Prof Hari Purnomo: Perguruan Tinggi Swasta Tidak Lagi Cukup Hanya “Menjual” Akreditasi

beritabernas.com – Tantangan perguruan tinggi swasta (PTS) ke depan semakin berat. Karena produk yang “dijual” PTS itu sama, yakni progam studi yang sama, jurusan hingga fakultas yang sama dengan akreditasi yang sama, baik akreditasi institusi maupun program studi (Prodi). Mereka (PTS) juga tidak hanya bersaing ketat dengan sesama PTS, tapi juga dengan perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca juga:

Karena itu, harus ada sesuatu yang berbeda yang perlu “dijual” sebagai keunggulan suatu PTS untuk menarik minat masyarakat atau calon mahasiswa. Selain akreditasi, PTS harus memiliki keunggulan tertentu, terutama dalam hal kualitas lulusan. Dan kualitas lulusan itu bukan semata soal indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi, tapi kecepatan terserap lapangan kerja atau lama tunggu kerja yang pendek/cepat.

Hal itu disampaikan Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU ASEAN.Eng, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII selama dua periode yakni tahun 2018-2022 dan 2022-2026, dalam bincang-bincang santai dengan wartawan pada acara buka puasa bersama di Pawon Mbah Gito Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa 10 Maret 2026 sore.

Prof Hari Purnomo (kedua dari kiri) bersama beberapa Dosen FTI UII. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Prof Hari Purnomo yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Akreditasi LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri) Teknik, mengatakan, PTS tidak cukup hanya “menjual” akreditasi tapi kualitas. Akreditasi tetap penting sebagai tolok ukur kualitas akademik secara administrasi, namun yang jauh lebih penting adalah kualitas lulusan. Salah satu indikator kualitas lulusan adalah kecepatan dan kemudahan mendapatkan pekerjaan. Semakin cepat dan mudah mendapatkan pekerjaan maka perguruan tinggi itu dan lulusannya dinilai berkualitas.

Karena itu, menurut Prof Hari Purnomo, perguruan tinggi swasta harus berlomba-lomba meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan adalah PTS perlu memiliki jejaring yang luas, baik dengan perguruan tinggi luar negeri maupun dengan industri agar mahasiswa bisa magang, mempraktekkan ilmunya sebelum lulus kuliah.

Dengan begitu para lulusan memiliki skill atau keahlian yang dibutuhkan dunia kerja atau industri, sehingga setelah lulus ia langsung bisa bekerja atau tanpa membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *