Dr Raden Stevanus Puji Sinergi GKJ Gondokusuman dan Kelurahan Klitren Rawat Toleransi Melalui Kegiatan Budaya

beritabernas.com – Ratusan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan Perayaan dan Kirab Budaya Undhuh-Undhuh Kelurahan Klitren 2026, Minggu 24 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema Menghidupkan Budaya, Melestarikan Adat dalam Semangat Toleransi ini merupakan gelaran tahunan untuk merawat toleransi.

Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia Dr Raden Stevanus Christian Handoko S.Kom pun mengapresiasi sinergi GKJ Gondokusuman dengan Kelurahan Klitren untuk menggelar acara ini. Sebab, kegiatan ini bukan sekadar prosesi adat tanpa makna, namun Undhuh-Undhuh sejatinya merupakan tradisi ucapan syukur atas hasil bumi.

Baca juga:

Kali ini kegiatan Undhuh-Undhuh tampil sebagai ruang perjumpaan sosial yang merekatkan keberagaman di tengah jantung Kota Yogyakarta. Event budaya ini merupakan buah kolaborasi apik antara Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman dengan Pemerintah Kelurahan Klitren, serta didukung oleh anggota dewan dan berbagai pihak sponsor. Sinergi ini menegaskan bahwa sekat-sekat perbedaan luruh ketika dihadapkan pada komitmen merawat warisan leluhur.

Kemeriahan kirab semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting yang berbaur langsung dengan masyarakat. Anggota DPRD DIY Dr Raden Stevanus Christian Handoko S.Kom MM yang akrab disapa Mas Bro Steve, Pendeta GKJ Gondokusuman, tokoh masyarakat, perwakilan Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Mantri Pamongpraja Gondokusuman, Lurah Klitren, serta jajaran Forkopimcam mulai dari Danramil hingga Kapolsek Gondokusuman pun berbaur.

Dr Raden Stevanus bersama warga dalam Perayaan dan Kirab Budaya Undhuh-Undhuh Kelurahan Klitren 2026, Minggu 24 Mei 2026. Foto: Istimewa

Legislator DIY yang juga dikenal sebagai pakar transformasi digital, Dr Raden Stevanus Christian Handoko S.KomM M memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi warga Klitren dalam menjaga tradisi. Menurutnya, kegiatan seperti ini adalah benteng sosial yang sangat mahal harganya di era modern.

“Di era transformasi yang serba cepat dan digital ini, menjaga akar budaya dan merawat toleransi adalah investasi sosial terbesar kita demi masa depan Yogyakarta. Apa yang kita lihat di Klitren hari ini adalah bukti konkret bahwa perbedaan justru menjadi dirigen yang merangkai simfoni toleransi dengan begitu indah,” ujar Dr Raden Stevanus.

Secara khusus, politisi muda ini mengacungi jempol untuk inisiatif lintas elemen di wilayah tersebut. “Saya sangat mengapresiasi langkah progresif dari Kelurahan Klitren dan GKJ Gondokusuman yang mampu berjalan beriringan menggelar Kirab Budaya Undhuh-Undhuh ini. Kebudayaan Jogja sejak dulu telah terbukti ampuh merajut kebersamaan dan menjunjung tinggi toleransi. Nilai-nilai luhur seperti inilah yang perlu terus kita pertahankan, lestarikan, dan kembangkan bersama,” tambah Dr Raden Stevanus.

Ppria yang akrab disapa Mas Bro Steve ini menekankan bahwa esensi dari merawat kebudayaan adalah soal keberlanjutan estafet nilai ke generasi berikutnya. “Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan tradisi kita. Ke depan, keterlibatan semua pihak harus terus ditingkatkan, termasuk merangkul generasi Z sebagai penerus bangsa. Merajut budaya di era sekarang harus adaptif agar anak-anak muda kita bangga dan merasa memiliki adat istiadatnya sendiri,” tegas Dr Raden Stevanus.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara institusi keagamaan seperti GKJ Gondokusuman dan jajaran kelurahan merupakan model ideal community engagement yang patut dicontoh oleh wilayah lain di DIY.

Dr Raden Stevanus bersama Pendeta dan para pejabat dalam Perayaan dan Kirab Budaya Undhuh-Undhuh Kelurahan Klitren 2026, Minggu 24 Mei 2026. Foto: Istimewa

Kirab budaya ini menampilkan berbagai potensi seni dari Kelompok Budaya setempat. Yang paling menyedot perhatian adalah arak-arakan gunungan hasil bumi yang dihias dengan kreatif oleh warga. Gunungan tersebut melambangkan rasa syukur atas berkah kehidupan sekaligus simbol gotong royong, di mana warga dari berbagai latar belakang suku dan agama bahu-membahu mengarak dan membagikannya.

Lurah Klitren bersama Mantri Pamongpraja Gondokusuman senada mengungkapkan bahwa Kirab Undhuh-Undhuh ini telah bertransformasi menjadi identitas kawasan yang memperkuat narasi Yogyakarta sebagai Kota Toleransi.

Melalui gelaran ini, Kelurahan Klitren berhasil mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa modernitas kota tidak harus menggerus adat istiadat, dan dalam sekecil apa pun perbedaan, selalu ada ruang besar untuk merajut kebersamaan. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *