Dekan FBE UII: Pergantian Kepemimpinan Politik Berpotensi Memengaruhi Aliran Investasi

beritabernas.com – Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII Dr Johan Arifin SE MSi PhD mengatakan, pergantian kepemimpinan politik akan berpotensi memengaruhi aliran investasi dan denyut perekonomian Indonesia tahun 2024.

Menurut Dekan FBE UII, nyala harapan membara dalam komitmen kuat para pemimpin masa depan menjunjung kebijakan yang menghela investasi dan menumbuhkan pertumbuhan, menyulut optimisme di masa depan yang terhampar.

Hal itu disampaikan Dekan FBE UI Dr Johan Arifin saat membuka acara UII Accounting and Finance Outlook 2024 dengan tema Penguatan Governansi Pemerintah dan Bisnis di Ruang Dekan FBE UII Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu 3 Januari 2024.

Para narasumber acara UII Accounting and Finance Outlook 2024 yang diadakan FBE UII di Ruang Dekan FBE UII Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu 3 Januari 2024. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com Dalam acara yang menghadirkan 4 narasumber yang merupakan Dosen FBE UII yakni Prof Dr Rifqi Muhammad, Dr Arief Rahman, Dr Mahmudi dan Dr Hendi Yogi Prabowo

Dalam acara yang menghadirkan 4 narasumber yang merupakan Dosen FBE UII yakni Prof Dr Rifqi Muhammad, Dr Arief Rahman, Dr Mahmudi dan Dr Hendi Yogi Prabowo itu, Dr Johan Arifin mengatakan, tahun 2024 masih menjadi tahun penuh tantangan bagi Indonesia. Sentimen potensi geopolitik yang makin meningkat, era suku bunga tinggi dan penyesuaian di bank sentral masing-masing negara di dunia sehingga menimbulkan turbulensi di negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menyelimuti sentiment industri pasar modal.

Mengutip Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Johan Arifin mengatakan bahwa kondisi sektor keuangan Indonesia belum terlalu menggembirakan. Sejumlah sektor ekonomi seperti perbankan, dana pensiun dan asuransi disebut masih belum berkembang signifikan.

“Sektor keuangan kita belum terlalu menggembirakan untuk negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki penduduk 270 juta. Perekonomian kita nomor 16 di dunia dari size GDP, tapi sektor keuangan masih underdeveloped,” kata Johan.

BACA JUGA:

Menurut Johan Arifn, pada tahun 2024 Indonesia akan tetap berdiri teguh di hadapan tantangan dan peluang yang melintas. Tak dapat disangkal, Indonesia harus tetap waspada terhadap perlambatan ekonomi global dan normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat yang mampu merayapkan volatilitas di pasar keuangan.

Fleksibilitas kebijakan, reformasi struktural yang terus mengalir, menjadi kebutuhan mendesak, memperkuat ketangguhan perekonomian, menghadapi godaan gempuran dari luar.

Dengan setiap langkah yang diambil, Indonesia akan merajut kisah stabilitas dan pertumbuhan, melangkah menuju masa depan yang prospektif dan inklusif pascapandemi. Sebuah harapan mengembang di benak bumi Nusantara, memantulkan potret kemakmuran sejati selama setiap kebijakan mampu memayungi risiko global dengan bijaksana dan peluang dalam pelukan negeri sendiri dijelma menjadi nyata.

Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII Dr Johan Arifin SE MSi PhD (kanan) bersama moderator. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Dr Johan Arifin pun mengapresiasi kegiatan UII Accounting and Finance Outlook 2024 untuk mengkaji dengan duduk bersama, berdiskusi dan menemukan pencerahan dari berbagai sudut pandang, khususnya bidang keuangan dan akuntansi, sebagai langkah mendasar yang bisa menjadi wacana bagi penentuan berbagai kebijakan ekonomi dan keuangan di tahun 2024 ini.

Acara UII Accounting and Finance Outlook 2024 dengan tema Penguatan Governansi Pemerintah dan Bisnis membahas darri berbagai perspektif bidang keilmuwan, meliputi outlook bidang Akuntansi dan Bisnis Syariah, bidang Audit dan Korupsi, bidang Akuntansi dan Tata Kelola Pemerintah serta bidang Sistem Informasi dan E-Government oleh para dosen dari Jurusan Akuntansi FBE UII. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *