370 Peserta Mlampah Ziarah Gereja Puhsarang Sukses Melewati Rute yang Menantang nan Indah

beritabernas.com – Kegiatan mlampah ziarah (MZ) dari Gereja Vincentius A Paulo Kediri menuju Gua Maria Puhsarang, Minggu 11 Oktober 2026, mencatat rekor jumlah peserta terbanyak yang digelar di luar Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) dari Tugu Yogyakarta ke Gua Maria Lourdes Sendangsono, Kulonprogo

Menurut data panitia penyelenggara dari Chapter Surabaya-Sidoarjo, jumlah peserta kegiatan MZ Gereja Vincentius A Paulo ke Gua Maria Puhsarang mencapai 370 orang, belum termasuk panitia penyelanggara dan OMK. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Malang, Kediri dan sebagainya. Jumlah peserta MZ Puhsarang kali ini mendekati jumlah peserta WMSS edisi Desember 2025 yang mencapai 400 lebih.

Sebagian peserta foto bersama di antara bebatuan lereng bukit gajah yang gersang, Minggu 11 Oktober 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Meski rute yang ditempuh sejauh 22 kilometer itu cukup menantang karena berada di bawah terik matahari yang panas dan sebagian rute melewati perbukitan yang terjal nan gersang, namun hampir semua peserta yang rata-rata berusia di atas 50 tahun itu bisa melewatinya dengan sukses.

“Ini rute yang sangat luar biasa. Meski panjang dan panas namun sangat menyenangkan karena pemandangannya indah. Saat melewati perbukitan yang terjal yang gersang nyaris tak terasa berat karena pemandangan yang indah ditambah lagi sebagian peserta justru melewatinya dengan penuh sukacita sambil bernyanyi dan tiktokan,” kata Suster Theresai Wiratni yang lebih dikenal dengan panggilan Suster Agustin di sela-sela perjalanan melewati Bukit Selo Gajah yang menanjak tajam nan gersang itu, Minggu 11 Oktober 2026.

Sejak start dari halaman Gereja Vincentius A Paulo Kediri pukul 05.00 wib tepat, suasana ceria dan sukacita sangat terasa. Para peserta, terutama dari Yogyakarta, tampak paling heboh. Mereka bernyanyi sambil sesekali bergoyang, menghibur peserta lain.

Baca juga:

Perjalanan yang bergitu jauh (22 kilometer) terasa pendek dan singkat karena setiap ada momen atau pemandangan yang indah mereka berhenti untuk foto bersama, tiktokan. Rasa lelah pun sirna. Singkatnya, semua peserta menikmati perjalanan ziarah yang diadakan MZ Chapter Surabaya-Kutoarjo-Kediri ini dengan penuh sukacita dan kebahagiaan.

Hal ini juga tidak terlepas dari persiapan dan kerja keras yang sangat luar biasa dan matang dari MZ Chapter Surabaya-Sidoarjo-Kediri di bawah komando Rachmat Limapriadi, Lukas, Markus dan Bu Arinta. Makanan kecil dan minuman begitu melimpah, sementara kendaraan untuk evakuasi peserta yang tak bisa melanjutkan perjalanan karena kram atau lelah, seperti motor trail dan mobil ambulans, selalu standby/siaga.

Para peziarah berjalan di bawah terik panas sinar matahari, Minggu 11 Oktober 2026. Foto: Dok panitia

Ketua Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) Roni Romel pun mengapresiasi MZ Chapter Surabaya-Sidoarjo-Kediri yang mempersiapkan acara dengan baik dan matang sehingga berjalan sukses. “Saya mengapresiasikan yang luar biasa kepada panitia MZ Puhsarang Pak Rahmat Limapriadi, Pak Lukas, Pak Markus dan teman semuanya yang sudah bekerja mengkolaborasikan kegiatan MZ kali ini. Bahkan OMK bekerja sangat luar biasa sehingga kita semua, 370 peserta, bisa mengikuti MZ dengan penuh sukacita dan sukses,” kata Roni Romel.

Roni Romel juga memuji setinggi langit rute MZ Puhsarang kali ini. “Rutenya sangat keren, luar biasa indah,” puji Roni Romel. Pujian dan apresiasi yang sama juga disampaikan para peserta MZ Puhsarang.

Selebran utama dalam misa penutup kegiatan MZ Puhsarang Romo Tri Kuncoro Yekti Pr yang akrab disapa Romo Cuncun dengan konselebrasi Romo Hari Suparwito SJ (Romo Moderator KMZ) dan Romo Juve Pr, mengatakan, kegiatan mlampah ziarah sangat membantu umat untuk menyadari betapa pentingnya tanggapan yang konkrit terhadap rahmat dari Allah dan tanggapan atas undangan Allah seperti perumpaan dalam bacaan Injil, Minggu 11 Oktober 2026.

Para peziarah berjalan di antara kebun jagung. Foto: Dok panitia

Menurut Romo Cuncun, mlampah ziarah mempunyai dua nilai yang amat penting yakni tanggapan atas undangan Allah yang konkrit, mengerahkan secara fisik, tubuh dan material diarahkan untuk menanggapi sabda Tuhan. Kedua, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi banyak orang dan banyak pihak yang bekerjasama supaya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Karena dalam memenuhi undangan Tuhan tidak bisa dilaksanakan sendirian, mesti ada kerjasama, kooperasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang ada di sekitar kita.

“Jadi, kegiatan mlampah ziarah ini membantu kita untuk masuk dalam perumpamaan dalam Injil, kita mesti terus merawat fisik, mengerahkan material supaya kita dapat menanggapi sabda Tuhan secara bersama-sama, bukan sendirian,” kata Romo Cuncun.

Kegiatan mlampah ziarah Gereja Puhsarang ini sekaligus ajang reuni bagi Romo Hari Suparwito SJ (Romo Moderator Komunitas Mlampah Ziarah) dengan Romo Cuncun Pr karena baru pertama kali bertemu lagi sejak ditahbiskan menjadi Ima pada tahun 2001 atau selama 25 tahun. Romo Hari Suparwito bersama Romo Cuncun pernah bersama-sama kuliah Teologi di Seminari Tinggi Kentungan. Seingat Romo Hari, Romo Cuncun merupakan Romo Projo terakhir dari Surabaya yang kuliah di Seminari Tinggi Kentungan setelah Keuskupan Surabaya memusatkan pendidikan di Malang dan Surabaya. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *