Teladan Kesederhanaan dan Kasih Pater Clemens Terus Dikenang

beritabernas.com – Mengapa sosok Pater Albert Clemens Schreurs CICM, pendiri PT Danita Oasis Lestari, masih begitu dihormati dan dirindukan tujuh tahun setelah wafatnya? Jawabannya bukan pada gedung atau usaha yang Pater Ckemens dirikan, melainkan pada cara hidupnya: rendah hati, sederhana, dan senantiasa memihak pada yang kecil.

Untuk itulah, pada Jumat 18 September 2026, keluarga besar Oasis Lestari berkumpul di Ruang Doa Griya Oase, Jalan Gatot Subroto, Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang-bukan sekadar mengenang wafat Pater Clemens, melainkan memperbarui janji untuk melanjutkan semangat hidup yang almarhum junjung.

Baca juga:

Ekaristi dipimpin oleh Pastor Matius Pawai, CICM. Ekaristi diikuti para undangan yaitu Pastor Folata CICM, Sr Ulfrida SJMJ, Sr Albertin SJMJ, dan jajaran direksi serta seluruh karyawan Oasis Lestari.

Dalam khotbahnya, Pastor Matius menyingkap bagaimana Pater Clemens mewujudkan kasih dalam hal-hal yang tampak sederhana namun menyentuh hati.

“Beliau tetap memakai cincin batu alam pemberian konfrater dari Kalimantan hingga akhir hayat, tidak pernah rewel soal makanan, dan tetap mengendarai mobil Kijang tua meski mengelola dana gereja. Bagi beliau, pelayanan bukan tentang kemewahan, melainkan tentang kehadiran,” ungkap imam asal Toraja yang bertugas sebagai Kepala Paroki Pinang, Tangerang ini.

Petugas membawa abu jenazah Pater Clemens di dalam guci untuk ditempatkan kembali di kolumbarium. Foto: Dok Oasis Lestari

Sementara itu Sr Albertine SJMJ mengenang, pada tahun 1980-an di RS Kusta Sintanala, Pater Clemens turut mencarikan peralatan medis, membantu biaya pengobatan para penderita kusta, hingga menyumbangkan mesin jahit agar mereka bisa berkarya dan mandiri. “Beliau tidak hanya memberi bantuan, melainkan memberi harapan,” ujarnya.

Pater Clemens berpulang pada 28 September 2019 di RS Carolus Jakarta. Tujuh tahun berlalu, namun nilai yang beliau tanam-kesederhanaan, kerendahan hati, kepedulian pada yang lemah, dan kesetiaan dalam pelayanan-tetap menjadi fondasi Oasis Lestari.

Pastor Matius berharap, peringatan ini bukan sekadar kenang-kenangan, melainkan pengingat bagi setiap orang: “Semoga teladan kasih dan kesetiaan beliau menjadi cahaya yang menuntun setiap langkah pelayanan ke depan.” (Anton Sumarjana, Kontributor Jakarta)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *