Dorong Kolaborasi Global Ilmu Hayati dan Teknologi Maju, UII Gelar ICOLISAT 2026

beritabernas.com – Untuk mendorong kolaborasi global ilmu hayati dan teknologi maju, UII melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) menggelar International Conference on Life Sciences and Advanced Technology (ICOLISAT 2026) yang pertama di Ruang Audiovisual Lantai 4 FH Kampus Terpadu UII, Kamis 3 September 2026.

Konferensi yang mengusung tema Life Sciences and Advanced Technology for Better Life and Green Circular Economy ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Tampil sebagai pembicara kunci Prof Dr Irwandi dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Malaysia dan pembicara utama Prof Muhammad Aziz PhD dari Tohoku University, Jepang, Prof Ir Eko Siswoyo PhD IPU (UII), Prof Ruey-an Doong (National Tsing Hua University, Taiwan) serta para pembicara undangan Dr. Tran Thanh Tung dari The University of Adelaide, Australia, Dr Ganjar Fadillah dari UII dan Prof Halil Durak dari Yüzüncü Yıl Üniversitesi, Türkiye.

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII Prof Ir Eko Siswoyo ST MScES PhD IPU yang juga Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis (Wakil Rektor IV) UII, mengatakan, ICOLISAT 2026 merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, profesional, praktisi industri dan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi hasil penelitian, pengetahuan dan perkembangan terbaru di bidang life sciences dan advanced technology.

Sebagian narasumber, moderator dan pembacara acara International Conference on Life Sciences and Advanced Technology (ICOLISAT 2026) foto bersama di Ruang Audiovisual Lantai 4 FH Kampus Terpadu UII, Kamis 3 September 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Melalui forum internasional ini, UII mendorong terciptanya ruang yang lebih luas untuk diseminasi hasil penelitian sekaligus penguatan jejaring akademik internasional. “ICOLISAT 2026 diarahkan untuk mendorong publikasi ilmiah pada jurnal maupun prosiding bereputasi, memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpeneliti serta membuka peluang terbentuknya kolaborasi riset internasional yang produktif.

Menurut Prof Eko, ICOLISAT 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian tapi juga menjadi titik temu bagi para peneliti dari berbagai institusi dan negara untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan.

“Melalui penyelenggaraan internasional ini, DPPM UII berupaya memperkuat ekosistem penelitian yang kolaboratif dan mendorong lahirnya inovasi berbasis life sciences dan advanced technology yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Prof Eko.

Baca juga:

Sementara Rektor UII Prof Dr Ir Hari Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Prof Eko Siswoyo mengatakan, kita hidup di dunia yang berubah dengan sangat cepat, sains dan teknologi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Pada saat yang sama, kita menghadapi banyak tantangan serius yakni perubahan iklim, pencemaran lingkungan, peningkatan sampah, ketahanan pangan, masalah energi terutama di tengah konflik AS dan Iran, Rusia dan Ukraina, tantangan kesehatan dan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tantangan-tantangan ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu disiplin ilmu tapi membutuhkan kolaborasi antara ilmu hayati, teknik, teknologi, ilmu lingkungan, ilmu kesehatan, ilmu sosial, bisnis, dan banyak bidang lainnya. “Yang lebih penting, tantangan ini membutuhkan kolaborasi antar manusia dan institusi lintas negara. Inilah mengapa konferensi seperti ICOLISAT 2026 sangat penting,” kata Prof Hari Purnomo.

Dikatakan, konsep kehidupan yang lebih baik mengingatkan kita bahwa sains dan teknologi pada akhirnya harus melayani kemanusiaan. Teknologi maju bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru atau canggih. Pertanyaan sebenarnya adalah bgaimana teknologi ini dapat meningkatkan kehidupan masyarakat? Bagaimana teknologi ini dapat menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik? Bagaimana teknologi ini dapat membuat sistem pangan kita lebih aman dan berkelanjutan? Bagaimana teknologi ini dapat membantu kita melindungi lingkungan? Dan bagaimana teknologi ini dapat menciptakan peluang bagi generasi mendatang? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu kita jawab bersama.

Suasana International Conference on Life Sciences and Advanced Technology (ICOLISAT 2026) yang pertama di Ruang Audiovisual Lantai 4 FH Kampus Terpadu UII, Kamis 3 September 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Pada saat yang sama, kita perlu memikirkan konsep ekonomi sirkular hijau. Selama bertahun-tahun, pembangunan ekonomi sering mengikuti model linear: kita mengambil sumber daya, kita memproduksi barang, kita menggunakannya, lalu kita membuangnya. Model ini memberikan tekanan yang sangat besar pada sumber daya alam dan lingkungan kita.

Ekonomi sirkular menawarkan pendekatan yang berbeda. Kita perlu mengurangi sampah, menggunakan sumber daya secara lebih efisien, menggunakan kembali material, mendaur ulang produk, dan mengembangkan teknologi yang memungkinkan sumber daya tetap bermanfaat selama mungkin.

Dalam konteks ini, menurut Prof Hari Purnomo, ilmu hayati dan teknologi maju memiliki peran yang sangat penting. Penelitian di bidang biomaterial, bioteknologi, sensor, sumber daya terbarukan, konversi sampah, pemantauan lingkungan, dan produksi berkelanjutan dapat berkontribusi pada ekonomi yang lebih sirkular dan lebih hijau. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *