beritabernas.com – Secara tak terduga, seorang Suster (biarawati) dan 4 Imam/Pastor yang sama-sama pernah bertugas di Roma, Italia, bertemu dan melakukan reuni kecil di Yogyakarta. Mereka bertemu di
Warung Klangenan 2 di Banyuraden, Sleman, DIY pada Kamis 30 Juli 2026.
Mereka adalah Sr Maria Matrona Ola O.Carm , Rm Leo Mali Pr, Rm Jojo Rusmana Pr, Rm Agus Keluli Manuk OCD dan Rm Markus Solo Kewuta SVD. Di antara mereka hanya Padre Marco-sapaan akrab Rm Markus Solo-yang hingga saat ini masih menetap di Roma karena menjadi pejabat di Dikasteri (Kementerian) Dialog Antarumat Beragama Takhta Suci Vatikan.
Sementara 4 lainnya tidak lagi bertugas di Roma. Sr Matrona kini bertugas di Bologna, Italia, Rm Leo Mali mengajar di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) dan Seminari Tinggi Santo Mikael Penfui di Kupang, Rm Jojo bertugas sebagai Kepala Museum Misi Muntilan/Pusat Animasi Misioner di Muntilan, sementara Rm Agus menjadi pembina para frater di Wisma OCD Jogja.

Reuni spontan ini terjadi atas prakarsa AM Putut Prabantoro, pendiri sekaligus penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI). “Rencana Tuhan memang indah. Kebetulan Sr Matrona pergi ke Jogja, saya kemudian iseng menghubungi Rm Jojo dan Rm Agus untuk bertemu. Dari Rm Agus, saya baru tahu Rm Leo ada di Jogja juga. Sementara Rm Markus hadir di Jogja sebagai salah satu pembicara dalam forum Congress XI WUJA (World Union of Jesuit Alumni) atau Kongres XI Alumni Sekolah Jesuit se-Dunia,” ujarnya.
Meski hanya sesaat, reuni kecil yang meriah itu tidak terlepas dari bulan November 2022. Karena itu, Warung Klangenan 2 di Banyuraden, Sleman, Yogyakarta dipilih menjadi tempat reuni kecil itu berlangsung.
Mengomentari acara reuni kecil di Warung Klangenan itu, Sr Matrona yang asli Kefamenanu, Atambua, NTT, menyatakan kebahagiaannya. “Saya membawa kenangan indah dari Jogja sebagai bekal kembali berkarya di Roma. Kita semua tidak hanya Neighbordhood (tetangga) tetapi good neighborhood atau bahkan good friends-teman baik,“ ucap Sr Matrona sambil tersenyum.
Baca juga:
- Lebih dari 1.000 Peserta dari 30 Negara Ikuti Kongres XI Alumni Sekolah Jesuit se-Dunia
- Indonesia sebagai Negara Pertama di Asia yang Menggelar Kongres Alumni Sekolah Jesuit se-Dunia
- Sultan HB X: Pendidikan Jesuit Menanamkan Benih Ilmu dan Membesarkan Watak
- Menteri Agama RI: Sekolah Jesuit Tak Hanya Unggul Tapi Juga Membentuk Manusia Tanpa Memandang Latar Belakang
Menurut Putut Prabantoro, pada November 2022, Paguyuban Wartawan Katolik Indoneisa (PWKI) yang terdiri dari 22 anggota mengadakan kunjungan ke Vatikan dalam rangka mengampanyekan Perdamaian Dunia. Selama di Roma, delegasi PWKI yang dipimpin Mayong Suryo Laksono didampingi Putut Prabantoro menginap di Guest House yang dimiliki oleh Ordo Karmelit Maria Teresa Scrilli, tempat tinggal sekaligus berkarya Sr Matrona. Guest House itu terletak di Jalan Via Dei Baglioni 10 Roma yang berjarak 15 menit dari Basilica St Petrus, Vatikan.
Dalam kunjungan itu, PWKI mendapat kesempatan beraudiensi dengan Paus Fransiskus pada 16 November 2022. Dalam audiensi itu, PWKI membawa hadiah untuk Paus Fransiskus dari Sri Sultan Hamengkubuwono X berupa Gunungan Wayang Kulit dan GKBRay Pakualam X berupa batik.
Kedua hadiah itu dibawa oleh Thomas Sukawan Aribowo dan Margaretha Saptaningdyah. Suami isteri ini pemilik Warung Klangenan dan tinggal di Yogya. Mereka berdua bertugas mengambil hadiah dari Sri Sultan Hamengkubowono X dan GKBRAy Pakualam X dari Yogya untuk dibawa ke Vatikan.
Setelah beraudiensi dengan Paus Fransiskus, malam harinya pada hari yang sama, rombongan wartawan, dan beberapa pastor termasuk Rm Leo Mali, Rm Agus dan Rm Jojo hadir dalam jamuan malam bersama. Jamuan makan malam itu terselenggara atas undangan dari Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Untuk Takhta Suci Lina Yanti Dlliane.

“Makan malam berlangsung di restauran Filipina di mana tembok besar sebagai latar belakanganya tertulis kata NEIGHBORHOOD. Oleh karena itu, selain ke lima biarawan-wati yang eks Roma itu, reuni kecil itu dihadiri oleh beberapa wartawan anggota delegasi PWKI ke Vatikan November 2022. Itu termasuk tuan rumah Thomas dan Retha. Kami semua berteman baik dan sangat dekat hubungannya,” jelas Putut lebih lanjut.
Kongres WUJA
Reuni kecil Suster dan Imam yang sama-sama pernah bertugas di Roma itu terjadi karena mereka sama hadir dalam Kongres XI WUJA di Kampus Universitas Sanata Dharma (USD) yang berlangsung dari 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Menurut Padre Marco, tema Kongres WUJA kali ini adalah United In Spirit, Leading in Purpose atau Bersatu Dalam Semangat, Memimpin Dengan Tujuan.
Thema Kongres WUJA tersebut mirip dengan pidato Paus Leo XIV yang menegaskan, To Unite Our Strength, Our Spiritual Energy, Intelligence, and Resources To Care For Creation atau untuk Menyatukan Kekuatan Kita, Enerji Spiritual, Kecerdasan dan Sumber Daya Kita Guna Merawat Ciptaan (Alam Semesta).
“Temanya United in Spirit Leading with Purpose. Artinya bersatu dalam semangat dan memimpin dengan tujuan. Jadi saya bisa mengembangkan spirit misi Jesuit ke depan itu menjadi jembatan perbedaan di antara budaya dan agama. Kata kunci itu bisa saya kembangkan untuk berbicara,” kata Padre Marco yang menjadi narasumber pada Jumat 31 Juli 2026 pukul 10.00-12.00. (phj)
There is no ads to display, Please add some