Indikasi Ketidaknetralan Aparat Negara dalam Pemilu Mulai Tercium di Yogyakarta

beritabernas.com – Indikasi ketidaknetralan aparat negara dalam Pemilu 2024 mulai terjadi di Yogyakarta. Indikasi itu diketahui dari laporan beberapa pihak.

Ketua DPN Repdem Bidang Tani dan Nelayan Antonius Fokki Ardiyanto S.IP mengungkapkan sejumlah indikasi tersebut. Pertama, ketika koordinator Gerakan Djogya Melawak beberapa minggu lalu melakukan aksi “Matinya Jokowi” dan pemasangan pocong Gibran sebagai simbol pengkhianatan.

Sehari kemudian rumahnya di Kampung Wirogunan Yogie Prasetyo didatangi aparat negara untuk menanyakan maksud kegiatan tersebut. Pada hari hari berikutnya juga masih dikontak aparat tersebut untuk menanyakan kelanjutan dari Gerakan Djogya Melawak. 

Kedua, anggota Satgas PDI Perjuangan Andika Wiratama ketika memakai kaos Ganjar Pranowo di lingkungan rusun tempat tinggalnya di wilayah Tegalrejo seperti yang diceritakan Sekretaris Satgas Bambang P didampingi Akhid, anggota Satgas yang mengalami peristiwa tersebut, juga didatangi oknum berseragam militer dan disuruh memilih pasangan Prabowo-Gibran. 

Koordinator Gerakan Djokja Melawak Yogie Prasetyo saat didatangi aparat. Foto: Istimewa

Menyikapi indikasi-indikasi ketidaknetralan aparat negara tersebut, Fokki selaku pengurus pusat sayap partai yang tinggal di Yogyakarta menegaskan agar hal-hal tersebut tidak dilakukan lagi mengingat ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang netralitas TNI/Polri dalam pemilu termasuk sanksi pidana.

Di samping itu, menurut Fokki, sebagai sayap partai, Repdem akan mempersiapkan Lembaga Pengaduan dan Bantuan Hukum Repdem di Yogyakarta untuk mengantisipasi hal-hal dan semua kemungkinan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan persoalan tersebut.

“Mohon cara-cara Orde Baru jangan kembali digunakan,” pinta Fokki dalam rilis yang dikirim kepada beritabernas.com, Sabtu 11 November 2023. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *