International Student Mobility Wujud Komitmen FBE UII Mendorong Mahasiswa Berpikir Global

beritabernas.com – Untuk ketiga tahun berturut-turut, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII menggelar kegiatan International Student Mobility (Mobilitas Mahasiswa Internasional). Kegiatan ini sebagai salah satu wujud komitmen FBE UII untuk mendorong mahasiswa berpikir dan bertindak global sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional dalam berbagai bidang.

Untuk tahun 2023 ini, kegiatan International Student Mobility terkait dengan International Business Sustainability Initiative (IBSI) 2023 dengan tema Digital Transformation for Sustainable Impact: Achieving SDGs in the Digital Age digelar selama dua hari, pada 21-22 Desember 2023.

Menurut Ketua Panitia International Business Sustainability Initiative (IBSI) 2023 Rizki Hamdani SE M.Ak Ak CA kepada wartawan di Kampus FBE UII Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu 20 Desember 2023, kegiatan Mobilitas Mahasiswa Internasional kali ini guna membahas dan mendiseminasikan serangkaian rencana bisnis baru dan ide-ide, gagasan serta opini berkenaan dalam bentuk artikel singkat (essay) untuk memperkuat transformasi digital dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Sementara International Business Sustainability Initiative (IBSI) 2023 yang diselenggarakan FBE UII kali ini terdiri dari 3 rangkaian acara yaitu Webinar, Essay Competition dan Business Plan Competition.

Dekan FBE UII Johan Arifin SE MSi PhD (tengah) didampingi Wakil Dekan bidang Keagamaan, Kehamasiswaan dan Alumni FBE UII Drs Achmad Tohirin MA PhD (kanan) dan Ketua Panitia International Student Mobility Rizki Hamdani (kiri). Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Dikatakan, dalam kegiatan Webinar dibahas berbagai analisis, perspektif dan hasil riset dari para akademisi terkait isu-isu penguatan transformasi digital dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Kegiatan IBSI 2023 ini diharapkan memberikan pencerahan dan kontribusi ilmiah yang bermanfaat bagi dunia akademik dan dunia usaha. Selain itu, kami merancang kegiatan ini agar mahasiswa FBE UII memiliki daya saing global yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan masyarakat global dengan baik,” kata Rizki Hamdani.

Dalam webinar kali ini, 12 tim dari Malaysia, Filipina dan Indonesia terpilih sebagai finalis untuk mempresentasikan essay dan rencana bisnis dalam forum IBSI 2023 ini. Ke-12 tim tersebut berasal dari Universiti Sains Islam Malaysia, Mapua Malayan Colleges Laguna, Philippines dan Universiti Utara Malaysia serta dari UII.

Transformasi digital

Sementara Dekan FBE UII Johan Arifin SE MSi PhD yang didampingi Wakil Dekan bidang Keagamaan, Kehamasiswaan dan Alumni FBE UII Drs Achmad Tohirin MA PhD mengatakan, transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat menggunakan kekuatan teknologi untuk mencapai dampak berkelanjutan yang nyata.

BACA JUGA:

Sementara transformasi digital untuk dampak berkelanjutan merupakan pendekatan yang menggunakan teknologi digital untuk memajukan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) di era digital.

Dikatakan, SDGs merupakan serangkaian tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030. Penerapan transformasi digital dalam konteks SDGs mencakup beberapa aspek kunci seperti; inovasi berbasis teknologi, digitalisasi proses bisnis, pelatihan dan pendidikan digital, kemitraan strategis, evaluasi dampak sosial dan lingkungan dan aksesibilitas serta inklusivitas.

Dekan FBE UII Johan Arifin SE MSi PhD (kanan) didampingi Ketua Panitia Rizki Hamdani. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Dengan menggabungkan potensi transformasi digital dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, perusahaan dan organisasi dapat menjadi motor penggerak untuk mencapai SDGs di era digital. Ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan planet kita.

“FBE UII memiliki komitmen yang mendalam terhadap transformasi digital sebagai kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di era digital,” kata Johan Arifin.

Johan Arifin mengaku program kegiatan Mobilitas Mahasiswa Internasional berdampak positif bagi para mahasiswa peserta program, antara lain mereka memiliki wawasan global sehingga mudah mendapatkan pekerjaan di negara manapun. Ia memberi contoh banyak lulusan FBE UII peserta program tersebut yang kini bekerja di luar negeri seperti di Amerika Serikat, Jerman, India dan sebagainya. (lip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *