Sely Novita Sari Lulus dengan Predikat Suma Cumlaude dalam Ujian Promosi Doktor di FTSP UII

beritabernas.com – Ir Sely Novita Sari ST MT, Dosen Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dinyatakan lulus dengan predikat Suma Cumlaude dalam ujian terbuka disertasi (promosi doktor) di FTSP UII, Senin 25 Mei 2026.

Di hadapan tim penguji yang diketuai Prof Dr-Ing. Ar Ilya Fadjar Maharika MA IAI, Dekan FTSP UII, Sely Novita Sari berhasil mempertahankan disertasi berjudul Rancang Bangun Pengambilan Keputusan Menggunakan Sistem Pakar untuk Perencanaan Temporary Mudular Shelter (TMS) di Wilayah Terdampak Bencana di Indonesia.

Dari hasil penelitian itu, Sely Novita Sari berhasil mengidentifikasi bahwa keberlanjutan perencanaan dan implementasi Temporary Modular Shelter (TMS) di wilayah terdampak gempa bumi dipengaruhi oleh tiga indikator utama, yaitu ketersediaan material lokal, kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan keterjangkauan lokasi.

Baca juga:

Ketiga faktor tersebut, menurut Sely Novita Sari, memiliki kontribusi yang relatif seimbang dalam mendukung efektivitas implementasi TMS, sehingga perencanaan hunian sementara perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi dan kontekstual.

“Melalui integrasi ketiga indikator tersebut, penelitian ini berhasil mengembangkan sistem pengambilan keputusan berbasis decision tree yang menghasilkan 27 alternatif desain TMS,” kata Sely.

Menurut Sely, hasil implementasi pada 29 lokasi pengujian di Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Timur dan DIY menunjukkan tingkat kesesuaian sistem sebesar 86,2% terhadap kondisi faktual di lapangan. Sistem pakar yang dikembangkan mampu memberikan rekomendasi desain secara otomatis, konsisten, dan adaptif melalui mekanisme rule-based reasoning, dengan tipe desain yang paling dominan direkomendasikan adalah Eco-Friendly Expert Build (TMS 3-2-3) dan Balanced Eco-Modular (TMS 3-2-2).

Validasi sistem dilakukan melalui expert judgment, Focus Group Discussion (FGD) dan implementasi lapangan, yang menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dapat diterima dalam konteks penelitian eksploratif.

Ir Sely Novita Sari ST MT, Dosen Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) foto bersama tim penguji usai dinyatakan lulus dengan predikat Suma Cumlaude dalam ujian terbuka disertasi (promosi doktor) di FTSP UII, Senin 25 Mei 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Selain itu, sistem pakar berhasil diimplementasikan dalam bentuk platform berbasis web yang mampu mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih cepat, sistematis, transparan, dan aplikatif bagi BPBD, BNPB, akademisi, dan praktisi teknik sipil. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan keberhasilan integrasi antara pendekatan konseptual, analisis empiris, dan teknologi digital dalam mendukung perencanaan TMS pascabencana di Indonesia.

Sely pun menyarankan agar penelitian selanjutnya perlu memperluas implementasi sistem pakar TMS ke berbagai wilayah rawan bencana lain di Indonesia dan mengembangkan penerapannya pada jenis bencana selain gempa bumi, seperti banjir dan tanah longsor.

Selain itu, perlu dilakukan penambahan indikator nonteknis seperti aspek sosial, psikologis, ekonomi masyarakat, dan status lahan agar sistem menjadi lebih komprehensif dan representatif terhadap kondisi lapangan.

Kemudian, pengujian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih besar dan cakupan wilayah yang lebih luas juga diperlukan untuk meningkatkan stabilitas dan generalisasi model. Dari sisi implementasi, diperlukan pelatihan bagi pengguna sistem serta kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta untuk memperkuat basis data nasional TMS.

Selain itu, pengembangan sistem ke dalam bentuk aplikasi mobile berbasis offline juga direkomendasikan agar sistem dapat digunakan secara lebih fleksibel pada kondisi darurat dengan keterbatasan jaringan internet.

Ir Sely Novita Sari ST MT, Dosen Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Penelitin Sely ini bertujuan untuk membangun suatu alat bantu pengambilan keputusan yang mampu memberikan rekomendasi desain Temporary Modular Shelter (TMS) secara objektif, sistematis dan adaptif berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Sistem pakar dirancang menggunakan pendekatan decision tree dengan memanfaatkan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif pada tahap sebelumnya, sehingga logika keputusan yang dibangun mampu merepresentasikan kebutuhan dan karakteristik wilayah terdampak gempa bumi (Aditya et al., 2024; Triyandika et al., 2022).

Pendekatan ini dipilih karena mampu menyederhanakan proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi struktur keputusan yang lebih mudah dipahami, ditelusuri, dan diimplementasikan oleh berbagai pemangku kepentingan. Tahap awal pembangunan sistem dilakukan melalui identifikasi masalah dan penentuan tujuan sistem. Permasalahan utama yang hendak dijawab adalah bagaimana mengubah indikator-indikator hasil analisis perencanaan TMS menjadi rekomendasi desain yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Sistem dirancang untuk mengintegrasikan data lapangan dan hasil sintesis literatur ke dalam aturan keputusan (rule base) yang transparan dan mudah ditelusuri kembali (traceability). Selain itu, sistem juga bertujuan menghasilkan alternatif desain TMS yang adaptif berdasarkan kondisi SDM, material lokal, dan keterjangkauan lokasi, serta dapat digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan seperti BPBD, BNPB, praktisi lapangan, dan masyarakat terdampak bencana. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *