Ini yang Harus Dilakukan Generasi Milenial Menghadapi Tantangan di Era Digital

beritabernas.com – Direktur Teknologi Manajemen Pelaksana Program Kartu (MPPK) Prakerja Samsu Sampena mengingatkan generasi muda agar perlu mengembangkan diri di era dunia digital. Sebab, banyak tantangan yang dihadapi generasi muda di era dunia digital.

Menurut Samsu Sampena dalam Kuliah Umum di Kampus UII, Jumat 3 Pebruari 2023, sejumlah tantangan yang dihadapi di era dunia digital adalah adanya tsunami informasi dan banjir informasi di internet. Selain itu, tidak semua informasi benar dan bermanfaat, banyak hoaks, social comparison (suka membanding-bandingkan dengan yang lain) dan FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu.

Baca berita terkait:

Efeknya, menurut Samsu Sampena, meski melek teknologi, generasi muda mengalami mental instan, kesehatan mental dang giving up easily atau menyerah dengan mudah.

Karena itu, menurut Samsu Sampena, agar tidak tenggelam dalam tsunami dan banjir informasi tersebut adalah memilah-milah informasi karena waktu kita terbatas, menggunakan teknologi dengan bijak di era dunia digital, mengembangkan skill-skill yang dibutuhkan dan bekerja atau bangun usaha.

Masalahnya, kata Samsu Sampena, mau cari kerja tapi skill-nya kurang; atau yang dicari yang punya pengalaman minimal 1 tahun. Selain itu, mau buka usaha tapi tidak punya modal atau pengalaman.

Karena itu solusinya adalah program kartu Prakerja. Program Kartu Prakerja yang merupakan janji kampanye periode kedua masa jabatan Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada 24 Februari 2019 di Sentul Convention Center ini kemudian direalisasikan/diimplementasikan dengan gelombang pertama dibuka pada dibuka 11 April 2020.

Samsu Sampena, Direktur Teknologi Manajemen MMPK Prakerja. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Dalam program kartu Prakerja dimana terjadi kemitraan antara pemerintah selaku penyelenggara/pemilik progra dengan perusahaan/industri selaku pelaksana program, hingga kini tercatat ada 186 Lembaga Pelatihan dengan total 1.224 program pelatihan.

Melalui program kartu Prakerja, SDM yang tidak punya skill praktis yang bisa digunakan langsung untuk kerja atau alih pekerjaan yang pas dengan kebutuhan industri diberi pelatihan lewat program pelatihan yang diinginkan untuk memenuhi permintaan industri-industri yang butuh tenaga marketing, administrasi, akuntansi, desain sampai IT dan sebagainya.

Wakil Rektor bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII Prof Dr Jaka Nugraha S.Si MSi. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Sejak 11 April 2020 hingga 31 Desember 2022 tercatat sudah ada 16,4 juta penerima program kartu Prakerja dengan total anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 59 triliun. Lembaga dan program pelatihan tersebar di 514 kabupaten di seluruh Indonesia.

Menurut Samsu Sampena, program kartu Prakerja mendapat pujian atau apresiasi dari Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Inklusi Keuangan HM Queen Maxima. “Sinergi pemerintah dengan swasta telah berhasil menciptakan inovasi program yang memberikan dampak dalam peningkatan kompetensi sekaligus menyalurkan bantuan langsung ke e-wallet penerima,” kata MM Queen Maxima.

Pujian yang sama juga disampaikan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). “Sistem Prakerja adalah best
practice
dan bisa dijadikan contoh bagi program-program lainnya,” puji KPK yang dikutip Samsu Sampena. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *