Komunitas Mlampah Ziarah Chapter Malang Makin Giat Gelar Kegiatan

beritabernas.com – Setelah resmi terbentuk dan diberkati dalam misa pada WMSS Special 15 Pebruari 2026 di Gua Maria Lourdes Sendangsono, Kalibawang, Kulonprogo, DIY, Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) Chapter Malang makin giat menggelar kegiatan mlampah ziarah. Bahkan sebelum diresmikan, KMZ Chapter Malang sudah mengadakan kegiatan mlampah ziarah dengan start dari Tugu Singa atau depan Stasiun Malang Baru dan finish di Pertapaan Karmel Ngadireso, Malamg pada 7 Januari 2026.

Sejak itu, KMZ Chapter Malang secara rutin mengadakan kegiatan mlampah ziarah dengan lokasi start yang berbeda dan finish di tempat yang sama dengan jarak dan elevasi yang hampir sama.

Baca juga:

AH Hendrawanto, Ketua KMZ Chapter Malang, kepada beritabernas.com, Selasa 10 Maret 2026, mengatakan, pada kegiatan mlampah ziarah yang pertama 7 Januari 2026 dengan start dari Tugu Singo dan finish di Pertapaan Karmel, Ngadiroso, Malang, diikuti 100 peserta yang berasal dari berbagai kota seperti Jogja, Solo, Surabaya dan dari Malang sendiri sebagai tuan rumah.

Kemudian, pada 25 Januari 2026 kembali digelar dengan jarak yang lebih pendek sekitar 500 meter karena memotong jalur. Pada kegiatan yang kedua ini diikuti 95 peserta yang hampir semuanya berasal dari Malang sendiri. Sedangkan yang ketiga diadakan pada 8 Maret yang diikuti 50 peserta dengan start dari Patung Perjuangan Kota Malang depan Patung Singa karena Patung Singa sedang ditutup menjelang Lebaran.

Peserta mlampah ziarah malang foto bersama di depan Patung Perjuangan Kota Malang. Foto: Dok KMZ Chapter Malang

Menurut AM Hendrawanto yang biasa disapa Hogy, sediktinya peserta pada kegiatan mlampah ziarah yang ketiga karena bersamaan dengan persiapan paskah dimana banyak umat yang sibuk mengikuti kegiatan menjelang Paskah. Namun, diperkirakan jumlah peserta akan lebih banyak pada kegiatan mlampah ziarah berikutnya yang menurut rencana akan diadakan pada 24 Mei 2026.

Saat ini, menurut Hogy, anggota KMZ Chapter Malang sebanyak 102 orang. Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah dengan semakin sering dan rutinnya kegiatan mlampah ziarah di Malang.

Dengan jarak 24 kilometer dari Kota Malang sampai Pertapaan Karmel dengan elevasi 700-an, jalur mlampah ziarah di Malang tidak terlalu berat. Sehingga bisa diikuti oleh siapa saja, termasuk para pemula yang jarang berjalan kaki.

Jalur tersebut memiliki pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk, terutama sekitar 5 kilometer menjelang Pertapaan Karmel karena di sana banyak pepohonan yang rindang dan minim kendaraan bermotor yang lewat.

Sebagian peserta mlampah ziarah foto bersama dengan latar belakang pemandangan yang indah, Minggu 8 Maret 2026. Foto: Dok KMZ Chapter Malang

Beberapa peserta mengaku dalam mengikuti kegiatan mlampah ziarah dari Kota Malang ke Pertapaan Ngadireso harus siap dengan segala kondisi yang ada seperti cuaca, jalan, kesehatan jasmani dan rohani. Dengan cuaca sangat panas sekitar pada ja, 09.00 ke atas membuatnya kewalahan dengan medan/ jalur baru, meski lebih rindang dan tidak bising tetapi ada jalan makadam yang membuat konsentrasi harus lebih fokus. Peserta mengapresiasi panitia yang menentukan jalur karena suasananya rindang meski ada tantangan makadamnya.

Secara umum para peserta mengapresiasi panitia atau pengurus KMZ Chapter Malang yang sudah menggelar kegiatan mlampah ziarah secara rutin dengan rute yang sedikit berubah dan lebih pendek, suasana lebih rindang dan udara yang sejuk dengan pemandangan yang indah. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *