Para Penulis Buku Imaji UII Satu Abad Menggambarkan Optimisme Masa Depan

beritabernas.com – Sebanyak 51 penulis menghasilkan 55 tulisan yang dimuat dalam buku Imaji UII Satu Abad. Penulis dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu dan pekerjaan (dosen dan karyawan) ini menggambarkan optimisme akan masa depan UII.

Di antara penulis ada yang menginginkan adanya UII Tower, ada pula yang menginginkan laboratorium terpadu UII yang lengkap, pelayanan secara digital dan sebagainya.

“Meski tulisan yang dihasilkan tanpa melalui diskusi dan merupakan ide original penulis, tulisan-tulisan dalam buku Imaji UII Satu Abad menggambarkan optimisme akan masa depan UII. Namun, apakah semua itu bisa terwujud, itu soal lain. Karena masa depan itu penuh dengan ketidakpastian,” kata Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD dalam acara Angkringan Rumah Gagasan Imaji UII Satu Abad Vol 2 di Ruang Teatrikal Gedung Kuliah Umum Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Kamis 2 November 2023.

Suasana acara Angkringan Rumah Gagasan Imaji UII Satu Abad Vol 2. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Selain Rektor UII Prof Fathul Wahid, tampil sebagai narasumber adalah Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf UII Dr Suparman Marzuki.

Menurut Rektor UII Prof Fathul Wahid, gagasan-gagasan atau imaji untuk masa depan UII yang dimuat dalam buku tersebut sangat bagus. Semuanya menggambarkan harapan dan optimisme dari masing-masing penulis. Bila gagasan-gagasan dan harapan tersebut disatukan dan terwujud maka UII menjadi perguruan tinggi yang hebat.

Namun, menurut Prof Fathul Wahid, apa yang diharapkan atau diangankan sekarang belum bisa terwujud di masa depan karena kondisi yang ada sekarang akan sangat jauh berbeda dengan masa depan. Artinya, kondisi saat gagasan itu muncul dan dituangkan dalam tulisan akan jauh berbeda dengan kondisi masa depan saat gagasan itu hendak diwujudkan.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP)/Rumah Gagasan UII Dr Raden Bagus Fajriya Hakim SSi mengatakan, berimajinasi untuk kemajuan UII di masa depan bukan hanya hak dosen, tetapi juga tenaga kependidikan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa tulisan yang ada merupakan karya otentik dari staf. Kompilasi gagasan tenaga kependidikan (tendik) yang dipadukan dengan ide dosen jika benar-benar diwujudkan secara berjama’ah, insyaallah dapat merealisasikan cita-cita para pendiri UII.

BACA JUGA:

Sementara di ranah agama dan kemanusiaan, gagasan hebat muncul untuk mendorong UII membumikan Islam hingga ke kancah mondial. Tentu saja tanpa melupakan identitasnya sebagai kampus nasional.

Kemudian, pada bidang desain dan rekayasa, ide-ide untuk memperkuat wakaf semakin terlihat. Terlepas bahwa bidang ini condong ke ranah keteknikan yang cenderung ke arah modernisasi, tetapi butuh penghormatan masa lalu, maksimal di era sekarang, dan pastinya optimisme di zaman mendatang.

Sementara pada sisi lingkungan dan Sumber Daya Alam, mimpi menjadikan UII sebagai kampus lestari semakin kencang. Diiringi dengan beberapa praktik baik yang perlahan sudah dilakukan oleh sejumlah unit, seperti pengurangan sampah plastik dengan memanfaatkan tempat minum yang dibawa dari rumah.

Acara Angkringan Rumah Gagasan Imaji UII Satu Abad Vol 2. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

“Gayung bersambut, Rencana Strategis UII 2022-2026 khususnya Sasaran Strategis 2.4 tertulis secara eksplisit, “Terciptanya ekosistem pendukung pengembangan kampus hijau dan inklusif”. Tidak hanya itu saja, tugas yang diemban Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP)/Rumah Gagasan pun bertambah seiring dengan kemunculan nomenklatur “Kantor Keberlanjutan”,” kata Dr Raden Bagus Fajriya.     

Dalam rumpun sains dan kesehatan, gaung untuk mengarahkan UII sejajar dengan kampus maju di dunia dalam hal penelitian dan pengajaran juga semakin kencang. Bukan hanya itu saja, dorongan supaya kampus nasional pertama di Indonesia ini semakin berkontribusi dalam dunia olahraga juga mulai menyeruak.

Keberadaan UII Training Ground, Gedung Olahraga Ki Bagoes Hadikoesoemo, hingga prestasi sivitas akademika dalam sejumlah pesta olahraga di berbagai level dapat menjadi bukti bahwa gagasan tersebut secara bertahap mulai direalisasikan. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *