Gunung Sumbing Naik Kelas, Jalur Pendakian Internasional Mulai Dibuka

beritabernas.com – Jalur pendakian internasional Gunung Sumbing melalui Basecamp Bimawari, Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Temanggung, Jawa Tengah mulai dibuka (soft opening) pada Selasa 4 Maret 2026. Soft opening jalur pendakian bertaraf internasional itu sebagai salah satu upaya agar Gung Sumbing naik kelas dengan menghadirkan destinasi pendakian yang aman dan nyaman, profesional dan berstandar internasional.

Pembukaan jalur pendakian internasional Gunung Sumbing melaluia Basecamp Bimawari, Dukuh Seman ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Pemerintah Desa Wonosari sebagai bentuk sinergi antara sektor swasta dan pemerintah desa dalam pengembangan potensi wisata alam berbasis keselamatan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga:

Sapto Hariyono, CEO PT Indo Asia Sinergi Sejahtera, dalam acara soft opening jalur pendakian internasional Gunung Sumbing, Selasa 4 Maret 2026, mengatakan, pengembangan jalur pendakian basecamp Bimawari, Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Temanggung ini dirancang dengan pendekatan manajemen modern yang mengedepankan standar keselamatan internasional.

Sebelum melewati jalur ini, kata Sapto Hariyono, seluruh pendaki akan mendapatkan pembekalan melalui video safety induction yang wajib ditonton, khususnya untuk jalur dengan tingkat risiko dan medan yang menantang. Edukasi ini dimaksudkan untuk memastikan setiap pendaki memahami karakteristik jalur, potensi bahaya dan prosedur keselamatan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan Gunung Sumbing.

Kades Wonosari Agus Parmuji (kanan) saat menerima CEO IndoAsia Sinergi Sejahtera Sapto Hariyono (ketiga dari kiri) beserta tim, Selasa 4 Maret 2026. Foto: Istimewa

Dikatakan Sapto, sbagai bagian dari sistem pengamanan terpadu, jalur ini telah dilengkapi dengan teknologi GPS tracking yang memungkinkan pemantauan pergerakan pendaki secara real-time. Implementasi sistem ini menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan keamanan, memperkuat sistem mitigasi risiko dan mempercepat respons dalam kondisi darurat.

Momentum soft opening jalur pendakian internasional ini ditandai dengan pembukaan pintu gerbang pendakian jalur Makukuhan-Dukuh Seman sebagai simbol dimulainya operasional jalur dengan tata kelola yang lebih terstruktur dan profesional.

Ke depan, kawasan ini juga akan segera menghadirkan fasilitas wall climbing berstandar internasional yang dirancang sebagai sarana latihan, edukasi teknik panjat dan pengembangan sport tourism. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik kawasan Makukuhan-Dukuh Seman tidak hanya bagi pendaki domestik, tetapi juga bagi komunitas olahraga alam dan wisatawan mancanegara.

Menurut Sapto Hariyono, pengembangan jalur ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan standar baru pengelolaan wisata alam di Indonesia. Iau menegaskan bahwa keselamatan, teknologi dan pemberdayaan masyarakat menjadi tiga pilar utama dalam pembangunan jalur internasional Makukuhan-Dukuh Seman.

CEO IndoAsia Sinergi Sejahtera Sapto Hariyono (kiri) dan Kades Wonosari Agus Pamuji (kanan) melakukan salam komando sambil menunjukkan dokume pernjanjian kerja sama, Selasa 4 Maret 2026. Foto: Istimewa

“Kami ingin menghadirkan sistem pendakian yang tidak hanya indah secara lanskap, tetapi juga kuat dalam manajemen keselamatan dan berbasis teknologi. Kolaborasi dengan Pemerintah Desa Wonosari menjadi fondasi penting dalam memastikan pengembangan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” ujar Sapto Hariyono.

Sementara Agus Parmuji, Kepala Desa Wonosari, mengapresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia berharap jalur pendakian internasional ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa. Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan akan terus diperkuat agar pertumbuhan pariwisata berjalan selaras dengan prinsip konservasi dan kesejahteraan warga.

“Kami optimistis jalur Makukuhan-Dukuh Seman akan menjadi kebanggaan Desa Wonosari dan mampu membawa dampak positif bagi generasi mendatang,”kata Agus Parmuji.

Melalui kolaborasi antara PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Pemerintah Desa Wonosari, pengembangan jalur pendakian internasional ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang pemberdayaan masyarakat dan memperkuat posisi Gunung Sumbing sebagai destinasi pendakian unggulan yang mengutamakan keselamatan, profesionalisme dan keberlanjutan lingkungan, dengan komitmen menghadirkan pengalaman pendakian yang aman dan nyaman bagi seluruh pendaki. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *