beritabernas.com – Sebanyak 21 inovator, baik dosen, mahasiswa, praktisi dan profesional muda dari berbagai bidang mengikuti Falling Wallas Lab Yogyakarta 2026 yang digelar di Ruang Teatrikal Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Dr Sardjito UII, Kamis 21 Mei 2026. Ke-21 peserta yang merupakan hasil seleksi dari 100 peserta sebelumnya itu akan dipilih satu orang untuk maju ke final di Berlin, Jerman pada bulan November 2026.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 ini diadakan oleh UII bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, DAAD Regional Office Jakarta dan EURAXESS. Falling Walls Lab merupakan sebuah ajang kompetisi internasional yang mempertemukan para inovator muda, peneliti, akademisi dan praktisi dari berbagai bidang. Dalam forum ini, peserta mempresentasikan gagasan inovatif dan inspiratif dalam format singkat yakni masing-masing 3 menit.
Baca juga:
- Penelitian dan Inovasi Dosen UII Kembangkan Prototipe Sistem AI untuk Pemetaan Layanan Pariwisata Halal
- Integrasi Metode Live Forensics dan Framework D4I untuk Investigasi Serangan DDoS pada Jaringan IPv6 Berhasil Diimplementasikan
Director of DAAD Regional Office Jakarta Dr Guido Schnieders dalam jumpa pers bersama Head of Science and Technology Section Kedutaan Besar Jerman Jakarta, Annisa Fitria, Rektor UII Prof Fathul Wahid, KRMH Tatas Hardo Panintingjati Brotosudarmo PhD dari EURAXESS Representative for ASEAN dan Muhammad Iqbal Fauzi SE, Head of the Learning and Student Affairs, LLDikti V Yogyakarta, Kamis 21 Mei 2026, mengungkapkan, Falling Walls Lab merupakan salah satu bentuk komitmen Jerman dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi dan kolaborasi akademik internasional.
Dalam forum ini, penyelenggara memberi kesempatan kepada inovator, baik dosen, mahasiswa, praktisi, dan profesional muda, untuk mempresentasikan ide, hasil riset, model bisnis maupun inisiatif sosial dalam waktu tiga menit kepada dewan juri dan publik. Program ini merupakan bagian dari jaringan global Falling Walls Foundation yang berbasis di Berlin, Jerman.
Dari 21 finalis yang mengikuti Falling Walls Lab Yogyakarta yang berasal dari berbagai universitas dan institusi di Indonesia maupun luar negeri mempresentasikan ide terbaik mereka di hadapan dewan juri internasional. Kemudian akan dipilih salah satunya untuk maju dalam final yang digelar di Berlin, Jerman pada bulan November 2026.
Dengan mengusung semangat Breaking the Wall, acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menawarkan solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari kesehatan, energi, pendidikan, lingkungan, teknologi hingga isu sosial dan kemanusiaan.

Rektor UII Prof Fathul Wahid mengatakan, Falling Walls Lab merupakan ruang penting bagi lahirnya gagasan-gagasan transformatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
Sementara Annisa Fitria, Head of Science and Technology Section Kedutaan Besar Jerman Jakarta, mengatakan, dalam kompetisi tahun ini dimana UII sebagai tuan rumah menghadirkan beragam tema inovatif yang relevan dengan isu global kontemporer. Di antaranya adalah gagasan tentang pemberantasan perdagangan manusia, kesenjangan energi di pedesaan, kesehatan mental, pengelolaan limbah plastik dan sawit, teknologi biofuel, restorasi pascatambang, terapi diabetes inovatif hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dan energi bersih.
Selain kompetisi presentasi, acara juga dihadiri 70 peserta dan dimeriahkan dengan seremoni pembukaan, penampilan budaya Tari Genjring oleh unit kegiatan mahasiswa tari Xaviera UNISI, sesi pengenalan dewan juri dan penyerahan penghargaan kepada finalis terbaik untuk melangsungkan final internasional Falling Walls Lab di Berlin, Jerman.
Dewan juri terdiri atas para akademisi dan profesional dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk UGM, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan EURAXESS Worldwide ASEAN.
Melalui penyelenggaraan Falling Walls Lab Yogyakarta 2026, UII berharap dapat terus memperkuat budaya inovasi, riset dan kolaborasi internasional di kalangan generasi muda Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya solusi kreatif dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik. (phj)
There is no ads to display, Please add some