Bangun Kesetiakawanan Masyarakat, Dr Raden Stevanus Dorong Penguatan Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa

beritabernas.com – Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dr Raden Stevanus Christian Handoko S.Kom MM mendorong penguatan restorasi sosial berbasis budaya Jawa. Hal ini sebagai strategi untuk membangun kembali nilai-nilai kesetiakawanan masyarakat.

Menurut Dr Raden Stevanus, upaya tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks, mulai dari kenakalan remaja, kriminalitas jalanan, penyalahgunaan narkotika hingga memudarnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Dr Raden Stevanus dalam kegiatan Restorasi Sosial yang digelar di Balai Serbaguna Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat 10 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti masyarakat, Karang Taruna, PKK dan tokoh masyarakat dengan menghadirkan narasumber Pemerhati Budaya dan Kesejahteraan Sosial Endang Patmitarsih SH MSi, Lurah Wirobrajan Seno Wibowo SH M.IP, Perwakilan Dinas Sosial DIY Sapto Parjono SPd MM, Babinsa dan Babhinkamtibnas Wirobrajan.

Pada kesempatan itu, Dr Raden Stevanus menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sosial tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan represif atau penegakan hukum semata. Namun, akar persoalan harus diselesaikan melalui pembangunan karakter masyarakat dengan memperkuat kepedulian sosial, tanggung jawab bersama dan budaya saling menjaga.

Dr Raden Stevanus (tengah) bersama peserta dan narasumber kegiatan Restorasi Sosial di Balai Serbaguna Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat 10 Juli 2026. Foto: Isimewa

“Restorasi sosial bukan sekadar memperbaiki hubungan setelah muncul persoalan. Yang lebih penting adalah membangun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya sehingga berbagai persoalan sosial dapat dicegah sejak dini,” ujar Dr Raden Stevanus.

Berbagai persoalan sosial saat ini, menurut Dr Raden Stevanus, dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti melemahnya fungsi keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, rendahnya literasi digital hingga semakin berkurangnya interaksi sosial di tengah masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan.

“Yogyakarta memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya gotong royong, tepa selira, unggah-ungguh, serta semangat kekeluargaan yang telah diwariskan turun-temurun. Nilai-nilai tersebut harus terus dirawat sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital,” kata Dr Raden Stevanus.

Ia menambahkan, budaya restorasi Jawa mengajarkan pentingnya guyub, rukun, saling menghormati dan saling membantu. Nilai-nilai inilah yang harus dihidupkan kembali agar masyarakat semakin tangguh menghadapi perubahan zaman.

Dr Raden Stevanus juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor restorasi sosial. Pemuda, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi objek pembinaan, tetapi harus menjadi pelopor perubahan melalui kegiatan positif, peningkatan kapasitas diri, serta aktif dalam organisasi sosial dan kemasyarakatan.

Baca juga:

“Kalau anak-anak muda memiliki ruang berekspresi yang positif, memiliki karakter yang kuat, dan didukung lingkungan yang sehat, maka berbagai persoalan sosial dapat ditekan sejak awal,” ujar Dr Raden Stevanus.

Sementara Pemerhati Budaya dan Kesejahteraan Sosial Endang Patmitarsih menilai pembangunan karakter harus menjadi prioritas dalam upaya restorasi sosial. Menurut Endang, pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang sehat secara sosial.

“Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendidikan karakter yang kuat. Pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk kepedulian, tanggung jawab, dan empati terhadap sesama,” ujar Endang.

Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya keluarga ataupun pemerintah.

“Diperlukan kepedulian semua pihak untuk sama-sama menjaga lingkungan yang aman bagi anak-anak. Ketika lingkungan memberikan rasa aman dan dukungan yang baik, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial,” tambah Endang.

Perwakilan Dinas Sosial DIY Sapto Parjono menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah DIY terus menghadirkan berbagai layanan sosial untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan sosial. Layanan tersebut meliputi penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), rehabilitasi sosial, pendampingan keluarga rentan, perlindungan terhadap kelompok rentan, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Para peserta kegiatan Restorasi Sosial yang digelar di Balai Serbaguna Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat 10 Juli 2026. Foto: Istimewa

Menurut Sapto, penyelesaian persoalan sosial membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. “Dinas Sosial tidak dapat bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi, melakukan pendampingan, dan membangun kepedulian bersama agar persoalan sosial dapat ditangani sejak dini,” kata Sapto.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Wirobrajan Seno Wibowo memaparkan kondisi sosial di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Wirobrajan memiliki masyarakat yang heterogen dengan tingkat partisipasi sosial yang cukup baik. Namun demikian, tantangan sosial tetap ada, mulai dari persoalan kenakalan remaja, pengaruh penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, hingga perlunya penguatan ketahanan keluarga di tengah perkembangan teknologi informasi.

Karena itu, Pemerintah Kelurahan terus mendorong kolaborasi bersama masyarakat, Karang Taruna, PKK, tokoh agama, dan berbagai unsur lainnya agar potensi persoalan sosial dapat dicegah melalui pendekatan preventif berbasis masyarakat.

Menutup kegiatan tersebut, Dr Raden Stevanus mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan restorasi sosial sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Ketika budaya saling peduli, gotong royong, rasa memiliki terhadap lingkungan, serta nilai-nilai luhur budaya Jawa terus kita hidupkan, saya optimistis masyarakat Yogyakarta akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial. Restorasi sosial bukan hanya program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama menuju kesejahteraan sosial yang berkelanjutan,” kata Dr Raden Stevanus. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *