beritabernas.com – Untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, Tim Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) melakukan pelatihan jamu herbal melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Padukuhan Kepuh, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu 1 Agustus 2026.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema Optimalisasi Lahan Pekarangan Melalui Pelatihan Pengolahan Jamu Herbal Berbahan Dasar Tanaman Obat Keluarga (Toga) untuk Penguatan Potensi Ekonomi Dasa Wisma ini diikuti oleh 40 anggota Dasa Wisma se-Padukuhan Kepuh dan sekitarnya.
Baca juga:
- Implementasikan Catur Dharma, Dosen FTI UII Melakukan Pengabdian pada Masyarakat
- Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat FBE UAJY Diisi dengan Pelatihan Sofware Akuntansi
- UII dan UNU Berkolaborasi dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
- Universitas Katolik Darma Cendika dan Pemkot Surabaya Mengadakan Pengabdian Masyarakat
Menurut Ketua Tim PKM FMIPA UNY, Gunungkidul memiliki kondisi tanah karst yang menantang, namun sangat potensial untuk pengembangan tanaman obat. Melihat kondisi tersebut, tim PKM FMIPA UNY berinisiatif membekali warga keterampilan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun Toga sekaligus mengolahnya menjadi produk jamu herbal yang siap jual.
Ia mengatakan, penguatan ekonomi dimulai dari hal kecil. “Kami tidak hanya memberi ikan, tapi kailnya. Ibu-ibu diajari menanam, memanen, mengolah, mengemas sampai menghitung HPP. Semoga ke depan Dasa Wisma Kepuh sudah bisa memproduksi mandiri dan menitipkan produk di warung, posyandu, hingga tempat wisata,” katanya.
Melalui kegiatan ini diharapkan Padukuhan Kepuh menjadi salah satu percontohan pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan kesehatan dan ekonomi di Gunungkidul. Ke depan tim dosen FMIPA UNY akan melakukan pendampingan lanjutan terkait legalitas PIRT dan pemasaran digital untuk produk jamu herbal binaan.

Rangkaian kegiatan dimulai dari sosialisasi manfaat Toga untuk kesehatan keluarga dan ekonomi, praktik pembibitan dan penanaman 12 jenis tanaman obat di lahan pekarangan, hingga workshop pengolahan. Peserta diajarkan membuat 3 produk unggulan yaitu jamu beras kencur instan, wedang jahe serai dan minyak urut sereh wangi dengan standar higienis dan kemasan menarik.
Dekan FMIPA UNY Prof Dr Dadan Rosana MSi mengapresiasi kegiatan yang mengintegrasikan sains dan pemberdayaan masyarakat ini.
“FMIPA UNY berkomitmen hadir untuk masyarakat. Melalui pelatihan ini kami ingin mengoptimalkan peran sains dalam kehidupan sehari-hari. Lahan pekarangan yang sempit bisa disulap menjadi apotek hidup dan sumber pendapatan. Kami berharap ilmu tentang pengolahan jamu herbal berbasis Toga ini dapat terus dikembangkan oleh ibu-ibu Dasa Wisma Kepuh sehingga menjadi ciri khas dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga,” kata Prof Dadan.
Baca juga berita terkait lainnya:
- Pengabdian Masyarakat, FBE UAJY Gelar Pelatihan bagi Guru MGMP Ekonomi DIY
- Tim PKM UPITRA Surakarta Berhasil Melakukan Optimalisasi Manajemen Keuangan dan Pemasaran Digital untuk Budidaya Ikan Nila
- Tim Pengabdi Direktorat Riset dan PKM UNY Melakukan Pelatihan Mitigasi Bencana Alam Hidrometeorologi
Hal senada disampaikan Kepala Dukuh Kepuh Slamet Triyono. Ia menyambut baik kegiatan yang menyasar langsung kelompok perempuan di tingkat padukuhan.
“Kami atas nama warga Padukuhan Kepuh mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu Dosen FMIPA UNY. Selama ini banyak pekarangan warga yang belum termanfaatkan maksimal. Dengan adanya pelatihan ini, ibu-ibu jadi punya keterampilan baru dan wawasan baru. Kami berharap setelah ini terbentuk kelompok usaha jamu di Kepuh agar ekonomi warga semakin kuat dan sehat,” kata Slamet Triyono. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some