Oleh: Andreas Chandra, CPLA, Putra Daerah Air Upas
beritabernas.com – Air Upas merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Setiap mendengar nama Air Upas, orang akan menyebutnya sebagai salah satu kecamatan yang memiliki perkembangan perekonomian cukup maju di Kabupaten Ketapang. Perputaran ekonomi dan nilai transaksi keuangan di wilayah ini berlangsung cukup pesat.
Tidak hanya itu, Air Upas juga berada pada posisi yang strategis karena dikelilingi oleh beberapa kecamatan tetangga, seperti Kecamatan Marau, Kecamatan Jelai Hulu, Kecamatan Manis Mata, dan Kecamatan Singkup.
Selain itu, Air Upas menjadi pintu masuk bagi investor yang bergerak di berbagai sektor, seperti pertambangan bauksit, perkebunan kelapa sawit, industri furnitur dan industri rumah tangga. Kehadiran investasi tersebut memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal. Di sisi lain, kondisi ini juga memberikan ruang yang cukup bagi anak-anak muda Air Upas untuk bersaing dan mengembangkan kompetensi mereka secara sehat.
Di tengah arus globalisasi yang semakin pesat, pemuda Air Upas dihadapkan pada sebuah pertanyaan penting: ke mana arah gerak generasi muda ini akan dibawa? Persaingan yang semakin kompetitif membuat ruang-ruang kesempatan terasa semakin sempit. Melihat berbagai dinamika yang terjadi, anak muda dituntut untuk mampu menyikapi perubahan sosial yang berlangsung di masyarakat sekaligus membaca arah pergerakan politik, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Karena itu, pemuda Air Upas harus membuka diri dan mempersiapkan diri untuk menerobos berbagai peluang yang tersedia. Jangan biarkan kesempatan berlalu begitu saja. Mentalitas yang kuat serta cara berpikir yang progresif menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Berbagai peluang yang hadir, terutama dari sektor-sektor yang berkembang di Air Upas, harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kesempatan yang ada harus diambil oleh putra-putri daerah dengan penuh keberanian. Keberanian adalah modal utama, sementara isi kepala adalah penggerak. Kemampuan bernegosiasi menjadi peluru yang siap menembus ruang-ruang yang selama ini dianggap bersekat.
Baca juga:
- Pejabat Gemar Berpidato, Jual Nama Rakyat
- Kekuasaan Itu Menakutkan
- Suara Kecil Anak Pedalaman Air Upas, Refleksi Menuju 80 Tahun Kemerdekaan RI
- Masyarakat Air Upas Bersatu Tolak Peredaran Narkoba
Sayangnya, tidak sedikit anak muda yang terjebak dalam ketakutan sebelum memulai. Mereka sering kali telah memvonis diri sendiri sebelum melangkah, sehingga kehilangan rasa percaya diri dan merasa minder untuk bersaing dengan orang lain. Padahal, banyak di antara mereka yang memiliki keterampilan, kemampuan, dan kompetensi yang memadai untuk berkembang serta meraih kesuksesan.
Anak muda Air Upas juga harus melek terhadap kondisi bangsa dan negara saat ini. Diskusi dan pertukaran gagasan perlu terus dilakukan agar nalar tetap terjaga, berpikir tetap kritis, dan pandangan tetap terbuka. Sejatinya, bangsa ini memiliki harapan besar agar generasi muda ikut ambil bagian dalam pembangunan. Tidak penting dari mana kita berasal yang terpenting adalah apa yang mampu kita berikan.
Saya meyakini bahwa mereka yang berasal dari pelosok dan pedalaman pun mampu menginjak panggung dunia melalui pemikiran, inovasi, ide, serta ketekunan yang dimiliki. Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi cita-cita dan langkah perjuangan.
Anak muda Air Upas harus berani bersikap dan menjadi garda terdepan dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di daerah maupun kampung halaman. Pemuda perlu melatih kepekaan terhadap situasi sosial, memahami berbagai persoalan yang muncul, serta membuka ruang dialog yang elegan dengan para pemangku kebijakan dan pihak-pihak terkait.
Melalui ruang dialog tersebut, anak muda dapat memberikan ide, masukan, saran, maupun kritik yang konstruktif. Generasi muda tidak dilatih untuk menerima segala sesuatu secara mentah, melainkan untuk mengkaji setiap persoalan secara mendalam dan komprehensif. Ketajaman berpikir harus menjadi mata pisau yang mampu membedah setiap persoalan secara objektif demi menemukan solusi terbaik.
Pada akhirnya, anak muda harus memiliki kegelisahan terhadap berbagai persoalan yang menjadi keresahan bersama. Kegelisahan itu bukan untuk diratapi, melainkan untuk diubah menjadi energi perjuangan. Pemuda harus menjadi corong yang menyuarakan kepentingan masyarakat, menjaga harapan, serta menghadirkan perubahan yang membawa manfaat bagi daerah, bangsa, dan negara. (*)
There is no ads to display, Please add some