Ingin Melihat Radio Antik? Datang Saja ke Pameran Ini Hingga 22 September 2023

beritabernas.com – Ingin melihat dan memiliki radio antik dan unik? Datanglah ke pameran Radio Antik dan Wewara yang diadakan oleh Paguyuban PARAMARTA. Pameran yang diadakan mulai 16 September hingga 22 September 2023 ini diadakan di Joglo Lor nDeso, Kwadungan, Ngemplak, Sleman, DIY.

Radio adalah salah satu media yang tak habis ditelan jaman baik sebagai bentuk siaran maupun alat penerima. Meskipun siaran broadcast sekarang lebih mengerucut ke gelombang tertentu saja, nyatanya radio masih ada, didengarkan dan dirayakan.

Radio sebagai alat penerima diketahui telah hadir di Nusantara sejak akhir 1920-an dengan produk produk dari negara Belanda seperti Philips, Erres, NSE sebagainya. Berbagai kemajuan teknologi kemudian dilalui radio mulai yang menggunakan komponen tabung, transistor, IC hingga terbaru adalah radio yang memanfaatkan internet.

Sebagian koleksi radio lawas yang akan dipamerkan. Foto: Ari Rheno

“Meski demikian radio tidak pernah musnah setelah melewati berbagai era, justru sebaliknya radio dari tiap jamannya menjadi materi yang dipertahankan, dijaga, dirawat dan dikoleksi,” kata Nanang Sujatmiko, kolektor radio antik sekaligus salah satu founder PARAMARTA.

Berangkat dari ide tersebut maka beberapa penggemar radio antik Yogyakarta pada bulan Juni 2023 berkumpul bermufakat membentuk satu himpunan penggemar radio antik bernama PARAMARTA yang merupakan singkatan PAguyuban Radio Antik Mataram YogyakARTA.

Paguyuban ini hadir sebagai wadah bagi mereka yang memiliki minat dankecintaan terhadap keindahan nilai sejarah, seni, teknis, nostalgia dari radio antik. “Sebagai bentuk kegembiraan dan antusiasme maka PARAMARTA akan mengadakan Pameran Radio Antik sekaligus wewara atau perkabaran kepada khalayak luas bertajuk Rikala Semana,” terang Nanang Sujatmiko.

BACA JUGA:

Menurut Nanang, celatu tersebut diibaratkan ketika seseorang mengenangkan suatu masa ketika semua masih sederhana, masa silam yang indah, dan kenangan kenangan yang membuat tersenyum. Imaji tersebut ditampilkan dalam sosok perempuan tersenyum dengan radio lawas di depannya, kebahagiaan kenangan yang kembali seperti rikala semana.

Pameran ini akan memberikan kesempatan langka bagi pengunjung untuk melihat radio-radio lawasan dari transistor dan lampu tabung, berbagai dokumentasi terkait dan juga foto-foto.

“Dan tak lupa pojok photobooth untuk kenangan terbaik pengunjung. Sebanyak 100 lebih radio transistor dan tabung dihadirkan, di antaranya radio transistor beraneka warna, radio transistor plastik, radio transistor saku, radio tabung zaman penjajahan Dai Nippon, radio tabung era Hindia Belanda, radio Roti yang pernah dihadiahkan ke Bung Karno, radio tabung dan transistor Gatotkaca,” ujar Prayudi Wibowo panitia acara seraya mengajak masyarakat untuk menyaksikan radio yang sejenis pernah dimiliki oleh Gusti Nurul kembang istana Mangkunegara padavtahun 1940an.

Nanang Sujatmiko. Foto: Ari Rheno

“Kami tak hanya memamerkan radio sebagai sebuah obyek semata namun juga berusaha menjadikannya sebagai subyek yang bercerita mengenai dirinya sendiri,”  terang Prayudi.

Berbagai kisah atau dokumen terkait akan menemani untuk menyapa pengunjung. Diharapkan metode kurasi ini dapat memberikan wawasan baru kepada masyarakat. Sebagai pembukaan acara akan ditampilkan pembacaan essay “Radio” karya sastrawan Bakdi Sumanto yang secara khusus dibawakan budayawan Landung Simatupang.

Selain itu hadir pula perupa lukis di sela acara dengan tajuk painting on the spot oleh Bayu Wardhana, Wuritual Art, dan Dje Sasono. “Acara digelar tanpa dipungut biaya, karena itu aturlah atjara tuan djangan sampai ketinggalan. Mari bersama bernostalgia dan bergembira,” imbuhnya. (Ari Rheno)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *