Peringati HUT ke-94, RS Panti Rapih Gelar Simposium Cedera Olahraga

beritabernas.com – Sebagai rangkaian kegiatan memperingati hari jadi ke- 94, RS Panti Rapih Yogyakarta mengadakan simposium kesehatan bertajuk Current Update On Sports Injury Symposium di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu rumah sakit setempat, Sabtu 21 Oktober 2023.

Simposium dilakukan untuk memberikan informasi terkini dan lanjutan mengenai cedera olahraga dan penanganannya kepada praktisi pelayanan kesehatan, profesional kesehatan, juga bagi praktisi olahraga. Mulai dari atlet, pelatih, pelatih kebugaran, penggemar olahraga dan masyarakat umum. RS Panti Rapih juga terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat serta dukungan bagi para atlet nasional.

Dalam rilis yang dikirim kepada beritabernas.com, Minggu 22 Oktober 2023, Humas RS Panti Rapih Maria Vita Puji mengatakan, simposium dihadiri 135 orang secara langsung dan 75 orang yang mengikuti secara daring melalui zoom.

Direktur Utama RS Panti Rapih drg V Triputro Nugroho M.Kes mengapresiasi dan penghargaan bagi semua pihak yang telah berupaya menghadirkan para profesional kesehatan dari multi disiplin keilmuan. Harapannya, kegiatan simposium kesehatan ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

Salah satu pembicara simposium kesehatan dr.Amelia Kartika, Sp.KFR menyampaikan materi Rehabilitasi Cedera Olahraga kepada para peserta, Sabtu (21/10/2023). Foto: Istimewa

Ketua Komite Olahraga Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) Prof Dr H Djoko Pekik Irianto M.Kes hadir secara langsung dan menyampaikan Keynote Speach dalam simposium tersebut. Djoko Pekik menekankan hubungan erat antara olahraga performa tinggi dan cedera olahraga.

“Atlet Olimpiade menginvestasikan begitu banyak waktu dan tenaga. Sehingga cedera hampir tidak bisa dihindari. Maka penting memahami dan mengatasi ambang rasa sakit atlet dan menerapkan ilmu olahraga dalam program pelatihan mereka,” tegasnya.

Djoko Pekik  juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan simposium ini. Sehingga peserta dapat lebih memahami tentang penanganan cedera olahraga yang tidak dapat dihindari oleh para atlet.

“Ada berbagai risiko cedera yang dialami oleh atlet sehingga para pelatih perlu memahami tindakan preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang perlu dilakukan. Secara preventif, pelatih perlu menerapkan sport science, termasuk menghindari latihan berlebihan dan mengenali ambang batas nyeri yang dialami atlet. Sedangkan tindakan kuratif mencakup pemberian pertolongan pertama segera jika terjadi cedera. Serta secara rehabilitatif, pelatih diharapkan memahami manajemen cedera,” terang Djoko Pekik.

Sementaraa sesi simposium pertama bertajuk Current Update on Sports Injury and their Management dengan narasumber dr Antonius Andi Kurniawan Sp.KO, seorang anggota Tim Medis Kontingen Olimpiade Indonesia. Ia berbagi pengalamannya menangani atlet Indonesia dan mengapresiasi perkembangan pelayanan kesehatan yang disediakan RS Panti Rapih yang kini dapat diakses oleh masyarakat luas.

BACA JUGA:

Andi Kurniawan menambahkan tentang pentingnya mengatasi psikologis atlet yang tengah mengalami cedera. Karena cedera dapat menjadi hambatan besar bagi kesuksesan mereka. Pendekatan multidisiplin dalam manajemen cedera di garis bawahi sepanjang simposium.

Kegiatan Simposium dilanjutkan dengan Soft Opening Sport Injury Clinic dengan pemotongan pita oleh Prof Dr H Djoko Pekik Irianto M.Kes, dr John Hartono Sp.KFR dan dr Djati Prasodjo Sp Rad-KRI (Direktur Pelayanan Medis RS Panti Rapih). 

Setelah soft opening diisi materi sesi kedua dengan narasumber dr Bambang Kisworo Sp.OT.(K), seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan rekonstruksi dewasa/sendi panggul & lutut RS Panti Rapih, dengan topik Tata Laksana Cedera ACL: Advance and Minimal Invasive Management.

Dalam paparannya, dr Bambang Kisworo berbagi wawasan mengenai diagnosis, keluhan pasien, efek jangka panjang, dan tujuan pengobatan terkait cedera ACL. Ia menekankan pentingnya metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dalam menangani cedera ACL dan merinci metode rekonstruksi arthroscopi yang digunakan di RS Panti Rapih.

“Pemulihan pasien dari cedera ACL dapat memakan waktu 6-12 bulan, dengan kemungkinan dilakukannya operasi revisi untuk mencegah cedera kembali. Manajemen cedera yang efektif memerlukan kolaborasi erat antara atlet, pelatih, dan profesional kesehatan dari berbagai disiplin ilmu,” kata dia.

Sesi simposium ketiga disampaikan oleh dr. Tedjo Rukmoyo, SpOT.(K), seorang dokter spesialis ortopedi & traumatologi konsultan RS Panti Rapih, yang mengeksplorasi topik terkait “Sports-Related Spine Injury”. Pada sesi ini membahas mengenai penyebab cedera olahraga, lokasi cedera yang umum, dan strategi pengobatan awal. Serta menyoroti pentingnya pendekatan POLISI (Protect, Optimal, Loading, Ice, Compression, Elevation) dalam manajemen cedera.

Para peserta aktif mengikuti simposium di RS Panti Rapih Yogyakarta, Sabtu 21 Oktober 2023. Foto: Istimewa

Simposium diakhiri dengan pemaparan dari dokter spesialis kedokteran fisik rehabilitasi medik RS Panti Rapih dr Amelia Kartika Sp KFR, yang menyoroti tentang Update Rehabilitasi pada Cedera Olahraga. Ia menyampaikan rehabilitasi pasca cedera olahraga tidak terlepas dari proses pemulihan jaringan sebagai respon alami tubuh. Rehabilitasi aktif dengan therapeutic exercise dan penggunaan modalitas memegang peran penting untuk dapat mengembalikan fungsional jaringan yang cedera. Proses rehabilitasi meliputi assesmen, prescription & planning, supervision, evaluation. Juga adanya 1 tim yang meliputi dokter spesialis kedokteran fisik rehabilitasi, fisioterapis sport, dokter ahli gizi dan psikolog jika diperlukan.

Melalui simposium kesehatan ini seluruh pelaku dan pemerhati olahraga dapat memetik poin-poin penting dari narasumber profesional yang dihadirkan.  Kehadiran Sport Injury Clinic RS Panti Rapih akan memberikan penanganan dan perawatan secara komprehensif sehingga para pasien mampu mencapai pemulihan secara maksimal. Di akhir acara, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Hospital Tour di lingkungan RS Panti Rapih Yogyakarta. (*/ag irawan)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *