berakhirnya program SULE-WM tidak semestinya menjadi akhir dari proses penguatan usaha pengelolaan sampah. Justru, keberlanjutan program perlu diterjemahkan ke dalam hubungan bisnis dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi para pihak.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni penutupan program. Yang lebih penting adalah bagaimana jejaring yang sudah terbentuk dapat terus berkembang menjadi kerja sama nyata, membuka pasar, memperkuat rantai pasok, dan membuat usaha pengelolaan sampah semakin berkelanjutan,” ujar Widiandayani.

Menurutnya, penguatan jejaring diperlukan karena usaha pengelolaan sampah tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaan pasar bagi produk hasil pengolahan sampah, kepastian pasokan bahan baku, dukungan pemerintah, serta keterlibatan industri dan masyarakat menjadi bagian penting dari keberlangsungan usaha.
Kepala Pusdal LH Jawa Eduward Hutapea yang menjadi salah satu pembicara dalam sesi Business Spotlight, menilai pengelolaan sampah membutuhkan ekosistem kolaborasi yang menghubungkan berbagai mata rantai.
“Kolaborasi seperti ini penting karena pengelolaan sampah membutuhkan mata rantai yang saling terhubung, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan hingga pasar. Ketika pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat bergerak dalam satu ekosistem, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan,” kata Eduward.
Baca juga:
Ia menambahkan, pendekatan ekonomi dalam pengelolaan sampah perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan. Sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik dapat memiliki nilai ekonomi, sekaligus mengurangi beban pencemaran dan tekanan terhadap tempat pemrosesan akhir.
Dalam kegiatan tersebut, PLM memaparkan profil, perkembangan usaha, serta capaian intervensi program SULE-WM. Pertemuan juga diisi Business Spotlight, diskusi peluang kolaborasi, dan round-table networking luncheon.
Sejumlah calon mitra yang hadir berasal dari berbagai sektor, antara lain UD Rajin Magelang, PT Sumber Barokah Sleman, Bowo Rosok Bantul, Hotel 101 Tugu Yogyakarta, Hotel 101 Style Yogyakarta, lembaga pendidikan dan riset, TPS3R, bank sampah, komunitas lingkungan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Program SULE-WM merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan keberlanjutan Waste Management Enterprise (WME). Dalam konteks PLM, penguatan jejaring diarahkan untuk membuka akses pasar, termasuk dengan off-taker sampah plastik, sektor HORECA, industri, institusi pendidikan dan riset, komunitas lingkungan serta pemerintah daerah.

Melalui pertemuan tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai capaian program, tetapi juga diberi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan dan peluang kerja sama. Fokus pembahasan mencakup pemasaran hasil pengolahan sampah, penguatan rantai pasok, kerja sama dengan sektor HORECA dan industri, dukungan pemerintah, serta kolaborasi dengan komunitas dan organisasi lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan Call to Action sebagai langkah awal untuk merumuskan tindak lanjut kerja sama. Format round-table networking luncheon kemudian dimanfaatkan untuk mempertemukan PLM dengan mitra yang telah terbangun maupun calon mitra baru secara lebih intensif.
Dengan demikian, penutupan program SULE-WM tidak berhenti sebagai penanda berakhirnya pendampingan, tetapi menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan membangun model usaha pengelolaan sampah yang lebih mandiri, berbasis pasar, serta berkelanjutan. (Yus/Danang, Pusdal Lingkunan Hidup Jawa)
There is no ads to display, Please add some