Dosen MTI FTI UII Dr Ismail Fahmi: Fenomena Gemoy Menurun Sejak Debat Pertama Capres

beritabernas.com – Dr Ismail Fahmi, Dosen Magister Teknik Industri (MTI) FTI UII, mengatakan, fenomena gemoy yang dilakukan Capres Prabowo Subianto dan sempat viral, terus menurun sejak debat perdana calon presiden (Capres) pada 12 Desember 2023 lalu hingga kini.

Menurut Dr Ismail Fahmi, Dosen Magister Teknik Industri (MTI) FTI UII yang juga pendiri Drone Emprit, hal ini terjadi karena dua hal. Pertama, penampilan Prabowo dalam debat perdana berbeda dengan penampilannya saat goyang gemoy. Kedua, gemoy hanya muncul di satu media sosial (medsos) yakni Tik Tok.

“Penampilan Prabowo saat debat perdana tampak emosional. Hal ini berbeda dengan penampilannya di goyang gemoy yang tampak lucu. Karena penampilan di debat perdana Capres yang emosional itulah membuat fenomena gemoy terus menurun sejak debat perdana Capres hingga sekarang,” kata Dr Ismail Fahmi dalam jumpa pers di Eastern Kopi TM Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu 3 Januari 2024 sore.

Dr Ismail Fahmi (kiri) bersama Dr Taufiq Immawan, Sekretaris Jurusan Teknik Industri FTI UII (tengah). Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Dalam jumpa pers yang mengangkat tema Strategi Kampanye Capres di Medsos itu, Ismail Fahmi yang didampingi Dr Taufiq Immawan, Sekretaris Jurusan Teknik Industri FTI UII, mengatakan, kampanye di medsos sebenarnya sangat efektif karena 50 persen lebih pemilih pada Pemilu 2024 adalah Generasi Z pengguna medsos.

Fenomena goyang gemoy yang dilakukan Prabowo yang meniru kampanye Capres Filipina Bongbong Marcos itu sempat viral sehingga menaikkan elektabilitas Prabowo. Namun, sejak debat perdana Capres pada 12 Desember 2023 hingga sekarang, fenomena gemoy terus menurun.

BACA JUGA:

Pada saat yang sama Capres Anies Baswedan memanfaatkan penurunan fenomena gemoy itu dengan meluncurkan program kampanye di medsos melalui Desak Anies, yakni salah satu program kampanye Anies dalam memaparkan visi misi dan program kerja yang digagasnya sebagai capres dalam Pilpres 2024. Desak Anies dikemas dengan suasana santai dengan tujuan menyerap aspirasi pemilih.

Sementara secara natural sejumlah K-Popper meluncurkan @aniesbubble yakni akun penggemar yang digunakan untuk mengarsipkan berbagai hal yang berkaitan dengan Anies Baswedan. Akun @aniesbubble ini lahir dari inisiatif para K-Popper tanpa melibatkan timses Anies Baswedan. Bahkan timses Anies tidak diperkenankan untuk ikut atau bergabung dalam akun @aniesbubble tersebut

Kini program Desak Anies maupun akun @aniesbubble mulai digemari dan menaikkan popularitas Anies yang pada awalnya tampak kaku dan lebih menonjolkan hal-hal yang akademis.

Sementara itu, Cawapres Mahfud MD yang berpasangan dengan Capres Ganjar Pranowo juga memanfaatkan media sosial, seperti Tik Tok, untuk kampanye. Bahkan Mahfud MD meniru apa yang program live streaming di Tik Tok seperti dilakukan Anies. Dalam program live streaming tersebut terjadi interaksi langsung Cawapres Mahfud MD dengan para pengguna medsos khususnya followersnya di Tik Tok.

Capres Ganjar Pranowo juga menggunakan media sosial untuk kampanye seperti Instagram dan Facebook dengan konten kegiatan blusukan dan olahraga jalan kaki atau bersepeda yang biasa dilakukannya selama ini.

Ismail Fahmi (kiri) dan Dr Taufiq Immawan. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Menurut Ismail Fahmi, para timses Capres-Cawapres perlu lebih kreatif dalam membuat konten atau program kampanye di semua media sosial untuk meningkatkan popularitas atau keterkenalan calon yang didukung agar elektabilitasnya juga meningkat.

Dr Ismail Fahmi sendiri selain sebagai Dosen Magister Teknik Industri FTI UII dan pendiri Drone Emprit juga merupakan sosok di balik utas yakni rangkaian post dari satu orang di Twitter (sekarang X) yang seringkali viral.

Dalam menyongsong Pemilu 2024 ini, Program Magister Teknik Industri (MTI) FTI UII mengambil peran ikut melakukan literasi terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2024, salah satunya mengangkat tema Strategi Kampanye Capres di Medsos. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *