Ketua PP PMKRI Menemui Korban Gempa di Wae Dangka, Manggarai Barat

beritabernas.com – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) terus bergerak merespons duka mendalam para korban bencana alam di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Pengurus Pusat PMKRI Yohanes Tola ST menyambanginyambangi penyintas/korban gempa di Kampung Wae Dangka, Desa Racang Welak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu 2 September 2026. Ia melihat secara dekat kondisi riil, mendengarkan kesaksian para korban dan memetakan berbagai kendala dan harapan besar warga di tengah puing-puing reruntuhan.

Langkah taktis ini tidak hanya sebatas kunjungan simpati belaka. Dalam peninjauan tersebut, PP PMKRI fokus melakukan pendataan aktual dan dokumentasi langsung di lokasi terdampak. Seluruh temuan lapangan ini dikompilasi menjadi bahan advokasi yang solid untuk menyuarakan aspirasi para korban kepada pihak berwenang.

“PMKRI berkomitmen memosisikan diri sebagai penyambung lidah rakyat, memastikan bahwa hak-hak penyintas untuk mendapatkan penghidupan yang layak dapat segera terpenuhi tanpa birokrasi yang berbelit,” kata Yohanes Tola.

Baca juga:

Kehadiran Yohanes Tola didampingi kader-kader PMKRI Cabang Labuan Bajo dan PMKRI Cabang Denpasar. Rombongan datang dengan membawa bantuan tanggap darurat berupa paket sembako, selimut dan perlengkapan mandi. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan dukungan moral organisasi mahasiswa tersebut demi meringankan beban penderitaan warga yang tengah bertahan di tengah segala keterbatasan fasilitas.

Menurut Yohanes Tola, pemilihan Kampung Wae Dangka sebagai titik fokus penyaluran bantuan dan advokasi didasari oleh tingkat keparahan kerusakan yang dialami kawasan tersebut. Kampung ini menjadi salah satu wilayah dengan dampak gempa paling parah di Manggarai Barat, di mana sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan ambruk total dan rata dengan tanah. Kehilangan tempat bernaung ini menyisakan luka psikologis dan fisik yang sangat mendalam bagi para penyintas.

Di lokasi bencana, Ketua PP PMKRI disambut langsung oleh Camat Welak Heribertus Manggas bersama jajaran Pemerintah Desa Racang Welak dan warga setempat. Suasana haru menyelimuti interaksi tersebut saat Yohanes Tola berdialog intensif dan mendengarkan langsung rintihan warga yang kehilangan tempat tinggal. Momentum ini menjadi ruang bagi warga untuk mencurahkan rasa trauma sekaligus asa mereka agar kehidupan bisa segera kembali normal.

Dalam kesempatan tersebut, Yohanes Tola menegaskan bahwa kehadiran PMKRI merupakan murni panggilan kemanusiaan untuk berdiri bersama rakyat yang tengah menderita. “Kami hadir di Wae Dangka bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi untuk memastikan bahwa saudara-saudari kita di sini tidak dibiarkan berjuang sendirian. Penderitaan mereka adalah duka kita bersama, dan suara serta air mata mereka akan kami kawal hingga ke meja para pemangku kebijakan,” ujar Yohanes Tola dengan nada haru di hadapan para penyintas.

Ketua Pengurus Pusat PMKRI Yohanes Tola ST menyambangi penyintas/korban gempa di Kampung Wae Dangka, Desa Racang Welak, Kecamatan Welak, Rabu 2 September 2026. Foto: Dok PP PMKRI

Merespons proses rehabilitasi yang harus segera berjalan, Yohanes secara khusus menyuarakan desakan strategis kepada Presiden RI. Ia menilai, mengandalkan APBD kabupaten dan provinsi yang terbatas saat ini sangatlah tidak mungkin untuk menuntaskan pemulihan yang masif.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah turun langsung ke NTT. Namun, perhatian ini mesti lebih dalam dan berkelanjutan. Kami meminta Pemerintah Pusat mengawal serius program pemulihan infrastruktur vital, seperti gedung sekolah, fasilitas kesehatan dan rumah warga serta pemulihan mental korban setidaknya untuk setahun ke depan, guna memastikan semuanya terealisasi dengan baik dan tepat sasaran,” tegas Yohanes Tola.

Aksi tanggap dan advokasi tajam dari generasi muda ini mendapat apresiasi mendalam dari pemerintah setempat. Camat Welak, Heribertus Manggas, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian pimpinan nasional PMKRI.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PP PMKRI, Adinda Yohanes Tola, beserta rombongan. Kehadiran dan kepedulian adik-adik mahasiswa ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi pelita harapan bagi warga kami bahwa negara dan elemen bangsa hadir secara nyata untuk menyokong mereka bangkit,” ungkap Heribertus. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *