beritabernas.com – Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menggela International Seminar on Islam and Social Well-being in Contemporary Era (ISWEC 2026) atau seminar internasional tentang Islam dan Kesejahteraan Sosial di Era Kontemporer di Gedung KH A Wahid Hasyim FIAI Kampus Terpadu UII, Rabu 23 September 2026.
Seminar internasional dengan tema Islamic-Based Social Well-being: Towards the Transformation of a Digital Society ini digelar FIAI UII bersama UTM sebagai respon terhadap pesatnya laju transformasi digital yang membawa peluang sekaligus tantangan kompleks bagi tatanan nilai dan kesejahteraan sosial masyarakat modern.
“Seminar ini bertujuan untuk menyediakan wadah diskusi akademis internasional guna menggali gagasan, pendekatan inovatif dan solusi berbasis nilai-nilai Islam dalam membangun kesejahteraan masyarakat di era digital,” kata Dr Rizqi Anfanni Fahmi, PIC (Person in Charge) atau Penanggungjawab kegiatan Seminar Internasional FIAI UII dan UTM.
Dr Asmuni, Dekan FIAI UII, ketika membuka seminar internasional itu, mengatakan, seminar ini mengandung dua makna. Pertama, memperkuat jalinan silaturahmi antara Indonesia dengan Malaysia, khususnya antara UII dengan Universitas Teknologi Malaysia. Kedua, menjadi sarana dialog akademis antara UII dengan UTM.

“Dialog akademis sangat diperlukan oleh para akademisi, baik pada level mahasiswa maupun pada level dosen atau pada level pimpinan. Semoga kami bisa mendapat fasilitas untuk melaksanakan seminar yang sama di Malaysia. Entah tahun berapa pun, tidak perlu disebutkan,” kata Dr Asmuni setengah bercanda.
Mengenai tema Islam dan Kesejahteraan Sosial di Era Kontemporer dengan sub tema kolaborasi FIAI UII dengan UTM dapat memiliki kolaborasi yang baik dalam hal publikasi dan setelah ini hibah penelitian, pertukaran mahasiswa atau mungkin kuliah tamu. Namun, tidak hanya untuk dosen dan mahasiswa, pihaknya juga dapat memberikan kuliah tamu yang baik karena sebagian besar dari UTM memiliki banyak pengalaman industri.
Mengenai tema Kesjahteraan Berbasis Islam Menuju Masyarakat atau Menuju Transformasi Masyarakat Digital, Dr Asmuni menilai tema ini luar biasa, terutama pada kata kunci kesejahteraan. Menurut Asmuni, istilah kesejahteraan atau membangun kesejahteraan kepada umat manusia itu adalah hal yang paling sulit. Karena manusia termasuk dalam kategori ciptaan yang disebut dengan istilah tsunaiyyatul khalqi. Jadi, ada semacam hal yang ganda pada diri manusia itu.
Baca juga:
- FIAI UII Gelar Seminar Tentang Urgensi Kajian Fikih Keluarga Virtual
- FIAI UII Gelar Seminar Internasional Terkait Upaya Menjembatani Tradisi Islam Klasik dengan Isu-isu Kontemporer
- 30 Peserta Ikuti PKPA Hukum Keluarga FIAI UII Angkatan VIII Bekerja Sama dengan PERADI Wonosari
Pertama adalah sisi yang bersifat materi dan yang kedua adalah sisi yang bersifat rohani. “Mempersatukan keseimbangan antara materi dan rohani itu merupakan hal yang paling sulit, terutama jika itu dibaca dari perspektif Islam. Kalau dibaca dari perspektif positivistik, materialistik, kapitalistik, itu gampang. Kalau harta banyak, sejahtera. Tapi kalau dalam Islam, tidak seperti itu. Sehingga di sinilah tantangannya sangat besar. Ketika tujuan dari ekonomi Islam itu adalah al-falah, tahqiqul falah, mewujudkan al-falah, ini perlu dibuatkan instrumennya,” kata Asmuni.
Sementara Dr Mohd Khairy Kamarudin, Assistant Chair Academy of Islamic Civilisation, Faculty of Social Sciences and Humanities UTM, dalam acara pembukaan seminar internasional ini berharap FIAI UII dan UTM dapat berkolaborasi dalam hal penulisan di jurnal Web of Science. Sebab, semua universitas di dunia berusaha mencapai reputasi yang baik, terutama untuk Peringkat QS.
“Jadi, ini adalah kesempatan kita untuk berkolaborasi dan kemudian mempromosikan universitas dan kolaborasi kita,” kata Mohd Khairy Kamarudin.
Mohd Khairy Kamarudin mengaku saat ini di Akademi Tamadun Islam memiliki berbagai bidang penelitian dan tidak benar-benar fokus pada satu bidang spesifik, masih fokus pada penelitian multidisiplin.
Sebagai contoh, sains halal dan fiqih serta dakwah dan teknologi. “Ini adalah nilai utama kami untuk Universiti Teknologi Malaysia. Karena inti kami adalah teknologi, sains dan juga humaniora, sehingga sebagian besar dari kami harus melakukan penelitian yang menjangkau lingkup universitas. Saya berharap kita berkolaborasi dalam hal publikasi dan mungkin setelah ini hibah penelitian, pertukaran mahasiswa, atau mungkin kuliah tamu,” kata Mohd Khairy Kamarudin seraya menambahkan bahwa tidak hanya untuk dosen dan mahasiswa, tapi juga dapat memberikan kuliah tamu yang baik karena sebagian besar dari UTM memiliki banyak pengalaman industri.

“Mungkin kita juga dapat berkolaborasi dalam hal penulisan di jurnal Web of Science. Karena saya tahu semua universitas di dunia berusaha mencapai reputasi yang baik, terutama untuk Peringkat QS. Jadi, ini adalah kesempatan kita untuk berkolaborasi dan kemudian mempromosikan universitas dan kolaborasi kita,” tambah Mohd Khairy Kamarudin.
Menurut Dr Rizqi Anfanni Fahmi, dalam sesi pleno menghadirkan 3 penceramah utama yakni Dr Nur Najwa Hanani Abd Rahman (UTM) yang membahas otoritas keagamaan di era digital. Kemudian, Dr M Nurul Ikhsan Saleh (UII) memaparkan pendidikan inklusif dan pencegahan perundangan (bullying) dan Dr Nadhirah Muhamad Arib (UTM) yang mengulas resiliensi masyarakat digital. Sesi ini dipandu oleh Dr Zein Muttaqin,
Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel yang tersebar di lima ruang diskusi, di mana 34 presenter yang terdiri dari 19 presenter dari UTM dan 15 presenter dari UII mempresentasikan karya ilmiah mereka di bawah arahan moderator ahli. Diskusi mencakup beragam topik seperti ekonomi Islam, pendidikan, hukum keluarga, hingga kepemimpinan dan tata kelola digital.
Rangkaian forum internasional ini ditutup dengan sesi Academic Partnership Talks yang dimoderatori oleh Dr. Rizqi Anfanni Fahmi untuk memperkuat kerja sama akademis masa depan antara UII dan UTM sekaligus memberi kesempatan bagi naskah-naskah terpilih untuk dipublikasikan pada jurnal terakreditasi mitra FIAI UII. (phj)
There is no ads to display, Please add some