Menandai Puncak Milad ke-83, UII Tanam 197 Pohon dari Berbagai Jenis

beritabernas.com – Menandai puncak peringatan Milad ke-83 tahun, UII menanam 197 pohon dari 7 jenis tanaman di Embung Pelang UII atau sebelah barat kompleks Kampus Teradu UII, Selasa 21 April 2026. Penanaman secara simbolis pohon-pohon tersebut dipimpin Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD bersama Dekan FIAI UII selaku Ketua Panitia Milada ke-83 UII Dr Asmuni dan Dr Raden Bagus Fajriya Hakim S.Si MSi dari Yayasan Badan Wakaf UII.

Rektor UII Prof Fathul Wahid mengatakan, penanaman 197 pohon dari 7 jenis tanaman tersebut untuk melengkapi ekosistem yang ada. Karena sekian waktu yang lalu UII juga menanam 27 jenis bambu guna menambah ekosistem hijau di kampus UII.

Ada beberapa alasan mengapa UII memberikan perhatian kepada penanaman pohon, mulai dari alasan teologis. Penanaman pohon merupakan sebuah amal jariyah dan manfaat yang bisa didapatkan dari pohon, baik itu dinikmati oleh manusia maupun oleh hewan, akan dicatat sebagai amal jariyah.

Selain itu, ada sebuah hadis menyatakan, jika besok kiamat dan kita masih memegang bibit tanaman, maka tanamlah. Artinya menanam pohon ini tidak terbatas saat kita masih punya waktu longgar atau senggang, atau masih punya waktu lama. Tapi meskipun besok kiamat, bahkan dalam hadisnya menyebut kalau hari ini kiamat pun seperti itu, maka diminta untuk menanam kalau kita masih memegang bibit di tangan kita. Jadi, kita punya landasan teologis yang sangat kuat mengapa menanam pohon ini sesuatu yang mulia.

Dekan FIAI UII Dr Asmuni bersama Rektor UII dan pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melakukan penanaman pohon secara simbolis, Selasa 21 April 2026. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Alasan lainnya, menurut Rektor UII, adalah alasan institusional. Tanggung jawab lembaga untuk terus ikut merawat bumi. Meski jumlahnya tidak banyak namun bisa jadi memberikan pesan kepada khalayak yang lebih luas untuk lebih mencintai bumi, lebih suka merawat kehijauan karena itu berdampak banyak. Mulai dari tanah yang lebih subur, udara yang lebih bersih dan bahkan menurut Dekan Fakultas Psikologi UII, kalau berinteraksi dengan dunia luar di banyak rise, juga menambah kesegaran, kelapangan dalam berpikir.

“Kalau kita jenuh di ruangan kadang perlu keluar berinteraksi dengan alam dan bahkan kadang kawan-kawan penulis menulis di ruang terbuka karena ternyata bisa memunculkan inspirasi. Ada banyak alasan yang bisa didapatkan atau dibuat dari penanaman pohon. Mudah-mudahan dari ikhtiar kecil ini akan membantu kami untuk merawat kesadaran lingkungan dan akan memberikan pesan kepada khalayak di luar bahwa apa yang kita lakukan juga perlu, penting untuk dicontoh dan dilakukan di banyak tempat bahkan di rumah kita masing-masing,” kata Rektor UII.

Sementara Dr Raden Bagus Fajriya Hakim mengapresiasi penanaman pohon yang dilakukan UII karena ini merupakan sebuah aksi nyata untuk melestarikan bumi. Namun, ia mengingatkan bahwa penanaman lebih mudah daripada merawatnya.

Baca juga:

Ia mengatakan, kita mampu untuk memulai sesuatu yang baru dan menanam menjadi satu hal yang mudah dikoordinasikan bersama, dirangkai bersama. Namun perlu diingat, merawat itu yang perlu konsistensi dan komitmen bersama.

“Begitu banyak bibit tanaman yang ditanam yakni 197 bibit. Namun, yang penting bukan karena banyaknya yang ditanam tapi perawatan pasca tanam itu yang menjadi perhatian kita bersama. Dan ini yang insyaallah kita usahakan menjadi komitmen kita bersama,” katanya.

Dekan FIAI UII Dr Asmuni mengungkapkan, dalam dalam aksi ini, Pohon Akasia dipilih sebagai simbol utama. Hal ini merepresentasikan perpaduan antara ketangguhan dan manfaat berkelanjutan, sebuah cerminan dari perjalanan panjang UII sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia.

Penanaman pohon ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi sivitas akademika UII dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian bumi, sekaligus mengukir Jejak Lestari dalam harmoni perayaan Milad ke-83 UII.

Dalam pandangan Islam, menanam pohon adalah sedekah jariah yang pahalanya terus mengalir selama pohon tersebut memberikan manfaat. Jenis pohon yang ditanam pada kegiatan ini adalah pohon akasia, tanaman tangguh yang sarat akan makna filosofis, ekologis dan sejarah. Pemilihan pohon akasia tidak hanya berdasarkan nilai keberlanjutannya sebagai pohon yang cepat tumbuh dan ramah lingkungan, tetapi juga karena kedekatan maknanya dengan tradisi agama-agama Abraha.

Rektor UII Fathul Wahid bersama Wakil Rektor dan pimpinan sejumlah fakultas foto bersama usai melakukan penanaman pohon, Selasa 21 April 2026. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Selain itu, dalam perspektif nilai-nilai Islam, pohon akasia mencerminkan ketangguhan iman (istiqamah), kebermanfaatan yang luas, serta keseimbangan antara kekuatan dan keindahan. Karakter kayunya yang sangat keras dan tahan lama menjadi pengingat akan pentingnya memiliki prinsip hidup yang kokoh, sementara kemampuannya tumbuh di lahan yang menantang melambangkan semangat juang untuk tetap memberi manfaat dalam kondisi apa pun. Selain manfaat ekologisnya dalam menyerap karbon dan menjaga struktur tanah, akasia juga menjadi simbol tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh untuk memakmurkan bumi melalui tindakan yang nyata dan berkelanjutan.

Dr Asmuni MA menyatakan bahwa penanaman pohon akasia ini bukan sekadar aksi penghijauan seremonial, melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai spiritual dan historis Islam yang melekat pada pohon ini sebagai material pembangun peradaban, mulai dari mimbar hingga arsitektur masjid klasik. Pemilihan akasia adalah simbol bahwa di usia ke-83, UII harus terus tumbuh menjadi institusi yang tangguh, kuat, dan mampu menaungi sesama dalam harmoni.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas satu hari,
melainkan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan aksi nyata seperti
menanam pohon akasia, UII terus menanam harapan dan memperkuat akar kebaikan untuk
masa depan bumi yang lebih lestari melalui Harmoni untuk Jejak Lestari. (phj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *