31 Lulusan Sekolah Lansia Standar-1 EduSia UII Maharani Diwisuda

beritabernas.com – Sebanyak 31 lulusan Sekolah Lansia Standar-1 EduSia UII diwisuda di Auditorium Fakultas Kedokteran Lantai 4 Kampus Terpadu UII, Selasa 7 Juli 2026. Mereka merupakan lulusan nonformal hasil kerjasama UII, BKKBN DIY dan Dinas P3AP2KB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Yogyakarta.

Seperti layaknya lulusan perguruan tinggi formal, para warga lansia yang rata-rata berusia 60 tahun ke atas bahkan ada yang berusia 82 tahun mengenakan pakaian wisuda lengkap dengan toga. Dengan diiringi musik tradisional Jawa dengan langkah pelan mereka memasuki ruang wisuda dengan penuh percaya diri.

Prof Ir Eko Siswoyo ST MSc.ES PhD IPU, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, dalam sambutan pada acara wisuda lulusan Sekolah Lansia Edusia UII Maharani tersebut mengapresiasi semangat para wisudawan yang mengikuti sekolah lansia. Sebab, meski sudah berusia lanjut namun mereka tetap semangat mengikuti setiap kegiatan di sekolah lansia tersebut.

Para wisudawan mengikuti prosesi untuk mengikuti acara wisuda, Selasa 7 Juli 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Sementara dr Riana Rahmawati M.Kes PhD, Ketua Tim EduSia UII, mengatakan, EduSia UII merupakan sekolah lansia berbasis perguruan tinggi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan mengusung semangat SMART (Sehat, Mandiri, Aktif dan Bermartabat), sekolah lansia ini mempersiapkan lansia agar tetap sehat secara fisik, tangguh secara mental, aktif berpartisipasi dalam keluarga dan masyarakat serta mampu menjalani proses penuaan secara bermakna.

Menurut dr Riana, selama mengikuti Sekolah Lansia Standar-1, para warga belajar memperoleh materi yang mencakup berbagai aspek kehidupan lansia, antara lain proses menua yang sehat, pengelolaan penyakit kronis, gizi, akrivitas fisik, pencegahan jatuh, kesehatan mental, spiritualitas, literasi digital dan pengenalan konsepl 7 lansia tangguh.

Pembelajaran dikemas secara interkatif melalui ceramah, diskusi, praktik dan aktivitas kelompok. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan skrining kesehatan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pemantauan konisi kesehatan lansia.

“Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan EduSia UII karena mengintegrasikan pendidikan kesehatan, pelayanan promotif dan pendampingan masyarakat dalam satu program yang berkelanjutan,” kata dr Riana.

Ia mengatakan bahwa program EduSia UII merupakan bagiana dari komitmet UII dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sejalan dengan meningkatkan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, perguruan tinggi seperti UII memiliki peran strategis dalam mengembangkan inovasi program yang mampu meningkatkan kualitas hidup lansia secara berkelanjutan.

Baca juga:

Ke depan, kata dr Riana, EduSia UII akan melanjutkan program pemberdayaan lansia melalui Sekolah Lansia Standar-2 yang berfokus pada penguatan peran lansia dalam keluarga, peningkatan kapastas kader dan pengembangan berbagai kegiatan pemberdayaan agar para lulusan tetap aktif, produktif dan berkontribusi di masyarakat.

“Melalui penyelenggaraan Wisuda Sekolah Lansia EduSia UII Maharani ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia,” harap dr Riana.

Rohina, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwwakilan BKKBN DIY, mengungkapkan, Sekolah Lansia EduSia UII Maharani diselenggarakan untuk mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Akif dan Bermartabat) melalui 7 dimensi lansia tangguh. Sekolah lansia merupakan modal pendidikan nonformal bagi lanjut usia yang menerapkan kurikulum terpadu yang memanfaatkan latihan, permainan dan senam untuk memberikan pengetahuan kepada peserta lansia terkait bagaimana menjaga kemandirian dan mencegah penyakit degeneratif.

Menurut Rohina, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan lansia yang produktif adalah melalui Sekolah Lansia, yang mengembangkan konsep pendidikan sepanjang hayat (long life education) sehingga lansia menjadi produktif dan sejahtera.

Sebagian peserta wisuda duduk santai sebelum acara wisuda. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

“Saya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, Fakultas Kedokteran UII beserta Tim Edusia UII, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Forum Koordinasi dan komunikasi antara pemerintah Kemantren Kotagede dan Kalurahan Purbayan serta kepada seluruh kader Edusia UII Maharani,” ucap Rohina.

Ia menambahkan bahwa saat ini BKKBN telah bertransformasi menjadi Kementerian, yaitu Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Kemendukbangga/BKKBN memiliki program strategis yang diimplementasikan dalam beberapa Program Prioritas, dan salah satu prioritas tersebut adalah Lansia Berdaya.

Lansia Berdaya (SIDAYA) merupakan upaya pendampingan bagi keluarga lansia dan oleh lansia itu sendiri melalui kepedulian dan peran serta multi sektor agar lansia menjadi tangguh, sehat, mandiri serta merasa aman dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan sesuai dengan minat dan potensinya. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *