beritabernas.com – Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Yanatun Yunadiana SSi MSi menegaskan bahwa museum bukan sekedar tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Namun, museum merupakan ruang untuk menghadirkan kembali ingatan kolektif, pengetahuan, nilai-nilai budaya dan perjalanan kehidupan masyarakat kepada generasi masa kini dan generasi yang akan datang.
Selain itu, museum juga memiliki fungsi yang sangat penting sebagai sarana edukasi, penelitian, informasi dan rekreasi. Melalui museum, masyarakat dapat mengenal sejarah dan kebudayaan secara lebih dekat, tidak hanya melalui buku atau cerita, tetapi melalui koleksi, dokumentasi, narasi dan pengalaman yang dapat memberikan pemahaman yang lebih nyata.
Baca juga:
- Banyak Cara Bisa Dilakukan Pengelola Museum Agar Tetap Eksis di Era Digital
- Gubernur DIY: Museum Memiliki Peran Penting dalam Memperkuat Identitas Budaya dan Sejarah
- Museum Punya Peran Lebih Besar, Ketua Umum Barahmus DIY: Perlu Dikelola Sesuai Standar
Karena itu, peningkatan kompetensi SDM museum menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan permuseuman di Kabupaten Bantul.
Hal itu disampaikan Yanatun Yunadiana dalam workshop Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Museum 2026 dengan tema Museum Naik Kelas: Strategi Kepemimpinan Tatakelola Edukasi, dan Promosi Digital di Museum Kolong Tangga, Bangunjiwa, Kasihan, Bantul, Kamis 20 Agustus 2026. Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul ini bertepatan dengan HUT Ke-8 Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB).
Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul yang diwakili oleh Kepala Bidang Sejarah Permuseuman Bahasa dan Sastra Purwanto SPd MSi dengan menghadirkan 3 narasumber yakni Dr Drs Sumbo Tinarbuko M.Sn (Dosen ISI Yogyakarta), Redy Kuswanto (Kepala Museum Kolong Tangga) dan Samantha Aditya Putri (Pemerhati Museum) dengan Pemandu Edwin Junaedi.

Dalam workshop itu, ketiga 3 narasumber sama-sama berharap agar museum lebih kreatif, inovatif dan komunikatif dalan membuat new branding dengan mengemas potensi yang dimiliki sehingga menarik dan atraktif sesuai kebutuhan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat berkunjung ke museum.
Forum sepakat membranding dan konsisten mengembangkan bersama ekosistem permuseuman yang semakin baik dan mempunyai daya tarik, sehingga masyarakat tertarik dan mempunyai keinginan untuk berkunjung ke museum. Program publik dibuat sedemikian rupa sehingga nilai-nilai sejarah dan budaya yang tersimpan di museum terus hidup, diketahui, dipahami dan dicintai masyarakat.
Sementara untuk menandai peringatan HUT ke-8 FKMB, Ketua Forum H Gatot Nugroho S.Pt “mengedhuk” tumpeng diserahkan masing-masing kepada Dr Drs Sumbo Tinarbuko M.Sn dan Purwanto SPd MSi.
Gatot Nugroho menjelaskan bahwa FKMB terbentuk pada 20 Agustus 2018 di Museum Pusat TNI-AU “Dirgantara Mandhala”, Wonocatur, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. FKMB merupakan forum komunikasi museum yang pertama kali di Indonesia pada tingkat kabupaten/kota. FKMB yang merupakan kepanjangan tangan Barahmus DIY berfungsi untuk mewadahi semua kegiatan dan organisasi museum di Kabupaten Bantul. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some