beritabernas.com – Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia Dr Raden Stevanus Christian Handoko kembali memasifkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Selain sebagai strategi konkret untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan di DIY, hal ini juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif berbasis pangan lokal.
Menurtu Dr Raden Stevanus, langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional sektor kelautan dan perikanan yang menempatkan konsumsi ikan sebagai indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia. DIY sendiri masih memiliki ruang untuk meningkatkan angka konsumsi ikan agar melampaui rata-rata nasional.
Dalam kegiatan yang melibatkan Karang Taruna, kelompok masyarakat, Dokter, Ahli Gizi hingga praktisi kesehatan, Dr Raden Stevanus menekankan pentingnya literasi gizi berbasis protein ikan sebagai fondasi pembangunan generasi unggul.
“Angka konsumsi ikan di DIY harus terus ditingkatkan. Ikan adalah solusi kedaulatan pangan yang paling terjangkau bagi masyarakat Yogyakarta,” tegas Dr Raden Stevanus.

Ia menambahkan, potensi sumber daya perikanan baik laut maupun perairan darat perlu dioptimalkan sebagai alternatif utama pemenuhan protein masyarakat. “Kita tidak perlu bergantung pada daging impor jika kita bisa mengoptimalkan kekayaan laut dan perikanan darat kita sendiri sebagai sumber protein utama,” kata Dr Raden Stevanus.
Ia mengatakan, dalam perspektif kesehatan masyarakat, konsumsi ikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga berdampak langsung pada perkembangan kognitif anak. Kandungan omega-3, protein tinggi, serta mikronutrien dalam ikan menjadi faktor penting dalam mendukung kecerdasan dan daya tahan tubuh.
Baca juga:
- Dr Raden Stevanus Ingatkan Potensi Bencana Sosial Akibat Angka Anak Tidak Sekolah
- Dr Raden Stevanus Ajak Generasi Muda Maknai Jogja sebagai Benteng Terakhir Republik
- Hadapi Ledakan AI, Dr Raden Stevanus: Etika Berbasis Pendidikan Kejogjaan Sangat Penting
Kampanye ini juga memberi perhatian khusus pada remaja putri sebagai agen perubahan jangka panjang. “Remaja putri hari ini adalah ibu dari generasi masa depan. Memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya protein ikan adalah investasi jangka panjang,” ujar Dr Raden Stevanus.
Ia menegaskan bahwa edukasi sejak dini kepada kelompok ini menjadi langkah strategis dalam mencegah lahirnya generasi dengan masalah gizi kronis. “Kita ingin memastikan tidak ada lagi kasus anak lahir dengan indikasi stunting di masa mendatang,” tambahnya.
Lebih jauh, legislator tersebut juga menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi modern melalui media digital dalam menyebarkan pesan gizi. “Informasi mengenai manfaat ikan kembung yang setara dengan salmon, atau ikan lele yang kaya nutrisi, harus menjadi pembicaraan populer di media sosial,” katanya.

Menurutnya, transformasi kampanye makan ikan harus mengikuti perkembangan zaman agar lebih mudah diterima generasi muda. “Kita ingin membangun budaya makan ikan yang modern dan kekinian, dengan penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor, Kita optimistis gerakan ini mampu mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat secara signifikan,” ujar Dr Raden Stevanus.
Dr Raden Stevanus mengatakan, jika literasi ini kuat, ia optimis tingkat konsumsi ikan kita akan melonjak di atas rata-rata nasional, dan Yogyakarta akan mencetak generasi yang lebih cerdas dan kompetitif secara global.
Kampanye Gemarikan sendiri menjadi bagian dari strategi besar peningkatan kualitas SDM melalui intervensi gizi berbasis potensi lokal, sebuah pendekatan yang dinilai tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang. (phj)

