Dongkrak Citra Sekolah, Guru dan Humas SMA Muhammadiyah Kasihan Dilatih Digital Branding

beritabernas.com – SMA Muhammadiyah Kasihan, Bantul, menggelar pelatihan bertajuk Optimalisasi Digital Branding Sekolah: Manajemen Konten Kreatif dan Strategi Engagement di Media Sosial. Pelatihan ini sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bagi para guru dan tim Hubungan Masyarakat (Humas) sekolah serta perwakilan siswa.

Kegiatan yang menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang komunikasi digital dan branding ini berlangsung Rabu 15 April 2026 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kepala SMA Muhammadiyah Kasihan Tugino SE MPd membuka acara dengan menyampaikan harapan besar atas penyelenggaraan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan citra sekolah di mata masyarakat menjadi prioritas utama, khususnya dalam rangka penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Narasumber Dr Subkhi Ridho (kedua dari kanan) dan Wulan Yanis Setyanti S.Sos (kanan) bersama beberapa peserta pelatihan. Foto Istimewa

“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putri mereka di SMA Muhammadiyah Kasihan,” ujarnya.

Dr Subkhi Ridho, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus pemerhati pendidikan, sebagai narasumber pertama memaparkan teknik-teknik penulisan konten atau copywriting yang aplikatif untuk kebutuhan promosi sekolah. Ia memperkenalkan 4 pendekatan utama, yakni teknik AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), Storytelling, 4C (Clear, Concise, Compelling, Credible) dan PAS (Problem, Agitate, Solution).

Menurut Subkhi Ridho, konten yang efektif bukan sekadar informatif, melainkan harus mampu menggerakkan audiens. “Semakin spesifik sebuah konten, semakin menarik. Gunakan kata-kata aksi seperti hadirilah, rasakan, dan dapatkan agar pesan benar-benar sampai dan mendorong tindakan,” tegasnya.

Baca juga:

Sementara Wulan Yanis Setyanti S.Sos, praktisi digital branding, selaku narasumber kedua menyoroti realitas perilaku digital generasi muda yang menjadi target utama promosi sekolah. Ia mengingatkan bahwa calon siswa masa kini tidak lagi mengandalkan brosur, melainkan menilai sebuah sekolah pertama kali dari tampilan media sosialnya.

First impression sekolah adalah konten. Orang tua melihat rekam jejak, tapi siswa melihat media sosial. Maka konten kita harus bisa menyentuh rasa dan mengundang interaksi,” ujar Yanis.

Dr Subkhi Ridho, Dosen UMY, sebagai salah satu narasumber pelatihan. Foto: Istimewa

Ia juga memperkenalkan formula konten yang ia sebut RELATE-REAL-FUN-VALUE serta tiga pemicu psikologis dalam pemasaran digital, yakni emotion, social proof, dan aspiration. Yanis mendorong sekolah untuk lebih kreatif dengan melibatkan siswa langsung dalam pembuatan konten sebagai bentuk kebanggaan bersekolah.

Pelatihan ini diharapkan menjadi titik tolak transformasi digital SMA Muhammadiyah Kasihan agar semakin dikenal luas dan dipercaya oleh masyarakat Bantul dan sekitarnya dalam menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027. (phj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *