Kuliah Umum di UWH Semarang, Telemedicine Merupakan Inovasi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit

beritabernas.com – Ketua Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII Ir Irving Vitra Paputungan ST MSc PhD mengatakan, telemedicine merupakan salah satu bentuk inovasi pelayanan di bidang kesehatan yang akan digunakan rumah sakit. Telemedicine dapat dimanfaatkan oleh para dokter di suatu rumah sakit untuk berkomunikasi dengan dokter dan tenaga medis lain di tempat yang berbeda.

Telemedicine memang tidak dapat menggantikan tatap muka. Akan tetapi pada keadaan tertentu seperti jarak jauh, untuk kasus tertentu, banyak sekali yang sudah menggunakan telemedicine,” kata Irving Vitra Paputungan dalam kuliah umum Informatika Medis, Program Studi Informatika Medis, Fakultas Keperawatan, Bisnis & Teknologi, Universitas Widya Husada Semarang, Kamis 19 Oktober 2023.

Menurut Irving Vitra Paputungan, kerjasama dilakukan untuk memperkuat sinergi antar perguruan tinggi. Selain itu, kerjasama antara perguruan tinggi sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkualitas karena perguruan tinggi memiliki tugas besar dalam memberikan pendidikan dan penelitian yang berkualitas serta mempersiapkan lulusan yang siap bekerja dan memahami dunia industri.

Dalam kerjasama itu, telemedicine merupakan salah satu yang perlu digali. Karena diperlukan big data kesehatan masyarakat Indonesia, lalu diolah aritmatikanya dan teman-teman Statistik bisa membuat model dan ramalkan apa masalahnya.

Para narasumber, mahasiswa dan pimpinan UWH Semarang foto bersama usai kuliah umum di UWH Semarang, Kamis 19 Oktober 2023. Foto: Jeri Irgo

Dalam acara yang dihadiri Basuki Rahmat ST MT, Wakil Rektor 3 UWH Semarang dan Dr Ari Dina Permana Citra SKM M.Kes, Dekan Fakultas Keperawatan Bisnis dan Teknologi Universitas Widya Husada Semarang itu, Dr drg Hargianti Dini Iswandari MM, Rektor UWH Semarang, menyambut baik dan menindaklanjuti dengan kerjasama Tri Dharma perguruan tinggi itu. 

Sementara Dr Sri Kusumadewi S.Si MT, Pakar Informatika Medis yang juga Dosen Jurusan Informatika FTI UII dalam kuliah umum Informatika Medis, Program Studi Informatika Medis, Fakultas Keperawatan, Bisnis & Teknologi, Universitas Widya Husada Semarang, Kamis 19 Oktober 2023, mengatakan, sebagian besar penduduk Indonesia memiliki smartphone

Berdasarkan survei Kominfo 2017 menunjukkan bahwa sebanyak 66,31 persen penduduk Indonesia memiliki smartphone dan kepemilikan smartphone di segala umur. Sehingga penggunaan telemedicine semakin meningkat terutama saat pandemi Covid-19.

Dikatakan, Alodokter telah diunduh oleh lebih dari 5 juta pengguna di Google Play Store (>33 juta pengguna aktif sejak Maret 2020) dan aplikasi kesehatan Halodoc telah diunduh lebih dari 1 juta kali dan (> 9 juta pengguna aktif).

Menurut Dr Sri Kusumadewi, cukup banyak aplikasi kesehatan online yang ada di Indonesia, bahkan beberapa aplikasi dikelola oleh dokter muda. Hanya saja distribusi dokter spesialis di Indonesia masih belum merata. Dokter spesialis masih terkonsentrasi di tiga provinsi besar di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, DIY dan Bali

Dikatakan, pemanfaatan internet di Indonesia masih beragam. Sebanyak 65 persen atau 86,3 juta pengguna internet berada di Pulau Jawa dan mayoritas pengguna internet adalah kalangan masyarakat perkotaan (72,41 persen).

Sementara e-Health adalah penyedia layanan kesehatan berbasis komputer atau tnternet. Kemudian, telehealth adalah semua layanan kesehatan menggunakan komunikasi elektronik dan teknologi informasi jarak jauh. Sedangkan telemedicine adalah dukungan perawatan kesehatan melalui telekomunikasi (jarak jauh. Dan Chatbot adalah aplikasi interaktif yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia melalui beberapa platform. Hal ini termasuk layanan pengiriman pesan dengan menggunakan teks sebagai metode komunikasi.

BACA JUGA:

Menurut Kusumadewi, program komputer cerdas yang dapat melakukan percakapan dengan manusia baik secara audio maupun secara tekstual. Chatbot dapat membantu dokter, perawat, pasien atau keluarga dalam memberikan solusi untuk masalah medis yang lebih sederhana, bantuan dalam situasi darurat atau pertolongan pertama.

Mengenai tantangan implementasi Telemedicine di Indonesia terkait infrastruktur teknologi, menurut Kusumadewi, adalah adanya keterbatasan pendidikan dan literasi digital, regulasi dan kebijakan, keamanan dan privasi data, penerimaan dan kepercayaan masyarakat, interoperabilitas sistem, ketidaksetaraan akses, keterbatasan diagnosis jarak jauh, pembiayaan dan model bisnis dan pelatihan tenaga kesehatan.

Namun di balik tantangan tersebut, menurut Kusumadewi, ada sejumlah peluang pengembangan telemedicine di Indonesia, yakni akses pelayanan kesehatan yang lebih luas, penurunan biaya dan efisiensi, peningkatan pemantauan kesehatan jarak jauh, penyediaan pelayanan kesehatan mental, pengembangan aplikasi dan inovasi teknologi, pelatihan tenaga kesehatan, kolaborasi dengan industri teknologi, pemanfaatan layanan seluler, penyediaan layanan kesehatan pra-pembayaran dan pengembangan kemitraan dan jaringan. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *