Kerja Bakti di Terminal Jombor, 199 Kilogram Sampah Terkumpul

beritabernas.com – Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DIY menggelar kegiatan kerja bakti atau kurve kebersihan di Terminal Tipe B Jombor, Sleman, Minggu 8 Maret 2026. Kegiatan yang diikuti 69 peserta dari Pusdal LH Jawa itu berhasil mengumpulkan sekitar 199,8 kilogram sampah dari area terminal.

Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan kawasan terminal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Dari total tersebut, 108,96 kilogram merupakan sampah organik 67,74 kilogram sampah non-organik dan 23,10 kilogram sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kepala Pusdal LH Jawa Eduward Hutapea mengatakan kegiatan gotong royong seperti ini perlu menjadi budaya bersama dalam pengelolaan lingkungan. “Gotong royong tidak boleh hanya dilakukan oleh staf kementerian atau pemerintah saja, tetapi harus menjadi budaya semua pihak,” ujarnya.

Peserta kurve tengah foto bersama seusai kerja bakti di Terminal Jombor. Foto: Istimewa

Menurut Eduward, kegiatan kurve diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat, komunitas, maupun pengelola kawasan untuk mengelola sampah secara mandiri. Apabila kegiatan tersebut dilakukan secara konsisten dan hasilnya terlihat, masyarakat diharapkan terdorong untuk melakukan hal serupa.

“Kalau tidak, kegiatan seperti ini bisa dianggap hanya seremoni tanpa dampak nyata. Itu yang harus kita hindari,” kata Eduward.

Ia menambahkan, kegiatan kurve juga menjadi bagian dari upaya nasional untuk memperkuat gerakan kebersihan lingkungan. Program ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Asri) yang diinstruksikan Presiden Prabowo guna mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara Kepala Seksi Pengelolaan Terminal B Jombor Dinas Perhubungan DIY Taufik Soekmawan mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut di kawasan terminal.

“Kami dari Dinas Perhubungan sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Harapannya kegiatan seperti ini dapat menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dengan baik,” ujarnya.

Baca juga:

Taufik menjelaskan, Terminal Tipe B Jombor memiliki luas sekitar 9.000 meter persegi, sebagian di antaranya merupakan tanah kas desa yang disewa pemerintah. Terminal ini melayani berbagai jenis angkutan, mulai dari angkutan perkotaan, antar kota dalam provinsi (AKDP) hingga antar kota antar provinsi (AKAP) yang melayani rute ke sejumlah kota di Pulau Jawa hingga Sumatera.

Untuk mendukung pengelolaan kebersihan, pengelola terminal menyediakan berbagai fasilitas, antara lain tempat sampah di sejumlah titik, kantong sampah, serta tempat penampungan sementara di sisi barat terminal yang secara berkala diangkut oleh pihak ketiga.

Selain itu, tersedia tiga unit mikrobak sampah serta puluhan tempat sampah yang tersebar di ruang tunggu penumpang, area keberangkatan, dan di sekitar 44 agen perjalanan di dalam terminal.

Namun, menurut Taufik, pengelolaan sampah di terminal masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya peningkatan biaya pengangkutan sampah setiap tahun. Karena itu, pengelola terus berupaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar lebih efektif.

Peserta kegiatan kurve atau kerja bakti di Terminal Jombor, Sleman. Foto: Istimewa

Salah satu peserta kegiatan, Setyo Winarso-Penyuluh Lingkungan Ahli Madya Pusdal LH Jawa, menilai kegiatan gotong royong tersebut penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Kegiatan ini memberi pesan kepada masyarakat bahwa sampah adalah masalah kita bersama. Karena itu untuk mengatasinya semua pihak harus bergerak, tanpa kecuali,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk memperkuat kerja sama dengan masyarakat dalam menangani persoalan sampah secara lebih serius dan berkelanjutan. (Yustinus Ade, Staf Pusdal Lingkungan Hidup Jawa)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *