Buka Workshop KYM-PGRI, Dr Titik Sunarti Widyaningsih: Jangan Takut Menulis

beritabernas.com – Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Bantul Dr Titik Sunarti Widyaningsih MPd meminta para peserta wrokshop agar tidak takut menulis. Apalagi menulis tidak harus dengan sumber yang sulit namun bisa memilih peristiwa yang ada di sekitar.

“Dari workshop menulis True Story dan Puisi kerja bareng Komunitas Yuk Menulis (KYM) dan PGRI Kabupaten Bantul ini, semua peserta harus melahirkan karya,” harap Dr Titikunarti Widyaningsih dalam sambutan sekaligus membuka Workshop ke-2 Menulis True Story dan Puisi kerja bareng Komunitas Yuk Menulis (KYM) dan PGRI Kabupaten Bantul di Aula Pemda II Kompleks Perkantoran Manding, Kamis 24 September 2026.

Mewakili KYM, Sutanto menyerahkan buku kepada Plt.Kepala Disdikpora Bantul Dr.Titik Sunarti, Widyaningsih.MPd. Foto: Istimewa

Pada kesempatan itu hadir juga Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul Ismunardi SPd MPd, Wakil Ketua PGRI Bantul Drs Edy Sutrisno MPd beserta jajaran pengurus dan Ketua Perwakilan KYM Kabupaten Bantul Drs Sutanto sekaligus narasumber.

Di hadapan 178 peserta, Kepala Banlai Dikmen mengingatkan, bahwa pejuang terdahulu tak hanya berjuang dengan senjata tapi juga dengan tulisan, maka workhsop sangat strategis untuk media berkarya.
“Untuk memotivasi murid mau menulis, guru mesti memberi contoh menulis. Lewat workshop ini mari berkarya dengan bahagia. Saya juga telah berpartisipasi membuat puisi dan true story di even ini,” tutur Ismunardi.

Baca juga:

Sutanto selaku narasumber membeberkan materi true story dengan tema Bahagiaku Menjadi…..sesuai posisinya, apakah sebagai guru, tenaga pendidik maupun sebagai murid. True Story adalah karya tulis yang menceritakan pengalaman nyata berdasarkan fakta yang benarbenar terjadi, baik dialami sendiri maupun orang lain dengan izin, kemudian ditulis menggunakan teknik bercerita sehingga menarik dibaca tanpa mengubah inti kebenarannya.

Kata kunci membuat true story adalah berdasarkan fakta, tokoh nyata, peristiwa nyata, tempat nyata, mengandung pesan dan menginspirasi pembaca. Tahapan dalam berkarya bisa diawali dari refleksi pengalaman ingat kembali momen berharga selama menjadi guru yang berkesan, pilih momen bermakna fokus pada satu kisah nyata yang paling menyentuh hati, tulis dengan jujur ungkapkan perasaan dan fakta secara tulus tanpa rekayasa, revisi dan poles, baca ulang, perbaiki alur, dan perkuat pesan utama cerita.

Kepala Balai Dikmen Bantul Ismunardi, SPd MPd saat memotivasi peserta. Foto: Istimewa

“Guru bisa menulis momen pertama mengajar, kisah saat menerima SK pertama, kisah membimbing siswa sampai mencapi juara. Sedangkan untuk murid bisa menceriterakan saat pertama masuk sekolah, serunya menjadi pengurus OSIS, pengalaman berkemah, mengukuti ekstra sampai pentas, dan lain-lain,” terang Sutanto.

Mengingat Founder KYM Vitriya Mardiyati berhalangan hadir, materi puisi disampaikan secara daring melalui grup pada Sabtu 26 September 2026 malam. Peserta diberi kesempatan sebulan menghasilkan karya terbaik bersama murid dan hasil tulisan tersebut akan menjadi satu buku antologi.
Di akhir workshop Titik Sunarti menerima cinderamata buku terbitan KYM yang diberikan Perwakilan KYM Bantul Sutanto. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *