Presiden Jokowi Sebut Pendidikan sebagai Tanggung Jawab Bersama

beritabernas.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pendidikan bersama. Karena itu, dengan semangat kebersamaan, kerja keras dan cerdas, kita dapat memajukan pendidikan untuk menyongsong dan mengelola Indonesia yang maju

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Hanya dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan cerdas, kita dapat memajukan pendidikan untuk menyongsong dan mengelola Indonesia yang maju,” cuit Presiden Jokowi dikutip beritabernas.com dari akun twitternya.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi berkaitan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2023. Hal yang sama disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga Capres 2024 dari PDI Perjuangan.

Menurut Ganjar Pranowo, dunia pendidikan telah mengantar kita menjadi bangsa dan negara yang lebih bermartabat. Bahkan dalam sejarahnya, dunia pendidikan jadi stimulan sangat besar bagi bangsa kita untuk meraih kemerdekaan.

Karena itu, menurut Ganjar Pranowo, tidak ada alasan untuk menomorduakan pendidikan, terlebih di era yang penuh tantangan seperti sekarang. Masih banyak sekali pekerjaan rumah yang mesti kita kerjakan, terutatama untuk mewujudkan kepribadian yang berkebudayaan.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga momen ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat kita untuk mempertajam akal dan jiwa,”cuit Ganjar Pranowo di akun twitternya.

Guna mendukung kemajuan pendidikan, selain menggratiskan pendidikan bagi siswa SMAN/SMKN dan SLB, Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan pembiayaan bagi siswa dari keluarga tidak mampu, mulai siswa SD, SMP dan SMA sederajat.

Gubernur Jawa Tengah menyebut 70 persen bantuan untuk siswa di sekolah swasta dan 30 persen untuk siswa sekolah negeri. Karena cuma pendidikan yang bisa mengangkat derajat sebuah keluarga. Karena itu, anak-anak jangan sampai putus sekolah.

Flyer peringatan Hari Pendidikan Nasional. Foto: Twitter@ganjarpranowo

Selain bantuan siswa miskin, Jateng juga menyalurkan Bosda untuk Madrasah Aliyah, negeri maupun swasta. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 26 miliar.

“Inilah upaya kita untuk membuka akses seluas-luasnya kepada putra-putri bangsa terhadap pendidikan yang berkualitas. Lebih dari itu, guru juga tidak boleh ditinggal dalam pembangunan gerbong ini. Kesejahteraannya menjadi hal wajib yang mesti ditingkatkan agar semua nyaman dan optimal dalam mendampingi anak-anak belajar dan pendidikan menjadi ruang yang menyenangkan. Semoga cara-cara itu menjadi pintu masuk untuk menaikkan kualitas sumberdaya manusia yang kita miliki,” kata Ganjar Pranowo. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *